Hari Pertama Sekolah di Sekolah Tapal Batas

Oleh: Shalipp Sanri Geofano
Guru Konsultan Sekolah Literasi Indonesia Makmal Pendidikan

IMG-20160719-WA0000

Hari Pertama Sekolah. Pak Menteri Pendidikan telah memberikan arahan agar orang tua untuk dapat mengantar anaknya di sekolah. Sontak seluruh rakyat Indonesia berbondong-bondong ke sekolah untuk mengantarkan anaknya ke sekolah. Begitu terharu aku melihat seorang anak memegang tangan orang tuanya, melangkah bersama-sama memasuki halaman sekolah dan mencium tangan orang tuanya sambil mengucapkan salam terima kasih karena telah mengantarkannya ke sekolah.

Begitupun yang terjadi pada siswa #SekolahTapalBatas . Beberapa anak yang tinggal di Sebatik Indonesia diantarkan oleh orang tua mereka. Tapi tidak semua bisa ke sekolah dengan diantar, sebut saja Aidil dan beberapa kawannya. Abangnya hanya dapat mengantarkannya sampai di perbatasan karena jalan yang dilewati sangat berlumpur, motor mereka tak dapat melintasi perbatasan. Ditambah lagi sang Abang harus secepatnya kembali ke Kongsi untuk masuk bekerja sebagai buruh sawit. Surat dari pak Menteri tampaknya tidak berlaku untuk para TKI di Sebatik Malaysia yang menyekolahkan anaknya di Sebatik Indonesia. Seperti biasa, si kecil Aidil yang baru naik kelas 2 MI di hari pertamanya sekolah harus berjalan kaki pulang pergi. Begitupun dengan beberapa temannya yang tinggal di Sebatik Malaysia.

Kalau boleh mewakili, saya ingin mengucapkan permohonan maaf kepada pak Menteri karena para TKI di Sebatik Malaysia tak dapat mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah. Bukanya tidak mau atau tak mengindahkan perintah dari pak Menteri. Tapi kondisi buruh TKI tak memungkinkan untuk mengantar di hari pertama sekolah. Mungkin surat dari pak Menteri tak sampai ke pimpinan kami.

#MembentangKebaikan
#YPnDD
#SekolahLiterasiIndonesia
#TimSebatik

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.