Ikhtiar Memelopori Kebersihan Sekolah

Pagi hari yang cerah itu seluruh siswa kelas 6 SDN 02 Pematang Tiga berkumpul di ruangan kelas. Mereka bersiap-siap melakukan kegiatan pekanan: membersihkan kelas. Mereka membawa peralatan sapu, cangkul, sabit, dan parang.

Kegiatan ini saya rutinkan untuk siswa kelas 6 agar mereka mengenali keadaan lingkungan sekolahnya. Saya ingin melatih kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan sekaligus merawat lingkungan sekolah. Sebuah upaya tidak mudah mengingat kebiasaan warga sekolah membuang sampah bukan pada tempatnya masih sering ditemukan.

Sebenarnya bukan hanya saya pribadi yang menginginkan adanya perubahan di sekolah. Dewan guru, kepala sekolah, dan peserta didik pun sebenarnya menginginkan hal yang sama. Lingkungan sekolah yang bersih menjadi harapan saya seusai mengikuti kunjungan di salah satu SD inti yang terletak di Kabupaten Bengkulu. Saat melihat sekolah tersebut, perasaan saya takjub dan terkesan, sungguh bersih dan asri sekolah itu. Seandainya sekolah saya bisa seperti ini, alangkah bahagia warga sekolah. Demikian bersitan di pikiran saya kala itu.

Agar keinginan tercapai, saya tidak ingin hanya berangan-angan. Saya mencoba memperbaiki kelas saya dulu. Adapun cara yang pertama saya lakukan adalah membuat piket kebersihan kelas. Setiap siswa diberikan kelompok piket dari Senin sampai Sabtu, dan setiap siswa mendapat jadwal piket yang telah saya tentukan. Bagi siswa yang melanggar atau tidak piket tepat waktu akan diberikan sanksi untuk mengambil sampah yang ada di lingkungan sekolah. Setelah tampak bersih, barulah siswa tersebut diperbolehkan masuk ke kelas. Puji syukur, dengan langkah ini para siswa tahu kewajiban untuk menjaga kebersihan ruangan kelasnya.

Saya berharap, kegiatan semacam ini menjadi suatu karakter yang ada di sekolah kami, yaitu kebiasaan bagi warga sekolah untuk menjalankan kegiatan kebersihan lingkungan sekolah. Puji syukur, kegiatan ini pun berlangsung efektif ketika ada Program Pendampingan Sekolah dari Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Kami mendapatkan program Sekolah

Ramah Hijau yang selaras dengan keinginan saya selama ini. Ringkasnya, program kebersihan yang selama ini saya harapkan, dapat berjalan baik. Yang menggembirakan, para guru dan wali murid pun turut andil dalam kegiatan kebersihan sekolah.

Yang juga menyenangkan hati ini adalah para siswa juga tergerak untuk menjadikan sekolahnya dengan penuh warna. Para siswa tampak bersemangat untuk membawa apa-apa yang telah kami perintah; ada yang membawa bunga, rumput, atau peralatan yang digunakan untuk kebersihan sekolah. Mereka bahkan sering meminta saya untuk mengajarkan cara menanam bunga. Mereka ingin sekali bunga-bunga yang mereka tanam bisa tumbuh segar.

Atas segala perubahan yang ada ini, saya sungguh terharu sekaligus bangga. Terima kasih, Anak-anakku! Terima kasih juga atas kerja sama semua warga sekolah, dan tentunya Makmal Pendidikan.

 

Popi Markulis

Guru Sekolah Cerdas Literasi SDN 02 Pematang Tiga, Bengkulu Tengah, Bengkulu

Komentar

komentar