Mahalnya Sinyal di Tutar

Komunikasi sekarang ini sudah menjadi kebutuhan bagi semua orang. Dengan berkembangnya media sosial yang mengabarkan setiap peristiwa dan kejadian di setiap sudut dunia semua orang menjadi tahu dan tidak jarang tergerak untuk merespon.

Awal tahun 2016 ini Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa kembali mendampingi sekolah -sekolah di pelosok. Nama programnya Sekolah Literasi Indonesia, guru-guru konsultan yang mendampingi sekolah adalah guru hasil pembinaan Sekolah Guru Indonesia selama tiga bulan di Bogor.

Tugas guru konsultan adalah mendampingi sekolah agar sesuai dengan standar penilaian MPC4SP (Makmal Pendidikan Criteria for School Performance), dua aspek utama dari MPC4SP adalah Budaya Sekolah dan Sistem Instruksional.

Tahun ini Makmal Pendidikan mendampingi sekolah 10 titik di DKI Jakarta, Jabar, Banten, Sumsel, Riau, Kalbar, Sulbar dan Kaltara. Di Sulawesi Barat lokasi sekolahnya adalah di pedalaman Desa Tubbi yang akses listrik dan sinyal nya terbatas. Tepatnya di SDN 012 Tubbi, untuk mencapai lokasi sekolah ini membutuhkan waktu sekitar 9 jam dari Kota Makassar.

Listrik di tempat ini menggunakan tenaga genset yang dipasang dari jam 18.30 sampai jam 22.00. Sinyal telepon atau internet disini bisa dikatakan tidak ada sama sekali. Pada satu kesempatan dua orang guru  konsultan yang gigih yang ditempatkan di daerah sini yaitu Sofyan dan Firman mencoba untuk mencari sinyal untuk berkomunikasi dengan teman-temannya di Desa Sebelah yaitu Taloba yang membutuhkan waktu 20 menit menggunakan sepeda motor, hasilnya juga minim.

Dua orang guru konsultan dari Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa yaitu Sofyan dan Firman dengan segala keterbatasan yang ada bertekad untuk mendampingi dan membuat SDN 012 Tubbi menjadikan sekolah model Sekolah Literasi Indonesia selama satu tahun tugasnya.

sekolahliterasi

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.