KAWAN SLI: Alasan Kenapa Kita Harus Mengukur Performa Sekolah

KAWAN SLI: Alasan Kenapa Kita Harus Mengukur Performa Sekolah

Oleh : Alivia Choirun Nisak  KAWAN SLI Angkatan 3 penempatan Asahan

 

Sekolah merupakan wadah pemaknaan pendidikan bagi seorang anak setelah pendidikan di dalam keluarga. Sekolah juga menjadi tempat pembentukan karakter anak agar kelak ia bisa menjadi kebanggaan bangsa. Tapi apakah sekolah sudah memaknai pendidikan sebenarnya? Lalu, apakah ada sekolah yang belum mampu memaknai pendidikan yang dimaksud?

 

 

Menurut Rodrigo Chaves, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, dilansir dari cnnindonesia.com, kualitas pendidikan rendah tercermin dari peringkat Indonesia yang masih berada di posisi tertinggi dari negara-negara tetangga. Indikator peringkat kualitas pendidikan ini tercermin dalam jumlah kasus buta huruf.

 

 

Lagi-lagi data berbicara bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah, menyiratkan pemaknaan pendidikan dalam sekolah belum mampu dirasakan. Sebagai bangsa (yang katanya) berjiwa nasionalis, apa yang bisa kita kontribusikan dalam dunia pendidikan? Pengukuran performa sekolah jawabannya.

 

 

Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) menggembleng punggawa sekolah agar mampu menjembatani harapan dan tujuan sekolah melalui penggunaan Metode Uswah. Pengukuran tersebut dilakukan bukan untuk mencari kesalahan sekolah, melainkan untuk mencari hal yang perlu dikembangkan dalam pengelolaan sekolah. Pengukuran performa sekolah perlu dilakukan supaya sekolah tahu langkah cerdas apa yang perlu dilakukan. Dengan menggunakan Metode Uswah, observasi performa sekolah menjadi lebih mudah dilakukan.

 

 

Brubah menjadi lebih baik, itulah yang diajarkan Allah kepada umatnya. Seperti yang termaktub dalam QS. Ar Ra’d: 11 yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.

 

Komentar

komentar