Koperasi Tanaman

Oleh: Agung Rakhmad Kurniawan, S.T, SGI. Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia Kapuas Hulu.

MTs At Taqwa Filial Engkerengas merupakan sekolah dampingan Program Sekolah Literasi Indonesia pada tahun kedua yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat tepatnya di Hulu Sungai Kapuas pada pertengahan bulan April bersama-sama guru dan siswa serta konsultan relawan yang ditempatkan membuat kebun sekolah. Kebun sekolah yang direncanakan sebelumnya memiliki target bukan hanya dari hasil panen yang didapatkan namun dari sisi ekonomi yang dapat dimanfaatkan seterusnya. Kebun sekolah yang dibuat di belakang sekolah selain memulai program sekolah ramah hijau sekolah, juga untuk meningkatkan karakter siswa dalam bertanggung jawab memelihara lingkungan. Siswa mulai menanam sayuran mulai dari kangkung, keladi, singkong, cabe dan sayuran lainnya.
Tanaman yang telah ditanam sudah dihitung prospeknya ke depan dan dijadikan koperasi tanaman. Sistem yang digunakan adalah dengan hasil panen yang didapat dan dijual ke masyarakat akan kembali dibelikan bibit tanaman lain untuk terus melanjutkan program sekolah ramah hijau di MTs At Taqwa Engkerengas. Pada pertengahan bulan Mei, akhirnya panen pertama dilakukan dari hasil sayuran kangkung. Menanam kangkung di daerah yang memiliki lahan dengan daratan yang terdiri pasir membuat Konsultan Relawan dan para siswa membuat media dari batang bambu yang diisi dengan tanah. Setelah perawatan kurang lebih tiga minggu, akhirnya kangkung dapat dipanen. Saat waktu panen dilakukan, Kepala Kasih Madrasah KEMENAG Kapus Hulu, Sumayuni, S.Pd.I berkesempatan mengunjungi MTs At Taqwa Engkerengas dan ikut serta memanen hasil tanaman siswa.

Kebun sekolah yang memang dirancang menjadi salah satu bagian yang mendukung kemandirian sekolah kedepannya juga memiliki prosepek kedepan dengan budidaya tanaman rosela yang tumbuh subur di sekolah. Hal ini juga diiringi naiknya kualitas anak-anak dalam bercocok tanam dan merawat sekolah. Melibatkan anak-anak mulai dari proses membuat sampai merawat membuat anak-anak bertanggung jawab, sebuah sikap yang diharapkan setelah adanya program Sekolah Ramah Hijau. Program Sekolah Ramah Hijau ini juga menuntut para guru untuk terus aktif merawat sekolah bersama siswa.

Kebun sekolah yang memang dirancang menjadi salah satu bagian yang mendukung kemandirian sekolah kedepannya juga memiliki prosepek kedepan dengan budidaya tanaman rosela yang tumbuh subur di sekolah. Hal ini juga diiringi naiknya kualitas anak-anak dalam bercocok tanam dan merawat sekolah. Melibatkan anak-anak mulai dari proses membuat sampai merawat membuat anak-anak bertanggung jawab, sebuah sikap yang diharapkan setelah adanya program Sekolah Ramah Hijau. Program Sekolah Ramah Hijau ini juga menuntut para guru untuk terus aktif merawat sekolah bersama siswa

Komentar

komentar