Guru Madrasah Zaman Now

Guru Madrasah Zaman Now

Desy Arsianty, S,Pd. M.A
Asosiasi Konsultan SLI Wilayah Salatiga
Saat ini semangat literasi sedang giat-giatnya dikobarkan terutama dalam dunia pendidikan Indonesia.  Literasi yang paling sederhana dilakukan dengan dua hal sekaligus yaitu membaca dan menulis. Seorang guru pada dasarnya adalah seorang pembelajar, sebelum mengajar seorang guru terlebih dahulu tentu harus belajar. Dan seorang yang sedang belajar tentu tidak pernah lepas dari kegiatan membaca. Membaca menjadi titik awal  bagi seorang guru untuk menulis.  Sebab, seorang guru  tidak akan bisa menulis tanpa  tanpa membaca terlebih dahulu.
Menjadi guru yang dapat menulis  tentunya harus  pantang menyerah. Menulis  bukanlah  perkara mudah  dan sederhana begitu saja. Diperlukan  niat, komitmen, konsistensi dan pantang semangat untuk  menyerah untuk dapat menghasilkan sebuah tulisan yang baik, layak dibaca, bahkan layak terbit. Guru zaman now dituntut  suka membaca dan bisa menulis.
Di MAN Salatiga ada beberapa guru yang membuktikan diri bahwa guru zaman now, sebaiknya adalah guru yang suka membaca dan  bisa menulis. Sebab guru yang baik tentunya selain bisa memberikan teori, dia juga bisa memberikan contoh pula. Jadi bila seorang guru selalu mengajak muridnya untuk membaca, maka harusnya guru tersebut sudah menjadikan membaca  sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari dalam hidupnya. Demikian pula bila seorang guru sering mengarahkan murinya untuk lebih kreatif, bisa menulis, tentu akan lebih baik bila guru tersebut memberikan contoh nyata bahwa guru juga bisa menulis, bisa menghasilkan karya-karya yang bisa dibaca langsung oleh siswa dan masyarakat.
 Guru pertama bernama Ameliasari Tauresia Kesuma S.E. M.Pd. Beliau adalah guru ekonomi.  Selain mengajar,  guru yang akrab dengan nama panggilan Amelia ini  sangat giat mengisi hari-harinya  dengan kegiatan membaca dan menulis. Tulisannya telah terbukti lolos dalam berbagai ajang lomba, bahkan prestasi prestasinya sudah mencapai taraf nasional. Salah satu puncaknya  adalah beliau   menjadi pemenang pertama  guru berprestasi nasional Kemenag tahun 2016. Bukan hanya di ajang lomba saja beliau berkiprah, dalam dunia kepenulisan juga dia telah membuktikan diri sebagai guru yang tulisannya mampu menjadi best seller di sebuah penerbitan terkemuka Indonesia lewat bukunya yang berjudul menulis PTK itu Gampang.  Amelia juga  menjadi salah satu guru  penulis soal Ujian Nasional di Pusat Penilaian Pendidikan milik Kemdiknas. Tak heran bila saat ini jadwalnya menjadi pembicara dan narasumber dalam kegiatan ilmiah sangat padat, tentu  ini merupakan efek posistif dari kemamapuan menulisnya yang mumpuni,
Guru kedua bernama Desy Arsianty, S,Pd. M.A.  Salah  satu guru Bahasa Indonesia di MAN Salatiga ini, sangat yakin kalau cara yang baik untuk mengajar dengan memberi keteladanan. Jadi kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia guru menuntu muridnya untuk bisa menulis, maka contoh terbaiknya adalah guru juga dapat menulis, dapat menghasilkan karya yang menginspirasi siswa-siswanya. Beliau telah mencontohkan langsung melalui berbagai karyanya yang telah lolos dalam berbagai ajang bertaraf nasional. Diantaranya meraih prestasi dalam lomba mengulas karya sastra tingkat nasional dan  scenario film pendeknya lolos dalam ajang teacher supercamp Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.  Beliau telah mengahsilkan beberapa buku, diantaranya ada yang berbentuk biografi. Disamping itu beliau juga menjadi salah satu penulis soal ujian nasional Pusat Penilaian Pendidikan Kemendiknas.  Disamping sangat menikmati statusnya sebagai seorang pendidik, saat ini  guru yang akrab disapa Desy ini terus  giat membaca dan menulis. Kecintaannya terhadap kegiatan membaca dan menulis ia wujudkan dengan cara menjadi pegiat literasi. Beliau juga tercatat sebagai salah satu konsultan Sekolah Literasi Indonesia.
Guru berikut yang kita bahas di sini bernama  Diyah Nurul Martiana. Beliau  ini popular dengan nama panggilan Ana sensei.  Jebolan universitas negeri ternama di Yogyakarta mengajar mata pelajaran bahasa Jepang.  Beliau sangat tekun mendampingi para siswanya untuk dapat menulis dan membaca huruf-huruf hiragana dan katakana. Lewat ketekunnya, para siswa di MAN Salatiga dapat menguasai bahasa Jepang dan mampu berprestasi hingga ke-tingkat provinsi. Pada tanggal 14-16 Maret 2018 kemarin Ana, Amelia, dan Desy ditugaskan menjadi salah satu penulis indikator soal USBN Kementerian Agama Propinsi Jawa Tengah di Hotel Candi Indah Semarang.

Komentar

komentar