Hasil Tiga Tahun Pendampingan

Hampir empat tahun sudah saya menjadi kepala SDN 40 Pangkalpinang (Bangka Belitung).

Banyak sekali suka duka saya lewati di sini. Bahkan saya hampir saja menyerah di awal, dengan berniat mengembalikan surat keputusan saya sebagai kepala sekolah. Menyedihkan sekali kondisi sekolah ini. Dari segi fisik bangunan saja sudah begitu mengenaskan.

Beberapa bulan menjadi kepala sekolah, setiap hari saya selalu berdoa untuk hadirnya perubahan. Jawaban atas doa-doa saya justru sebuah ‘teror’ melalui telepon. Ya, setiap hari saya ‘diteror’ oleh penelepon yang mengaku berasal dari Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa yang berencana menawarkan bantuan untuk sekolah. Berbagai pertanyaan dilontarkan kepada saya. Saya semakin ketakutan, dan akhirnya meminta bantuan pihak Dinas Pendidikan.

Pihak dinas menyuruh saya untuk tetap tenang, dan mengikuti apa yang dikatakan oleh penelepon gelap tersebut. Apabila saya disuruh untuk mengeluarkan sejumlah biaya, saya tidak boleh menurutinya. Setelah beberapa waktu saya mendapatkan ‘teror’ tersebut, akhirnya ada titik terang. Rencana bantuan itu memang benar adanya.

Tidak lama kemudian sekolah kami pun dipugar. Beberapa kelas diperbaiki dan dicat ulang; meja dan kursi diperbaiki; perpustakaan sekolah dibangun; kamar mandi diperbarui; halaman sekolah dipasang paving block sehingga tampak bersih, indah, dan nyaman. Tidak hanya fisik sekolah, berbagai bantuan pun kami terima, termasuk juga kehadiran Pendamping Sekolah. Pihak Dompet Dhuafa, melalui Makmal Pendidikan, mengirimkan seorang pendamping untuk meningkatkan kualitas guru dan sekolah kami.

Tiga tahun sudah berlalu, tiga orang Pendamping Sekolah silih berganti men-dampingi sekolah ini. Berbagai perubahan untuk menjadi lebih baik telah terjadi di SDN 40 Pangkalpinang ini. Berbagai suka duka dilalui untuk perubahan. Mulai dari perubahan kedisiplinan guru dan siswa, pembuatan kelompok kerja sekolah yang diadaptasi dari sebuah sekolah di Bogor hasil studi banding dua guru kami, hingga keberadaan ceruk ilmu di setiap kelas. Bila awalnya hanya khusus siswa, kini ada ceruk ilmu untuk guru yang berisi buku-buku penambah wawasan mengajar.

Selain itu, Makmal Pendidikan rutin memberikan pelatihan bagi guru-guru. Pendamping Sekolah tekun memberikan bimbingan kepada guru-guru untuk menulis. Hasilnya, tulisan guru-guru SDN 40 Pangkalpinang ikut berpartisipasi dalam buku-buku yang diterbitkan oleh Makmal Pendidikan. Begitu juga dengan kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang berjalan dengan baik berkat dukungan Pendamping Sekolah, mulai tahun pertama hingga tahun ketiga. Bahkan sekarang semakin berkembang, selain Pramuka dan tari, kami mempunyai grup hadrah sendiri yang siap diundang untuk tampil. Sekolah juga memiliki kekhasan baru berupa penanaman sayur dengan sistem hidroponik.

Awal bertugas awal di sini, saya merasakan betul sekolah kami dipandang sebelah mata. Tidak banyak orangtua yang mau menyekolahkan putra-putrinya di sini. Tapi, sekarang semuanya berubah. Kini setiap tahunnya orangtua berebut untuk mendaftarkan anaknya di SDN 40 Pangkalpinang. Dengan terpaksa sekolah menolak beberapa calon siswa karena kuota yang sudah penuh. Begitu juga dengan lulusan sekolah ini, sekarang hampir seluruhnya dapat diterima di sekolah negeri.

Berbicara tentang lulusan, banyak sekali kendala yang saya dan juga wali kelas 6 hadapi. Selain kebijakan pemerintah yang terus berganti, kendala dari siswa sering kali bermunculan. Mulai dari nilai siswa yang belum memadai hingga siswa yang masih sering membolos. Berbagai upaya telah kami lakukan bersama. Mulai dari memberikan les tambahan untuk mempersiapkan mereka menghadapi Ujian Nasional, mengadakan try out sekolah berkali-kali, hingga memanggil orangtua siswa untuk mengingatkan pentingnya kerja sama dengan sekolah dalam mengawasi dan mendampingi putra-putrinya di rumah. Semua usaha ini membuahkan hasil. Seluruh siswa SDN 40 Pangkalpinang berhasil lulus dengan hasil yang cukup baik walau belum menjadi yang terbaik.

Ke depan kendala dan rintangan pasti masih banyak. Yang sudah jelas adalah kemunculan warnet-warnet, yang sering memunculkan masalah karena membuat sebagian siswa kami malas belajar. Namun, kami percaya, permasalahan yang ada tidak ada yang tidak bisa teratasi. Pendampingan selama tiga tahun memberikan banyak pengetahuan untuk diterapkan, salah satunya ketika muncul gangguan dari lingkungan sekitar sekolah.

Terima kasih saya ucapkan kepada Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa yang banyak membantu kami selama ini. Semoga setelah program pendampingan ini berakhir, SDN 40 Pangkalpinang mampu mandiri dan semakin berkembang setiap tahunnya.

 

Marlaili

Kepala SDN 40 Pangkalpinang (Bangka Belitung) dan Pendamping Sekolah Cerdas Literasi

Komentar

komentar