KAWAN SLI: Saatnya Segarkan Kembali Semangat Para Guru Setelah Penilaian Akhir Semester

KAWAN SLI: Saatnya Segarkan Kembali Semangat Para Guru Setelah Penilaian Akhir Semester

 

Kulon Progo (MUSERA) – Guru dan karyawan MI Muhammadiyah Serangrejo mengikuti kegiatan Super Outbond yang diselenggarakan oleh Kawan (Konsultan Relawan) dari Dompet Dhuafa program Sekolah Literasi Indonesia, Rabu( 25/12). Outbond yang dilaksanakan di Goa Kiskendo, Girimulyo, Kulon Progo ini diikuti oleh guru dan karyawan dari 10 sekolah/madrasah dampingan Sekolah Literasi Indonesi.  Sepuluh sekolah/madrasah dampingan tersebut diantaranya SDN 1 Sentolo, SD Muh Girinyono, SDN Karangwuni, MI Muh Kenteng, SDN Giripeni, MIN 2 Kulon Progo, SD Muh Sidowayah, SDN 2 Sentolo, SDN 1 Kulwaru dan MI Muh Serangrejo.

 

 

Kegiatan diawali dengan apel pagi sekaligus pembukaan acara outbond oleh E. Satya Rahadi Kurniawan, S.Pd, Staf Kurikulum Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo. Dalam sambutannya, Aan (panggilan akrabnya) menghimbau kepada sekolah/madrasah dampingan agar dapat melaksanakan program ini dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan dan tujuan bersama yaitu meningkatkan kualitas kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran dan budaya sekolah yang berbasis literasi.

 

 

Super Outbond yang mengusung tema Internalisasi Nilai-Nilai Dompet Dhuafa Pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi guru dan karyawan antar sekolah/madrasah dampingan. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dari sekolah/madrasah yang berbeda, sehingga diharapkan dapat saling mengenal dan tujuan dari kegiatan dapat tercapai. “Ada beberapa nilai yang kami internalisasikan dalam setiap permainan, yakni Synergy (Sinergi), Persistence (Kegigihan), Inovatif (Pembaruan), Care (Kepedulian), Continous Improvemment (Usaha Berkelanjutan), dan Trustworthy (Terpercaya) yang disingkat dengan SPIRIT,” ungkap Irfa, tim dari Kawan.

 

 

“Saya senang sekali dengan adanya outbond sekolah dampingan SLI ini. selain sebagai sarana mempererat sinergi antar sekolah, hal ini juga bisa menjadi sarana refreshing bagi guru-guru setelah Penilaian Akhir Semester dan penyelesaian rapot siswa,” ungkap Istiqomah, S.Pd., salah satu guru model MI Muhammadiyah Serangrejo.

 

 

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala MI Muhammadiyah Serangrejo, Sumarsih, S.Pd.I, M.S.I. Sumarsih juga merasa senang dan berharap agar kegiatan-kegiatan yang sudah maupun belum dilaksanakan terkait dengan program Sekolah Literasi Indonesia ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan mewujudkan model sekolah/madrasah berbasis literasi yang berkualitas.

Komentar

komentar