KAWAN SLI: Menjadi Guru Merupakan Tugas Mulia Namun Sulit

KAWAN SLI: Menjadi Guru Merupakan Tugas Mulia Namun Sulit

Pada Jumat (29/11) Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) Angkatan 3 penempatan Bima mengikuti upacara dalam memperingati HUT PGRI ke-74,  HUT Korpri ke-48 dan Hari Ikan Nasional ke-6 di Lapangan Kantor Bupati Bima. Upacara juga diikuti oleh kapolres bima,  danrem kabupaten bima, kadis dikbudpora kabupaten bima,  para eselon, kepala UPT tiap kecamatan, kepala sekolah, dan guru sekolah dasar di Kabupaten Bima.
Sebelum memulai upacara yang dilaksanakan di SDN  Kecamatan Palibelo, siswa siwi SDN PANDA menampilkan sebuah tarian untuk menghibur para tamu undangan.  Bupati bima sebagai pembina upacara menyampaikan amanat Presiden Republik Indonesia untuk HUT KORPRI “Terima kasih kepada Korpri yang sudah berjuang dipelosok negeri,  wilayah terisolasi dan terdepan untuk kemajuan bangsa”.
Indah Damayanti Putri, KAWAN SLI, menyampaikan kutipan dari Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa menjadi guru merupakan tugas mulia namun sulit. “Guru membentuk masa depan bangsa, tetapi banyak aturan bukan pertolongan, dan lebih banyak mengurus administrasi sekolah,  di sisi lain kurikulum menutup pintu petualangan sehingga anak tidak bisa belajar di lingkungan sekitar. Perubahan berawal dan berakhir dari guru, jangan tunggu aba-aba dan perintah, lakukan perubahan di kelas, lakukan perubahan kecil di kelas yaitu ajak siswa berdiskusi di dalam kelas bukan hanya mendengar, berilah kesempatan siswa mengajar di kelas, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan semua kelas,temukan bakat murid yang kurang percaya diri dan tawarkan bantuan kepada guru yg kesulitan. Jika kita melakukan hal ini kapal besar yang bernama Indonesia akan bergerak,” paparnya.
Setelah pelaksanaan upacara, KAWAN SLI didampingi kepala UPT Kecamatan Belo bertemu dengan orang nomor satu dan paling berpengaruh di Bima yaitu bupati dan wakil bupati Bima untuk bersilaturahmi dan memperkenalkan program dari SLI.
“SLI merupakan program dari Dompet Dhuafa Pendidikan yang bertujuan mewujudkan sekolah model berkualitas yang berkonsetrasi pada peningkatan kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah dengan kekhasan literasi melalui pelatihan kepala sekolah,  pendampingan, dan konsultasi selama setahun dan enam bulan pertama untuk sembilan sampai dua belas SD,” tutur KAWAN Darfin.

Komentar

komentar