KAWAN SLI: Teruslah Bertumbuh Duhai Kepala Sekolah, Sebarkan Terus Kebermanfaatan

KAWAN SLI: Teruslah Bertumbuh Duhai Kepala Sekolah, Sebarkan Terus Kebermanfaatan

Oleh: Irfa Ramadhani, KAWAN SLI Angkatan 3 penempatan Kulon Progo

 

Apa jadinya jika pohon memiliki akar yang tidak sehat? Batang, ranting, daun, buah, apa kabar kondisi mereka? Akankah semuanya sehat-sehat saja? Tentu tidak bukan? Mereka yang berada di atas permukaan tanah merupakan refleksi dari apa yang terdapat di dalamnya. Jika saja pohon kita analogikan sebagai sekolah/madrasah, maka guru, karyawan, siswa/i, ataupun sekolah/madrasah secara keseluruhan adalah refleksi dari kepala sekolah/madrasahnya.

 

 

Kepala sekolah/madrasah seumpama ‘akar’, sosok penentu kebijakan. Tidak secara mutlak memang, karena ia adalah kepanjangan tangan kebijakan pemerintah dan penghimpun beragam inisiasi dari setiap warga sekolah yang ada. Ya, berada di tengah-tengah kebijakan pemerintah dan kondisi realita mengasah mereka untuk terus menyelaraskan kebijakan antara keduanya.

 

 

Selanjutnya, setelah menentukan kebijakan dan menjaga keselarasan, mereka bertugas untuk mengomunikasikan dan membumikan rencana strategis kepada setiap warga sekolah/madrasah, memotivasi, serta membentuk tim yang solid dalam setiap perjalanannya. Sehingga semuanya dapat bahu membahu dalam menyongsong cita dan harap yang satu, “kemajuan sekolah/madrasah”.

 

 

Mungkin saja masih ada diantara warga sekolahnya yang terlelap dalam kenyamanan atau bahkan merasakan hidup dalam keterpaksaan. Mungkin saja masih ada yang saling menyalahkan atas ketidakpuasan dari proses pendidikan yang telah dilalui. Mungkin saja masih ada yang memandang bahwa pendidikan hanya pada aktivitas pembelajaran di kelas semata. Mungkin saja masih ada yang mencukupkan diri pada perolehan nilai-nilai tinggi dan limpahan prestasi sebagai  tujuan utamanya.

 

 

Bukankah proses pendidikan lebih dari itu? Tujuanya bukan hanya memunculkan output unggulan, tetapi outcome yang berkepanjangan. Bukan terbatas pada aktivitas pembelajaran di kelas, pendidikan terhampar pada seluruh lekukan proses pendidikan yang dilalui. Bukan hanya berfokus pada masa lalu, pendidikan juga mengenai  rancangan untuk meraih masa depan. Bukan nilai tinggi ataupun limpahan prestasi yang menjadi tujuan, melainkan bahagia dalam proses pembelajaran, keinginan untuk terus belajar (baik selama proses pendidikan di sekolah atau di luar sekolah), serta keinginan untuk dapat membagikan keilmuan yang telah didapatkan.

 

 

Terus merambatlah wahai kepala sekolah, cengkram keyakinanmu untuk menguatkan yang lain. Sehingga bertumbuh bersama untuk terus berkontribusi pada sesama.

 

 

Semoga “Pelatihan Metode Uswah” Sekolah Literasi Indonesia yang terlaksana di SDN Giripeni pada Selasa (7/01) Allah perkenankan menjadi bagian dari penguatan keteguhan para pemimpin sekolah/madrasah di Kulon Progo dan para konsultan relawan yang tergabung di dalamnya.

 

 

Komentar

komentar