KAWAN SLI: Permulaan untuk Berubah dengan Metode Uswah

KAWAN SLI: Permulaan untuk Berubah dengan Metode Uswah

Oleh: Inayatul Asmaiyah, KAWAN SLI Angkatan 3 penempatan Bima

 

Bima – Selasa (07/01) menjadi awal untuk sebuah perubahan bagi kepala sekolah di Kabupaten Bima, untuk pertama kalinya Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) mengadakan pelatihan dengan menggunakan Metode Uswah di  SDN Panda, Desa Panda Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.

 

 

Tujuan dari adanya pelatihan metode uswah ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan baru kepada kepala sekolah-kepala sekolah yang menginginkan perbaikan dan perubahan dalam dunia pendidikan, nah pengetahuan baru dan metode terbaik yang KAWAN SLI tawarkan adalah Metode Uswah.

 

 

Sebuah metode yang paling mudah digunakan untuk mengukur sampai di mana sebenarnya performa dari sebuah sekolah. Metode uswah merupakan produk dari laboratorium makmal pendidikan, Dompet Dhuafa Pendidikan yang terus mengalami perbaikan dan revisi untuk kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan.

 

 

Pelatihan Metode Uswah diikuti oleh lima belas orang, dua belas diantaranya adalah kepala sekolah dampingan dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Belo (SDN Inp. Cenggu, SDN Renda, MIN 1 Bima, SDN Inp. Lido, SDN Runggu dan MIS Roka) dan Palibelo (SDN Panda, SDN Tonggondoa, SDN Inp. 1 Ntonggu, MIS Nata, MIS Roi dan SDN Roi), tiga orang sisanya adalah Kawan SLI, Darfin (sesi satu) dan aku (sesi dua) bertugas sebagai pelatihan sedangkan mba Aya bertugas sebagai fasilitator. Sungguh di luar ekspektasi kami, kami tidak menyangka yang awalnya di jadwal pelatihan selesai jam 16.00 WITA, namun karena satu dua hal akhirnya molor sampai jam 17.00 WITA dan Alhamdulillah keduabelas kepala sekolah hebat ini masih kuat staminanya, sungguh sangat menyenangkan sekali dan menjadi penyulut bagi semangat kami yang mulai kendor karena rasa lelah, terkhusus buat aku pribadi. Tapi setelah melihat keantusiasan bapak dan ibu kepala sekolah, hilang sudah rasa lelah dan bahkan tidak berbekas.

 

 

Pelatihan pertama ini memang sudah selesai, namun ada satu yang tak pernah lepas dari benak kami Kawan SLI 3, yaitu pesan yang dititipkan bapak Nasaruddin, S.Pd, M.Pd (Kabid Dikdas Kab. Bima), perwakilan Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima dalam kegiatan launching program SLI, ia mengatakan jika mutu pendidikan Indonesia berada di urutan ke 69 dari 76 negara dunia. “Sungguh miris, untuk itu saling merangkul adalah cara terbaik untuk memperbaiki apa yang masih perlu perbaikan dalam dunia pendidikan, marilah kita ubah teori deskriptif (pasrah) dengan teori berkelanjutan,” tegasnya. Inilah pesan yang menjadi cambuk buat kita bertiga untuk terus menjaga semangat dan motivasi dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab yang berada di pundak kami.

 

Komentar

komentar