KAWAN SLI: Misi Hari Guru Nasional yang Sukses

KAWAN SLI: Misi Hari Guru Nasional yang Sukses

 

 

 

Hari Guru Nasional tahun ini menjadi hari yang sangat berkesan bagi Konsultan Relawan (KAWAN) Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Kabupaten Asahan, karena kami diberi kesempatan untuk menghadiri perayaan ulang tahun PGRI yang ke-74 di gedung serbaguna GOR Kabupaten Asahan. Untuk sampai ke gedung serbaguna GOR Kabupaten Asahan memakan waktu lebih kurang tiga puluh menit. Berdasarkan surat edaran, acaranya dimulai pukul 08.00 WIB. Mengetahui hal itu kami memutuskan untuk berangkat lebih awal agar tidak terburu-terburu. Perayaan ulang tahun PGRI yang ke-74, dihadiri oleh bapak bupati beserta jajarannya, kepala dinas pendidikan beserta jajaranya, dan seluruh guru se-Kabupaten Asahan.

 

 

 

Beberapa acara yang diadakan oleh bupati Asahan kami selalu berusaha untuk menghadirinya. Suatu ketika, kami menghadiri acara penetapan posko kemenangan beliau di Air Joman dengan harapan, kami dapat memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan kami berada di Kabupaten Asahan secara langung. Akan tetapi, saya melihat terlalu banyak orang yang memiliki kepentingan pribadi, sehingga kami tidak memiliki ruang untuk menjalankan misi tersebut. Oleh sebab itu, kedatangan kami ke gedung serbaguna GOR Kabupaten Asahan tidak hanya ikut merayakan ulang tahun PGRI melainkan ada misi lain yaitu bertemu dengan orang nomor satu di Kabupaten Asahan yaitu bapak bupati dan kepala dinas pendidikan. Untuk mensukseskan misi tersebut tentu saja kami harus memiliki strategi. Salah satu strategi kami adalah menghubungi bapak sekretaris dinas pendidikan untuk meminta kesediaan beliau memberikan pesan untuk seluruh guru di Indonesia. Selain itu, kami menghubungi salah satu kepala sekolah yang sudah kami kenal baik di Air Joman yang merupakan salah panitia di acara tersebut. Kedua orang ini merupakan tiket untuk kami bisa masuk ke dalam gedung di lantai satu karena sebelumnya, kami mendapatkan posisi duduk di lantai dua.

 

 

Setelah berhasil memasuki gedung kami segera menemui kepala sekolah dan sekretaris dinas pendidikan. Kami menyampaikan tujuan kami, bahwa kami ingin membuat video tentang hari guru. Kami menyampaikan bahwa, dalam video tersebut ada pesan yang akan disampaikan oleh bupati, kepala dinas pendidikan, dan sekretaris dinas pendidikan. Dengan sigap pak sekdis mengantarkan kami kehadapan bupati dan kepala dinas yang sedang dikelilingi oleh beberapa wartawan. Namu pada saat itu, mereka meminta izin untuk melakukan wawancara sebentar. Pada saat menunggu mereka selesai wawancara, terdapat beberapa orang yang risih akan keberadaan kami dan menyuruh kami untuk pergi. Namun kami dengan santainya tetap berdiri tanpa bergeser satu langkahpun dan tidak mempedulikan omongan mereka. Setelah mereka selesai diwawancara, salah satu dari kami mendekati mereka untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan kami berada di kabupaten Asahan.

 

 

 

Kondisinya pada saat itu sangant ramai sehingga tidak memungkinkan untuk kami mengambil video di dalam gedung dan akhirnya kami hanya berfoto bersama dengan salam dua jari alias salam literasi. Tidak berakhir sampai di situ, kami pun mengganti strategi untuk mengambil vidio di luar gedung. Kami memutuskan untuk menunggu di luar gedung dan membagi peran. KAWAN Uthfia berperan untuk mencegat mereka berdua, KAWAN Via memegang kamera untuk mengambil video dan saya sendiri memegang gawai untuk mengambil gambar. Namun sayang, hanya kepala dinas pendidikan yang berhasil dicegat. Kami meminta izin kepada beliau untuk menyampaikan sepatah dua kata pada video kami. Beliau menyampaikan terima kasih kepada SLI sudah mau membantu meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Asahan.

 

Komentar

komentar