KAWAN SLI: Pentingnya Sekolah Melakukan Cara Ini Agar Sekolah Lebih Baik

KAWAN SLI: Pentingnya Sekolah Melakukan Cara Ini Agar Sekolah Lebih Baik

Oleh: Darfin KAWAN SLI penempatan Bima
Pada Selasa (07/01) Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) melaksanakan pengukuran performa sekolah dengan menggunakan Metode Uswah setelah sebelumnya kepala sekolah mengikuti pelatihan dan dikenalkan dengan konsep serta cara pengukuran performa sekolah dengan Metode Uswah. Sebagai proses awal pengukuran, SDN Panda menjadi sekolah pertama yang dilakukan pengukuran. Sebelum SDN Panda diukur terlebih dahulu mempersiapkan dokumen-dokumen fisik yang diperlukan seperti dokumen serta mempersiapkan kelengkapan lain yang dibutuhkan.
Bapak H. Fahri, Kepala MIN 1 Bima, didapuk sebagai observer dan KAWAN SLI sebagai Asesor untuk mengukur tiga ruang lingkup tersebut digunakan instrumen Metode Uswah. Dalam proses wawancara dengan kepala sekolah dan guru, ruang lingkup yang menjadi pertanyaan yaitu lingkup kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah.
Selama diwawancara observer para kepala sekolah ditanya seputar butir-butir dari kepemimpinan sekolah secara umum sudah terpenuhi oleh sekolah atau belum,  sedangkan KAWAN SLI juga menanyakan lebih dalam mengenai butir-butir tersebut lebih mendalam lagi. Pengukuran selanjutnya mengenai sistem pembelajaran dan budaya sekolah. KAWAN SLI melakukan observasi langsung terhadap guru dengan melihat proses pembelajaran di kelas dan wawancara dengan guru. Khusus siswa KAWAN melakukan pengukuran PETA TAKTI, menyisir semua sisi sekolah dengan melihat fisik seperti display kelas,  pencahayaan kelas, toilet, perpustakaan.
Di tahap akhir KAWAN SLI bersama kepala sekolah melaksanakn forum grup diskusi yang bertujuan mengklarifikasi hasil wawancara dan observasi serta menanyakan hal-hal lain yang belum jelas. Hasil pengukuran sekolah SDN Panda selanjutnya akan diolah dan diinput oleh KAWAN SLI ke dalam website Makmal Pendidikan untuk ditetapkan level sekolahnya. Level sekolah menurut Makmal Pendidikan terdiri dari level satu sampai lima, level lima adalah level sekolah model dan ini merupakan level sekolah terbaik, perbaikannya pun hanya pada sisi tertentu yang dianggap perlu sedangkan level 1 adalah sekolah yang masih perlu banyak perbaikan dari semua sisinya baik kepeimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah.

Komentar

komentar