Lomba Display: Sarana Motivasi Tutor PAUD dalam Berkreasi dan Memupuk Rasa Nasionalisme

Momen Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI)  memang dimanfaatkan baik oleh seluruh masyarakat Indonesia. Beberapa kegiatan unik dan menarik yang menandakan perjuangan para pahlawan tersebar di seluruh penjuru daerah. Panjat pinang, Lomba kerupuk, lomba karung serta lomba-lomba lain yang menjadi hiburan masyarakat seakan sudah menjadi tradisi tahunan. Hal tersebut tidak lain bertujuan untuk memupuk rasa nasionalisme setiap masyarakat yang berada di penjuru Indonesia.

Memang tidak ada salahnya mengadakan kegiatan seperti itu. Tetapi, apa pernah terbayangkan ketika memupuk rasa nasionalisme hanya dirayakan ketika pada tanggal 17 Agustus saja. Perayaan yang cukup besar dan ramai, tetapi hilang secara cepat juga. Karena rasa nasionalisme itu harus terus dipupuk setiap harinya.

Itulah yang terpikir dari relawan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa (SGI-DD). Meskipun perayaan Hari Kemerdekaan sudah meredup, mereka tetap berusaha mengadakan kegiatan-kegiatan positif yang bertujuan untuk memupuk rasa nasionalisme di perbatasan. Setelah beberapa Minggu yang lalu (12/8) mereka mengadakan pelatihan display sebagai salah satu cara dalam meningkatkan kreativitas yang ditutup dengan perlombaan display, guru-guru cukup disibukan selama 3 Minggu dalam membuat display yang akan mereka perlombakan.

“Perlombaan Display ini merupakan hasil evaluasi setelah sebelumnya kami mengadakan pelatihan untuk Tutor-tutor dan pengelola PAUD.” Tutur Dena selaku ketua tim SGI Nunukan. Dena juga menyebutkan, perlombaan display ini selain melihat kreativitas guru-guru, bertujuan juga untuk memupuk rasa Nasionalisme Tutor-tutor serta siswa-siswa di Paud nya masing-masing. Pasalnya lomba display ini bertema tentang Nasionalisme di Perbatasan.

Kegiatan yang dilaksanakan di PAUD Al-Furqan Kallas yang berada di Kilo empat Kecamatan Sebuku ini berlangsung meriah. 10 lembaga Paud dan TK se- Kecamatan Sebuku dan Tulin Onsoi ini bersaing secara sehat dalam memperubutkan 3 gelar juara. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 1 September ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan UPTD Kecamatan Sebuku.

“Kita sangat berterimakasih kepada sekolah guru Indonesia yang telah memberikan banyak ilmunya, terutama ilmu-ilmu modern yang belum pernah guru-guru dapatkan sebelumnya.” Tutur Bapak Stevanus selaku Kepala Tata Usaha UPTD Kecamatan Sebuku. Bapak Stevanus juga menyebutkan bahwa tutor PAUD di daerahnya sama sekali belum pernah mendapatkan pelatihan, mereka bisa mengajar PAUD hanya dari pengalaman saja dan melihat kepada tutor yang lain. Oleh karena itu, dengan adanya Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa ini, kami merasa terbantu dalam peningkatan mutu pendidikan yang berada di sebuku dan tulin onsoi. Harapan beliau juga, Guru-guru SGI ini bisa terus memberikan banyak ilmunya kepada para pendidik yang ada di sebuku dan tulin onsoi, terutama dalam pelaksanaan kelembagaan PAUD.

Di akhir kegiatan, diumukan tiga juara display se Kecamatan Sebuku dan Tulin Onsoi. Alisius (Pengawas TK-SD), Asyari (Team Monitoring SGI) dan Dena (Pemateri Display) merupakan 3 orang yang diamanatkan menjadi juri dalam pelaksanaan perlombaan yang cukup ketat ini. Mereka cukup bijak dalam menentukan pemenang.

“Sebenarnya kami sulit menentukan mana yang terbaik, tetapi karena kriteria penilaiannnya cukup jelas, maka didapatkan beberapa nama Terbaik dari yang baik.” Tutur Asyari yang menjadi salah satu juri Display. Ketiga juri tersebut memutuskan juara juara display tersebut. Untuk juara ketiga diraih oleh PAUD Al-Ikhlas, juara kedua oleh TK-Makarti dan juara pertamanya diraih oleh tuan rumah penyelenggara lomba display yaitu PAUD Al-Furqan Kallas.

Mereka sangat termotivasi dengan adanya kegiatan ini. “Lebih dari satu minggu kami membuat display ini, kami membuat dengan melibatkan anak-anak didalam pelaksanaan pembelajaran”, Tutur Amrino selaku pengelola PAUD Al-Furqan.

Memang sekarang ini sudah seharusnya kita merubah cara berpikir dalam mengadakan kegiatan-kegiatan memperingati HUT-RI. Jangan sampai perayaan-perayaan yang menegeluarkan biaya yang sangat besar hanya menyisakan kesenangan-kesenangan yang hanya sesaat tanpa ada hasil dan manfaat yang diperoleh. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, bisa menjadi cerminan dan gambaran dalam memperingati HUT-RI yang bermanfaat terutama dalam perkembangan pendidikan, khususnya di wilayah Kabupaten Nunukan. Sebuah kegiatan sederhana yang tidak memerlukan banyak biaya, tetapi jelas perubahan yang dapat dirasakan. Terutama oleh Tutor serta pengelola PAUD yang berada di wilayah kecamatan Sebuku dan Tulin Onsoi.

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.