KOMED Adakan Pelatihan Media Pembelajaran Literasi

IMG-20170420-WA0018

Bandung – Rendahnya kemampuan literasi anak Indonesia hingga kini masih menjadi permasalahan yang menunggu dituntaskan. Hal ini sejalan dengan hasil studi perbandingan dari PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study) pada 2006, bahwa rata-rata skor prestasi literasi membaca siswa kelas IV di Indonesia berada di angka 405 atau bisa dibilang berada di bawah rata-rata skor internasional yang berada di angka 500. Indonesia sendiri saat ini berada di posisi 41 dari 45 negara berkembang lainnya di dunia. Namun Indonesia masih lebih baik dibandingkan empat negara di bawahnya yakni Qatar, Kuwait, Maroko,dan Afrika Selatan, tetapi tidak lebih baik dari 40 negara di atasnya.

Serangkaian hasil survey di atas menjadi sebuah ironi ketika pemerintah menerapkan PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, padahal fokus utama dari sekolah dasar adalah mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berhitung, dan berkomunikasi atau sering disebut juga dengan istilah literasi. Sedangkan jika hanya mengandalkan pemerintah saja untuk menuntaskan semua masalah pendidikan tampaknya hanya menjadi utopia semata. hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik, karena itu perlu adanya kontribusi dari berbagai pihak terutama dari sekolah selaku ujung tombak pendidikan yang menyentuh langsung para siswa.

Menjawab tantangan tersebut Komunitas Media Pembelajaran (KOMED) mengadakan Pelatihan Media Pembelajaran Literasi yang diadakan di Aula Eureka Erlangga, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (23-04) . Menggadang tema “Lebih Berdaya Bersama KOMED” 100 guru yang mengikuti pelatihan ini akan diberikan berbagai materi mumpuni untuk meningkatkan keterampilan mereka menciptakan inovasi  media pembelajaran literasi, sehingga produk yang dihasilkan mampu menjadi alat pendukung menuntasan masalah literasi di sekolah masing-masing.

Kali ini KOMED memboyong tiga trainer andalan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa antara lain Shirli Gumilang, Konsultan Sekolah Literasi Indonesia; Nurul Aeni, Konsultan Media Pembelajaran; dan Dedi Rahmat Hidayat, Koordinator KOMED Banten. Selama kurang lebih enam jam para peserta mengikuti kegiatan yang dibagi ke dalam tiga seksi yakni Pelatihan  Sekolah Cerdas Literasi, Pelatihan  Pembelajaran Berbasis Literasi, dan Workshop Membuat Media Pembelajaran Berbasis Literasi. Selama pelatihan berlangsung para peserta memperlihatkan antusiasme luar biasa, tak jarang mereka mengeluarkan beragam ide hebat untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat menjelaskan konsep literasi di tingkat sekolah dasar, dapat melakukan simulasi pembelajaran literasi, dan dapat mengembangkan produk media pembelajaran literasi mumpuni.

***

KOMED merupakan taman produktif bagi para guru yang tidak kenal lelah berkarya menghasilkan media pembelajaran berkualitas dan terus menerus meningkatkan kualitas mutu melalui beragam aktivitas serta pengayaan. Sepanjang 2014 hingga 2016 KOMED berkembang di Jabodetabek dan Banten, pada 2017  KOMED Bandung resmi didirikan. Perkembangan KOMED sangat pesat dan signifikan setiap tahunnya, banyak guru–guru yang tergabung dari beragam wilayah meminta agar KOMED dapat berkembang dan melakukan aktivitas pelatihan (tatap muka) diberbagai wilayah lainnya.  KOMED melakukan beragam aktivitas guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan, adapun aktivitas yang dilakukan secara rutin oleh KOMED antara lain: pelatihan, workshop, pembelajaran online dan riset media pembelajaran, dimana semua aktivitas tersebut menyasar pada anggota (guru) yang sudah tergabung. KOMED saat ini telah menghasilkan 200 produk media pembelajaran karya anggota. Dalam aplikasinya, KOMED selalu berupaya menebarkan kebermanfaatan program ini agar  berdampak luas pada semua penerima manfaat (guru), karena itu diperlukan upaya dari semua pihak dalam perluasan dampak tersebut, baik melalui upaya mandiri maupun sinergi dengan beragam pihak.

Komentar

komentar