Makmal Pendidikan Kembali Adakan Pelatihan Guru

IMG20160802151156-1

SERANG- Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa dalam program Optimalisasi Kualitas Sekolah dengan Literasi kembali mengadakan pelatihan guru di SDN Bantarwaru di Jalan Raya Calung Kampung Dahu Desa Bantarwangi Kecamatan Cinangka. Diselenggarakannya pelatihan ini dilatarbelakangi oleh minimnya kemampuan dan kekreatifan guru di daerah. Sehingga tidak dapat mengoptimalkan tugasnya sebagai seorang pendidik di bangku Sekolah Dasar dan PAUD. Terutama dalam mengolah kelasnya menjadi lebih berwarna dan dapat menunjang pengetahuan peserta didiknya. Yang terjadi tidak hanya pada kelas bawah tetapi juga kelas atas.

Perwakilan Unit Pelaksana Tehnik Dinas (UPTD) Kecamatan Cinangka menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari kedepan oleh dua Guru Konsultan Dompet Dhuafa. Kehadiran Wasita, pengawas UPTD mampu memompa semangat guru-guru dalam pelaksanaan pelatihan dan workshop tersebut. Ia meyakini bahwa kegiatan yang dilaksanakan akan menjadi angin segar dan napas baru bagi guru-guru di daerah. Yang kurang tersentuh oleh pelatihan pengoptimalan kinerjanya sebagai seorang guru. Sehingga ia menghimbau kepada peserta agar memanfaatkan waktu pada kegiatan tersebut dengan baik. Tanpa mengurangi pengalaman berapa lama mengajar dan melihat usia pematerinya yang cukup jauh di bawah peserta.

“Waktu kita sangatlah berharga. Jadi alangkah baiknya jika kita mengupayakan agar mengikuti kegiatan ini seserius mungkin. Tidak malah menghambur-hamburkan waktu sesukanya. Karena, pelatihan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja kita sebagai guru. Seyogianya bahwa menjadi pembelajar tidak ada batasan usianya. Tanpa mengurangi seberapa lama kita mengajar. Sehingga nantinya dapat menerapkannya di kelas ajar kita dengan maksimal.” Papar Wasita disela-sela sambutannya pada Senin (1/8).

Materi pelatihan yang disampaikan memang bersinggungan dengan peran guru dalam mengelola kelas. Yang juga dirasakan oleh Sekolah dampingan Makmal Pendidikan. Dimana setiap gurunya membutuhkan suntikan energi, misanya mengikuti pelatihan seperti ini. Harapannya setelah 24 guru dari 8 sekolah diantaranya SDN Calung, SDN Cikokol, SDN Bantarwaru, SDN Pasir Menteng, SDN Pasauran 1, SDN Pasauran 2, SDN Cipanas dan Paud Al-Ihlas usai mengikuti kegiatan dapat mengimplementasikan di kelasnya masing-masing.

Setelah pelatihan ini, Siti Sahauni dan Fitri Ayu Indriasari optimis akan adanya perkembangan dari guru-guru di daerah. Menjadi guru kreatif. Melalui pembiasaan tentunya. Menemukan kunci kreatif itu adalah dengan membiasakan sesuatu yang tidak biasa dilakukan. Dan pengaplikasian manajemen kelas dan display kelas keduanya memang memiliki dampak yang cukup besar. Terutama dalam tumbuh dan kembang pengetahuan dan akhlak peserta didik. Karena sesungguhnya tugas seorang guru tidak hanya mengajar saja. Melainkan juga menguasai prinsip dan tugasnya sebagai seorang pendidik.

“Pelatihan ini merupakan pelatihan tahap kedua. Dimana salah satu ouput yang hendak dicapai adalah pengaplikasian mereka usai pelatihan. Yang dalam prakteknya, guru yang akan menghasilkan beberapa tugas sebagai komitmen mereka mengikuti kegiatan pelatihan ini. Tugas manajemen kelas dan display kelas akan menjadi tolak ukur mereka seberapa besar keinginan untuk berubah menjadi guru terbaik di sekolahnya.” Terang Fitri Ayu Indriasari Guru Konsultan Pendidikan Dompet Dhuafa usai workshop kedua tentang Display Kelas Selasa (2/8) dengan percaya diri.*

 

IMG20160802090107

 

Siti Sahauni

Penulis adalah Guru Konsultan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa #SekolahLiterasiIndonesia #SekolahGuruIndonesia penempatan di Bantarwaru Kec. Cinangka Kab. Serang-Banten

 

 

Komentar

komentar