Hari Pertama Masuk Sekolah

Oleh: Yusuf Budiman, S.Pd. – Guru KOMED

 

Back to school, bacaan yang sering kita temui di toko-toko perlengkapan sekolah. Baik di toko seragam, sepatu, dan perlengkapan lainnya. Betul sekali, ini merupakan pertanda akan segera dimulainya kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah di negeri Indonesia tercinta ini.

Seusai dimanjakan oleh liburan kenaikan kelas tahun ajaran lalu yang di barengi juga oleh ibadah bulan suci ramadan beberapa waktu lalu. Kini, para peserta didik dan Guru di tuntut untuk kembali beraktifitas di sekolah masing-masing. Para peserta didik akan bersua kembali dengan Guru yang merupakan orang tua kedua di sekolah.

Secara umum, menurut kalender pendidikan tahun pelajaran 2016/2017 bahwa proses kegiatan belajar mengajar serentak akan dimulai pada hari Senin tanggal 18 Juli 2016. Pada kenyataannya kemudian beberapa sekolah lainnya belum memulai proses belar mengajar. Sebagian dari sekolah tersebut akan memulai proses belajar mengajar pada tanggal 25 Juli 2016 mendatang.

Di hari pertama ini, para orang tua berbondong-bondong mengantarkan anaknya ke sekolah. Mereka harus bisa mengatur waktu sebaik dan seefisien mungkin. Pasalnya, mereka juga dituntut untuk mengefiesienkan waktu agar keberangkatan ke tempat  kerja pun tak terganggu. Artinya, bahwa mereka tak ingin waktu mengantar anak ke sekolah malah justru mengorbankan waktu masuk kerja. Ini adalah hal yang tidak diharapkan oleh kita semua.

Ada yang menarik di tahun ajaran baru 2016/2017 ini. Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi akhirnya setuju dan juga mengijinkan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN)  melalui surat edarannya bahwa pada tanggal 18 Juli 2016 mereka bisa mengantarkan dan mendampingi putra/putrinya ke sekolah. Dengan catatan, setelah mengantar, pegawai tersebut kemudian harus hadir ke tempat kerja masing-masing. Surat edaran PANRB tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Menteri Pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan perihal permohonan ijin bagi ASN atau PNS di hari pertama masuk sekolah. Tentunya surat edaran tersebut memiliki tujuan khusus, yaitu untuk membangun interaksi Guru dan orang tua dalam tatanam ekosistem pendidikan khususnya orang tua untuk terlibat aktif dalam pendidikan putra/putrinya di sekolah. Dengan satu catatan lagi, sebelumnya ASN atau PNS tersebut harus melapor kepada atasan masing-masing dengan tujuan agar tidak ada salah paham di antara mereka.

Lain halnya dengan Guru, yang notabenenya setiap hari harus datang lebih awal di sekolah untuk menyambut  para peserta didik, justru sebagian dari mereka harus mengantarkan putra/putrinya pergi ke sekolah. Posisi yang cukup sulit bukan?. Di sisi lain mereka ingin mengantarkan puta/putrinya, di lain sisi mereka juga harus datang tepat waktu ke tempat dimana mereka bekerja. Tapi, dengan menjunjung tinggi sikap profesionalisme kerja, pada kenyataannya sebagian dari mereka harus rela, ikhlas serta penuh tanggungjwab untuk tidak mengantarkan anaknya ke sekolah masing-masing. Maka, pantas jika menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengatakan bahwa satu-satunya profesi yang tidak bisa antarkan putra/putrinya ke sekolah adalah Guru. Bukan tanpa alasan pastinya, karena mereka harus menyambut peserta didik di sekolah masing-masing. Maka, ucapan terimakasih dilontarkan Pak Menteri kepada segenap Guru yang tetap berkomitmen dengan pekerjaan juga kewajibannya.

Di lain cerita, bahkan, ada seorang guru menuliskan curahan hatinya melalui  media sosial, ia berkata bahwa dirinya cukup sedih karena hanya bisa mengantar anaknya hanya sampai ke pintu gerbang sekolah, tidak bisa berinteraksi dengan guru dan warga sekolah lainnya. Sekali lagi, ini semua bukan tanpa alasan.

Di atas adalah proses masuk sekolah di satuan pendidikan umum. Lain halnya dengan sekolah yang berbasis pesantren, khusunya yang bermukim (mondok). Mereka para santri, sebutan untuk peserta didik di pesantren, seminggu sebelumnya atau beberapa hari sebelumnya biasanya sudah harus berada di sekolah atau pesantren tersebut. Ini sudah menjadi rahasia umum karena mereka harus mempersiapkan diri baik untuk perlengkapan atau hal-hal lain yang di butuhkan di sekolah. Pendek kata, mereka harus merapihkan kamar dan lainnya. Jadi, secara umum di sekolah yang berbasis pesantren biasanya tidak terlalu di sibukkan dengan antar mengantar oleh orang tua karena beberapa hari sebelum masuk sekolah sudah diantarkan. Kemudian bagaimana dengan hari pertama masuk sekolah di daerah pelosok? Tentunya mereka pun mempunya cerita masinbg-masing.

Lalu, bicara kegiatan awal peserta didik baru di hari pertama biasanya identik dengan masa orientasi peserta didik yang bertujuan beradaptasi untuk memperkenalkan kehidupan sekolah terutama lingkungan, termasuk pengenalan siswa dan guru. Sempat dinodai dengan perpeloncoan saat masa orientasi peserta didik, kini dengan himbauan dari Mentri Pendidikan dan kebudayaan melalui praktisi pendidikan di harapkan tidak terjadi perpeloncoan yang bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Selain masa orientasi, di hari pertama biasanya para peserta didik di suruh mengarang cerita tentang pengalaman kegiatan sewaktu liburan. Ada beberapa manfaat mengarang cerita pada hari pertama masuk sekolah diantaranya menyegarkan pikiran siswa, mengenal kembali lingkungan sekolah dan warga sekolah, menambah ilmu pengetahuan, dan sabagainya. Selain dari kegiatan tesebut, biasanya ada beberapa kegiatan lain yang bisa memacu kembali semangat belajar. Di samping belajar formal kembali ke depan tentunya. Tak hanya itu, masuk sekolah di hari pertama juga dijadikan momen halal bihalal pasca mengarungi Ramadan dan juga Idul Fitri. Ya, hari pertama jadi momen maaf memaafkan dan silaturahim antar warga sekolah.

Maka dengan memaknai beberapa peristiwa di atas, bisa kita simpulkan  bahwa  perjuangan untuk menimba ilmu itu sangatlah butuh pengorbanan. Ini semata-mata dalam rangka mengamalkan sebuah maqolah “Man Jadda wajada”, yang secara umum bisa kita maknai bersungguh-sungguh itu akan membawa kepada keberhasilan . Apalagi bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu yang merupakan kewajiban bagi setiap insan. Juga untuk melengkapi iman kita agar supaya menjadi insan yang senantiasa diangkat derajatnya di sisi Allah SWT. Kemudian daripada itu, dalam rangka beribadah dan berjuang di jalanNya.

Kemudian yang terpenting lagi bahwa, apapun kegiatan yang akan kita lakukan harus diniatkan dengan baik karena sesungguhnya segala sesuatu yang akan kerjakan semata-mata hanya untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Berniat baik, insa Allah menuai hasil yang baik. Termasuk diantaranya mengantarkan anak pergi ke sekolah harus diniatkan karena Allah SWT. Kita berdoa agar anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah berguna bagi bangsa dan agama. Aamiin YRA.

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.