KAWAN SLI: Bungan-Bungaan Penuh Makna

 

Pembahasan pembangunan literasi sedang hangat dibahas, padahal konsep literasi sendiri sangatlah luas. Saat ini pula pemerintah sedang gencar-gencarnya meningkatkan literasi dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi terutama bidang pendidikan.

 

Kegiatan literasi yang sudah diterapkan di sekolah, apakah hanya membaca buku 15 menit atau masih ada yang lainnya. Apakah kegiatan seperti itu cukup dan dapat meningkatkan kemampuan berliterasi anak-anak. ataukah memang masih ada kebingungan dalam pengembangan implementasi kegiatan literasi disekolah.

 

KAWAN SLI Halmahera Selatan memberikan terobosan baru untuk sebelas orang kepala sekolah dampingan dan 22 orang guru perwakilan dari setiap sekolah. Pelatihan tersebut diadakan di salah satu sekolah dampingan dengan konsep bersenang-senang. Pelatihan yang diberikan adalah pelatihan FLA (Fun Literacy Activity) “FLA atau aktivitas literasi yang menyenangkan, bagaimana kita bisa menciptakan kegiatan yang mengandung nilai–nilai litarasi yang menyenangkan bagi anak-anak. Jadi FLA merupakan sebuah kegiatan yang mengandung unsur literasi, yang terkonsep dalam bentuk permainan,” ujar Pelangi.

 

Di awali dengan menanyakan tantangan yang dirasakan oleh guru-guru maupun sekolah dalam melakukan kegiatan literasi. Setelah itu, memperlihatkan alasan mengapa kita perlu meningkatkan kemampuan literasi pada peserta didik kita. Karena, ternyata pada saat ini berdasarkan hasil survei dari Central Connecticut State University in New Britain. Indonesia berada pada peringkat ke-2 dari yang terbawah di rangking dunia. Berdasarkan hal tersebut SLI bersama dengan KAWAN berusaha untuk bisa meningkatkan literasi pada peserta didik kita.

 

Merasa belum cukup dengan pemaparan yang telah diberikan, kemudian dilanjutkan dengan sesi Bersenang-senang, dimana para peserta diberikan waktu untuk membuat dan mempraktekkan beberapa contoh kegitan literasi yang sudah diberikan seperti Bunga Kata (permainan yang mengasah kemampuan siswa dalam mengena huruh dan membaca kata), Bungan huruf (permainan yang mengasah kemampuan siswa dalam membuat kalimat dan menyusun kalimat menjadi sebuah cerita), dan Walking Story (mengasah kemampuan berbicara, memperbanyak kosakata, kepercayaan diri siswa dalam bercerita). Dan tidak hanya itu dengan kegiatan seperti ini kita juga dapat meningkatkan kreatifitas yang dimiliki oleh parah pendidik. Serta diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan nya disekolah masing-masing.

Komentar

komentar