Guru-Guru yang Menggerakkan

Di SDN 014 Gunung Belah, Tarakan (Kalimantan Utara), ada sebuah program penghijauan lingkungan sekolah. Dengan adanya program ini sekolah banyak memiliki tanaman.

Mulai dari tanaman-tanaman hias, buah, hingga obat-obatan. Dengan program penghijauan pula sekolah kini terlihat lebih indah dan alami.

Program tersebut tidak akan berlangsung lama ketika warga sekolah tidak biasa untuk menjaganya supaya berkelanjutan. Dengan kata lain, warga sekolah di sana harus memiliki komitmen dan konsisten untuk menjalankan program tersebut. Betapa tidak, tanaman-tanaman yang banyak tadi perlu perawatan agar tetap hidup. Maka, di sini perlu adanya kerja sama di antara warga sekolah untuk merawat keberlangsungan tanaman-tanaman tersebut.

Bu Jamilah adalah guru yang menjadi penggerak untuk merawat tanaman-tanaman yang sudah ditanam itu. Beliau memberikan keteladanan kepada siswa untuk mengganti tanaman yang sudah tua dengan tanaman yang lebih muda. Hal ini dilakukan supaya ada keberlangsungan hidup dari tanaman-tanaman tersebut.

Keteladanan bu Jamilah sejalan juga dengan sosok pemimpin di sekolah. Di luar soal sama-sama sebagai perempuan, keduanya punya kesamaan dalam mengambil inisiatif. Bu Zubaidah, selaku Kepala SDN 014 Gunung Belah juga dikenal sebagai role model bagi semua warga sekolah, baik siswa-siswa maupun para guru.

Kehadiran sesosok pemimpin diperlukan dalam setiap sisi kehidupan. Terma-suk dalam komitmen menjaga kebersihan. Bila ada siswa yang tidak ada aktivitas di kelas saat jam pelajaran, beliau melibatkan mereka untuk bersama-sama mem-bersihkan lingkungan sekolah.

Misalnya ketika beliau mendapati kelas 5 yang sedang belajar Pendidikan Agama Islam. Karena agama yang dianut siswa sekolah tersebut heterogen, siswa-siswa yang berlainan agama tidak dapat mengikuti mata pelajaran tersebut. Alih-alih anak yang tidak ikut belajar tadi didiamkan begitu saja, Bu Zubaidah mengambil inisiatif untuk bersih-bersih rumput yang sudah dipangkas di depan gerbang sekolah.

Beliau terlibat langsung di dalam kegiatan bersih-bersih dengan mencontoh-kan sendiri kepada siswa. Pemandangan yang sangat indah dan akrab sekali terlihat antara kepala sekolah dan siswa-siswa tersebut. Beliau memang sosok kepala sekolah yang cinta kebersihan.

Keteladanan yang dilakukan langsung oleh guru sangatlah diperlukan sekali di dalam penanaman karakter ke para siswa. Siswa akan mudah untuk bergerak melakukan sesuatu kalau dicontohkan oleh gurunya. Singkatnya, keteladanan itu lebih efektif daripada kata-kata. Terbukti, siswa-siswa di SDN 014 Gunung Belah pun merasa senang ketika Bu Zubaidah maupun Bu Jamilah ikut terlibat langsung dalam merawat tanaman dan lingkungan sekolah. Siswa menjadi mudah tergerak hatinya dan merasa enjoy untuk terlibat bersama.

Maka, sangat pantaslah Bu Zubaidah dan Bu Jamilah menjadi teladan baik bagi siswa-siswanya. Semoga hal tersebut dapat dipertahankan sebagai langkah menanamkan karakter kepada siswa untuk memiliki keasadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

 

Ihsan Ariatna

Pendamping Sekolah Cerdas Literasi SDN 014 Gunung Belah, Tarakan (Kalimantan Utara)

Komentar

komentar