KAWAN SLI: Ceruk Ilmu Bermanfaat Tanpa Perlu Keluar Biaya

KAWAN SLI: Ceruk Ilmu Bermanfaat Tanpa Perlu Keluar Biaya

By: Yuyun Kurniawati, KAWAN SLI Angkatan 3 penempatan Kota Semarang

 

Semarang –  Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) Semarang  melaksanakan kegiatan Pelatihan Program Khas Literasi di Aula Gedung Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, kegiatan ini merupakan rangkaian program literasi dari Dompet Dhuafa Pendidikan yang bekerjasama dengan pemerintah Kota Semarang.

 

Tujuan dari kegiatan pelatihan khas literasi ini adalah memahami pelaksanaan kegiatan literasi (literasi terpadu) serta mampu membuat program literasi di sekolah maupun di masyarakat. Hal ini sesuai dengan definisi yang telah disebutkan oleh Dompet Dhuafa Pendidikan, yakni menjadikan sekolah dan madrasah unggul dan mampu menerapkan program khas literasi. Selain itu, melalui kegiatan program khas literasi ini, para peserta diharapkan bisa mengimplementasikan peningkatan budaya membaca, menulis, dan berkomunikasi dengan menerapkan program Ceruk Ilmu atau Pojok Baca yang telah disediakan oleh panitia penyelenggara di ruang kelas maupun ruang guru.

 

Yuyun Kurniawati, KAWAN SLI yang bertindak sebagai pemandu kegiatan kala itu menuturkan jika sejatinya seorang pengajar harus memberikan pengarahan tentang pentingnya budaya literasi di sekolah, baik untuk siswa maupun masyarakat.

 

“Ada dua jenis program yang kami sampaikan kepada peserta pelatihan mengenai program khas literasi siswa dan program khas literasi guru. Fokus program khas literasi siswa mengenai ceruk ilmu siswa yang memiliki prinsip Visitabilitas, Konten, Record dan terprogram, kedua Program Perpustakaan, literasi karakter. Sedangkan fokus program khas literasi guru mengenai ceruk ilmu guru, kronik guru, learning community, pembiasaan literasi, kelas menulis dan guru trainer,” ujar Yuyun.

 

Pelatihan program khas literasi diikuti dua belas kepala sekolah dan madrasah serta dua guru model dari setiap sekolah di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Semua peserta pelatihan sangat mendukung adanya program khas literasi yang lain seperti Peta Taktis yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswamengenai literasi berdasarkan tiga komponen yakni membaca, menulis, dan berkomunikasi.

 

Program khas literasi yang telah dipaparkan saat pelatihan salah satunya ceruk ilmu/pojok baca yang nantinya bisa diterapkan di setiap kelas maupun ruang guru dan kepala sekolah/madrasah supaya siswa, guru, dan wali murid bisa berpartisipasi meningkatkan budaya literasi semaksimal mungkin tanpa mengeluarkan biaya maupun anggaran.

Komentar

komentar