Jiwa Muda Meski Telah Menua

Badan boleh tua, namun semangat tetap muda, itulah ungkapan untuk membangun semangat dan motivasi dalam hidup. Inipun ternyata berlaku bagi seorang guru yang saya kenal dekat saat ini, bapak Wawan. Meski sudah berkepala lima, beliau masih tetap giat dan semangat datang ke sekolah setiap hari. seolah tidak lelah dan cape ketika harus berjalan kurang lebih tiga kilometer dari rumahnya selama lebih dari 27 tahun. Suka dan duka dalam mendidik generasi bangsa selalu beliau lalui dengan penuh semangat dan sabar.

 

Telah banyak beliau luluskan siswa-siswi berprestasi dari sekolah ini. Satu persatu para lulusannya menjadi manusia yang bermanfaat, seperti seorang siswa didiknya menjadi guru di sekolah tempat beliau mengajar saat ini. Ada pula siswa didiknya menjadi pengusaha dan pedagang,kadang pula sesekali waktu, para siswa didiknya yang sudah masuk smp berkunjung ke sekolah untuk sharing tentang pelajaran dengan beliau, dan beliaupun ladeni dengan senyum dan sabar.

 

Sosok guru yang tidak mengenal lelah dan mau berubah seakan jarang pada saat ini. Di lain tempat, kita menyaksikan prilaku para oknum Oemar Bakri memperlakukan anak didiknya secara tidak manusiawi. Salah satu kasus yang menimpa para siswa yakni pencabulan yang dilakukan oknum guru, seolah mereka tidak pernah berkaca bahwa mereka adalah para pendidik yang dengan ilmu dan arahannya bisa mengubah pula arah dan gerak bangsa ini ke depan. Maka, kita tidak heran jika banyak sekali para pejabat saat ini justru lebih banyak melanggar aturan yang mereka buat daripada menegakkannya.

 

Hampir di setiap sendi kehidupan di negeri ini tidak lepas dari korupsi. Seolah sudah menjadi budaya bagi bangsa ini. Dan mungkin tanpa korupsi bangsa ini tidak akan terkenal. Karena bisa jadi dengan korupsi bangsa ini menjadi terkenal di dunia, meski dengan label buruk. Para pembuat kebijakan di negeri ini seakan segan untuk segera menutup lubang korupsi di segala sendi kehidupan. Mereka pun seolah nyaman dengan berkorupsi, bahkan secara berjamaah. Dalam media, kita menyaksikan lambaian dan senyuman para koruptor yang seolah mengejek rakyat Indonesia karena mudah dibodohi .

 

Fenomena di atas mungkin tidak akan terjadi jika para guru pun memberikan keteladanan dan  sikap yang bijak dalam mendidik para siswanya. Guru merupakan kunci kemajuan peradaban bangsa ini. Bangsa yang rindu akan keadilan, rindu akan kesejahteraan, rindu akan keamanan dan kedaulatan serta terbebas dari penderitaan yang diakibatkan oleh penjajahan bangsa sendiri.

 

Para guru yang memiliki mental baja dan semangat kerja keras yang tinggi seperti beliau memang sangat langka. Namun, beliau sudah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kejujuran yang ditanamkan pada para siswanya telah membuat sebagain siswa didiknya menjadi manusia yang bermanfaat. Guru adalah kunci pembangunan manusia Indonesia, tanpa guru yang inspiratif dan cerdas, mungkin bangsa ini akan mengukir kembali prestasi buruk di mata dunia, semoga hal itu tidak terjadi. Karena dari sebuah desa kecil pinggiran kota Bandung, masih ada sesosok guru yang arif dan bijak serta semangat dalam mendidik para tunas bangsa.

 

Generasi muda pun sepantasnya harus meniru semangat muda beliau, meski sudah berkepala lima, namun masih memiliki semangat muda dalam berkarya dan mengabdi untuk bangsa ini, merdeka!

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.