Juku Card dan Denah Kecamatanku

Meski hari mendung dan kurang mendukung, dua puluh satu guru dari beragam SD/MI Kab. Bogor tak surut semangat melangkahkan kaki ke Pusat Sumber Belajar Dompet Dhuafa pada Sabtu, 20 Februari 2016, PSB yang biasanya sepi mulai ramai saat waktu menunjukkan pukul satu siang , guru – guru mulai berdatangan dengan penuh semangat, satu dua orang diantara mereka tampak kelelahan karena aktivitas pagi yang padat di sekolahan, namun terlihat jelas motivasi belajar yang tidak kenal lelah dan waktu.

Menghadiri “Workshop Membuat Media Pembelajaran Juku (Jumlah Kurang) Card dan Denah Kecamatanku “ itulah tujuan mereka berkumpul saat itu, mereka ingin belajar dari sesama rekan guru bagaimana membuat sebuah media yang efektif, murah dan menyenangkan.

Guru mulai serius saat mendengarkan presentasi media pembelajaran Juku Card yang disampaikan oleh bu Widati yang merupakan salah satu anggota kOMED dari SDN Putat Nutug 04 kec. Ciseeng , Juku (Jumlah Kurang) card merupakan media pembelajaran sederhana dan murah terbuat dari bahan karton dengan modal biaya kurang dari Rp. 5000, namun media ini disulap semenarik mungkin dengan menciptakan aturan permainan seperti anak – anak bermain kartu. “Sedih sekali menerima kenyataan bahwa anak – anak kelas 4 SD kesulitan belajar matematika terutama belajar bilangan positif dan negatif”, ujar bu widati. Alasan itulah yang kemudian melatar belakangi pembuatan Juku Card.

77% bahan Juku Card berkategori layak, dari segi tampilan menurut responden terdapat di kategori sangat layak dengan nilai 90%, dari segi peran mencapai angkai 91 % artinya sangat layak, sedangkan dari segi harga mencapai angka 100 %, sangat layak. Data tersebut diambil dari riset uji kelayakan yang dilakukan di 3 sekolah yaitu SDN Karikhil 02, SDN Bambu Kuning dan SDN Baitunnisa, responden merupakan siswa kelas 4 dan guru kelas 4, dengan total jumlah 81 responden , riset tersebut dilakukan pada tanggal 16 – 18 Februari 2016. Secara umum Juku Card memberikan dampak yang cukup siginifikan pada hasil belajar siswa, terlihat dari hasil evaluasi siswa yang meningkat, begitu juga dengan motivasi siswa, siswa sangat semangat dan antusias selama pembelajaran ketika menggunakan Juku Card.

Semangat tidak hanya berhenti pada siswa, guru – guru yang mengikuti workshop juga tambah semangat untuk membuat reflikasi Juku Card, mereka mulai menggunting karton dan membuat permainan kartu yang disesuaikan dengan materi pelajaran yang mereka ajarkan di kelas.

Media “Denah kecamatanku” yang dipresentasikan oleh bu Euis Fitriyah juga tidak kalah menarik, bu Euis merupakan salah satu guru di SDS Baitunnisa Kec. Ciseeng. Denah Kecamatanku merupakan media yang dibuat untuk mempermudah guru menyampaikan materi bahasa Indonesia dan IPS materi arah mata angin, dengan media ini siswa dapat melihat model nyata sebuah kecamatan melalui miniature kecil yang menarik.

Hasi dari riset uji kelayakan untuk media “Denah Kecamatanku” yang diujikan di 2 sekolah dengan 80 responden siswa dan guru kelas 4, terdapat presentase 69% untuk kategori bahan yang artinya media ini layak digunakan, 76% dari indikator tampilan berkategori layak dan 88% media tersebut sangat layak menurut indikator peran. Dengan media “Denah Kecamatanku” siswa seolah – olah bisa melihat bagaimana keadaan tata kecamatannya dari jarak dekat, mereka bisa belajar secara real letak – letak dan arah gedung satu dengan gedung lainnya. Tak ayal lagi, media ini juga memberikan inspirasi bagi guru – guru lain yang ikut di workshop tersebut.

Workshop berjalan dengan lancar dan riang dari awal hingga akhir, sebuah nyanyian motivasi yang dipersembahkan oleh bu Euis Fitriyah mengakhiri pertemuan workshop saat itu.

“aku percaya…aku pasti bisa…bi-sa

Akupun tahu aku pasti bisa…bi-sa

Asalkan berusaha jangan lupa berdo’a

Aku…pasti bisa

Bisa..bisa…yess”

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.