KAWAN SLI Kenalkan Pentingnya Melakukan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di MI Al-Ikhlas

KAWAN SLI Kenalkan Pentingnya Melakukan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di MI Al-Ikhlas

Bogor – Sekolah Literasi Indonesia (SLI) diinisiasi untuk mewujudkan sekolah berbasis masyarakat yang berkonsentrasi pada peningkatan kualitas sistem instruksional (pembelajaran) dan pengembangan kultur sekolah, mencuci tangan salah satunya.
Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun untuk memutuskan mata rantai kuman. Mencuci tangan dengan sabun dikenal  sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit. Hal ini dilakukan karena tangan seringkali menjadi media pembawa kuman penyakit, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (menggunakan permukaan-permukaan lain seperti handuk, gelas).
Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok usia yang rawan akan penularan penyakit. Kebiasaan kurang menjaga kebersihan dan sering kali makan jajanan di pinggir jalan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu membuat mereka sangat mudah terserang penyakit, dari sakit yang ringan hingga berat. Jika terus dibiarkan tanpa adanya perbaikan maka akan menjadi kebiasaan kurang baik, inilah yang menjadi dasar keprihatinan dari Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) untuk melakukan praktik sekaligus gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun bersama siswa-siswi Kelas 4,5, dan 6 MI Al-Ikhlas Kampung Gunung Putri Desa Sukatani pada Rabu, 01 Agustus 2018.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh KAWAN Hajra melalui apersepsi guna menggali pengalaman dan pemahaman siswa mengenai Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Hajra turut memaparkan tata cara mencuci tangan yang baik. Dalam praktik dan gerakan CTPS ini, ia menjadi pemateri tunggal sehingga praktik berfokus dari komando yang diberikan. Siswa kelas 4,5 dan 6  MI Al-Ikhlas sangat aktif dan antusias selama kegiatan berlagsung, hal tersebut terlihat dari keaktifan mereka dalam memberikan respon. Tidak lupa setelah memberikan penjelasan tentang CTPS, Hajra memberikan ice breaking untuk membuat siswa tidak jenuh dengan memberikan yel-yel CTPS. Baru setelahnya, siswa diajak untuk mempraktikkan CTPS sesuai dengan aturan yang telah dijelaskan di dalam ruangan.
Bapak Asep, Wakil Kepala Sekolah MI Al-Ikhlas mengatakan jika praktik dan gerakan CTPS memang sangat diperlukan oleh para siswa agar menjadi sebuah kebiasaan baik sejak dini. Kami berharap ke depannya para siswa akan terbiasa hidup bersih dan bisa terhindar dari penyakit.

Komentar

komentar