Gosok Gigi Bersama Dompet Dhuafa

Terlihat keceriaan diwajah mereka disaat diumumkan kalau hari ini kita akan belajar cara menggosok gigi, biar giginya bersih dan tidak sakit gigi lagi, dan seorang anak menyeletuk “ buk guru.. beta sonde ada sikat gigi, aku pun tersenyum menjawab pertanyaan mereka, sambil mengeluarkan sikat gigi dalam jumlah yang banyak ‘ ibuk… itu sikat gigi dibagi – bagi ko??? Aku pun mengangguk pertanda mengiyakan, dan mereka sangat girang sekali, karena selama ini mereka terbiasa cuek dengan kebersihan.

Pendamping Makmal dan LKC yang merupakan salah satu jejaring Dompet Dhuafa, mengadakan kegiatan yang bertemakan “ hidup bersih, gigi bersih”, yang bertujuan untuk mengajari anak anak bagaimana cara gosok gigi yang benar, karena selama ini anak anak yang belajar non formal bersama Dompet Dhuafa banyak yang tidak gosok gigi karena kurangnya kesadaran mereka akan kebersihan gigi, sehingga banyak dari mereka yang giginya sudah rusak dan kropos terkadang mengeluarkan bau yang kurang sedap.

Terlihat mereka sangat antusias mengikuti rangkaian acara yang ditampilkan, mulai dari menyanyi, nonton video, dan praktek secara langsung, yang di bimbing langsung oleh pendamping LKC mbak atik.

Kebersihan memang menjadi masalah yang cukup menyentil disini, karena kesadaran akan kebersihan sangat minim, hal ini terlihat dari penduduk yang buang hajad sembarangan dan juga buang sampah sembarang tempat.

Setiap mereka (anak – anak ) sekolah, sebutan  yang biasa mereka ucapkankan apabila akan mengikuti program tulis baca, anak anak seringkali tidak memperhatikan kebersihan, baik gigi mereka maupun kebersihan tubuh mereka (tidak mandi), hal ini menjadi hal yang menggelitik bagi pendampingan sehingga tercetuslah untuk mengadakan pelatihan ini.

Walaupun perubahan mereka masih terbilang lambat, namun mereka bisa dikatakan masih mau untuk berubah, walau harus di ingatkan setiap saat, bagi mereka bermain dan mencari ikan adalah prioritas utama sehingga diluar itu mereka tidak mau ambil pusing, baik dari diri mereka sendiri maupun orang tua, untuk itu perlu pendampingan intensif untuk mereka.

{fcomment}

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.