KAWAN SLI: Capai Tujuan Bersama Agar Sekolah Lebih Baik

KAWAN SLI: Capai Tujuan Bersama Agar Sekolah Lebih Baik

Oleh: Nur Husni KAWAN SLI 3 penempatan Kota Semarang

 

 

Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) Kota Semarang adakan pelatihan SSD (School Strategic Discussion) di aula kantor Kecamatan Tembalang. Kegiatan yang diikuti oleh dua belas kepala sekolah/madrasah yang menjadi sekolah dampingan SLI, difokuskan pada metode penyusunan rencana pengembangan strategis sekolah melalui diskusi partisipatif melibatkan semua elemen-elemen pendidikan yang terkait dengan sekolah. Tahapan pelaksanaan SSD ini adalah pemetaan sekolah, analisis kondisi, alternatif solusi, langkah perbaikan dan komitmen bersama.

 

 

KAWAN Husni mengatakan jika KAWAN SLI mencoba mengkolaborasikan antara pengimplementasian sistem sekolah dengan Metode Uswah. “Kegiatan ini merupakan lanjutan dari sesi sebelumnya, karena itu kepala sekolah/madrasah kembali diminta untuk membuka instrumen pengukuran Metode Uswah,” jelasnya.

 

 

Kepala sekolah/madrasah diminta untuk menuliskan serta menggambarkan mimpi mereka masing-masing di dalam sebuah kertas HVS. Kemudian kepala sekolah secara bergantian maju ke depan menyampaikan apa mimpi yang telah mereka tuliskan. Berbagai mimpi dan keinginan kepala sekolah/madrasah untuk memajukan sekolah/madrasah yang sedang mereka pimpin. “Setelah mengetahui mimpi masing-masing, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok yakni kelompok kepemimpinan, kelompok sistem pembelajaran, dan kelompok budaya sekolah. Kepala sekolah kami berikan waktu beberapa menit untuk membaca dan menganalisis cerita yang sudah dibagikan lalu mengisikan kondisi sekolah yang diceritakan kedalam tools penilaian metode uswah untuk kepala sekolah/madrasah,” kata KAWAN HUSNI. Menurutnya sesi ini penting bagi kepala sekolah/madrasah agar mereka paham kondisi riil di lapangan.

 

 

Setelah mengetahui kondisi riil di lapangan kepala sekolah/madrasah diminta mencari masalah yang paling krusial dari cerita yang telah mereka analisis, setelah mengetahui akar permasalahan kepala sekolah/madrasah mencari dan menentukan solusi permasalahan dari akar permasalahan yang telah ditetapkan. “Kami mengajak para kepala sekolah/madrasah menentukan langkah perbaikan dengan menyusun secara detail pelaksanaan dari solusi yang sudah ditetapkan dan membuat komitmen bersama agar semua program yang dibuat bisa disepakati,” papar KAWAN Husni.

Komentar

komentar