KAWAN SLI: Sulut Terus Semangat Para Pendidik di Bima

KAWAN SLI: Sulut Terus Semangat Para Pendidik di Bima

Oleh: Nurcahyaning Samsi Pertiwi, KAWAN SLI penempatan Bima

 

Bima –  Kamis (23/12) Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) mengadakan outbond yang menyulut kehebohan dan semangat para peserta. Outbond ini dilaksanakan di lapangan SDN Inpres Cenggu yang diikuti oleh 25 peserta. Peserta merupakan Kepala dan guru dari 12 sekolah/madrasah yang mengikuti program pendampingan SLI.

 

Outbond dimulai pukul 8.30 WITA dengan melakukan pemanasan yang dipimpin oleh salah seorang peserta. Acara dilanjutkan dengan senam kewer-kewer yang dipandu oleh KAWAN Aya. Para peserta nampak antusias bergerak mengikuti irama musik dangdut yang mengiringi senam. Gelak tawa terdengar mana kala ada peserta yang tak sengaja bersenggolan dengan peserta lainnya.

 

Setelah senam. KAWAN memandu peserta untuk membentuk empat kelompok. Setiap kelompok diberikan waktu lima menit untuk membuat yel-yel. Kehebohan kembali terjadi tatkala adu yel-yel.

 

Masuk pada acara inti yaitu permainan. Pada kesempatan kali ini ada lima permainan yakni: menara gurita, harta karun berharga, sarung berantai, estafet air, dan voli balon. Pada permainan menara gurita peserta berlomba-lomba menyusun menara dari gelas plastik menggunakan karet yang telah diikat tali. Peserta dilarang menyentuh gelas menggunakan tangan. Peserta nampak serius saat menyusun menara, bahkan ada yang sampai duduk ditanah.

 

Permainan kedua adalah harta karun berharga. Setiap kelompok diberikan sedotan berjumlah empat. Kemudian mereka menyembunyikan sedotan tersebut. KAWAN meminta semua kelompok berbaris kembali lalu mereka ditugaskan untuk berpegang pada sebuah sarung kemudian bersama-sama mencari harta karun yang telah mereka sembunyikan. “Bagaimana cara mengambilnya ibu, saya menyembunyikannya diplafon,” celetuk Supardi disambut tawa oleh peserta lainnya.

 

Permainan selanjunya adalah sarung berantai. Pada permaianan ini peserta harus memindahkan sarung dari peserta satu ke peserta lainnya dengan tetap saling bergandeng tangan. Masing-masing kelompok berusaha memindahkan sarung secepat mungkin. Ditengah permainan ada salah satu peserta yang kesusahan untuk memindahkan sarung karena tersangkut di lehernya namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berusaha.

 

Pada permaianan estafet air KAWAN menyiapkan gelas yang telah dilubangi. Gelas tersebut digunakan untuk memindahkan air dari ember satu ke ember lainnya. Karena memindahkan air menggunakan gelas berlubang maka tak ayal jika baju yang dikenakan peserta menjadi basah.

 

“Atur posisi, atur stategi, jaga kekompakan, utamakan kejujuran,” begitulah jargon KAWAN Aya yang disampaikan berulang-ulang disetiap permainan.

 

Permainan terakhir adalah voli balon. KAWAN telah menyiapkan balon yang diisi air dan sarung untuk permainan ini. Aturan yang dipakai sebagaiman bermain voli pada umumnya. Hanya saja untuk bola voli diganti dengan balon berisi air sedangkan untuk mengoper bola menggunakan sarung. Meskipun permainan dilakukan dibawah terik matahari namun hal ini tidak menyurutkan semangat dari peserta.

 

“Seru sekali bisa bermain sekaligus bekerjasama dengan orang lain,” ungkap Budiman sambil mengelap keringatnya yang bercucuran.

 

Di akhir kegiatan KAWAN melakukan refleksi dari seluruh rangkaian permaianan yang telah dilaksanakan. Kegiatan outbond ini sebenarnya bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai Dompet Dhuafa yaitu Synergy Persistent Innovative caRe continuous Improvement Trustworthy (SPIRIT). Setelah mengetahui nilai-nilai tersebut diharapkan para peserta bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Komentar

komentar