Enam Langkah Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat

Belajar merupakan suatu kegiatan yang memiliki awal tapi tidak memiliki akhir. Kita tahu sejak kapan seseorang itu harus mulai belajar, mulai mengenal sesuatu dan mulai melakukan sesutu tapi kapan kita berhenti atau dikatakan selesai belajar. Karena sejatinya belajar adalah kegiatan yang terus dialakukan selama hayat dikandung badan. Belajar tidak hanya dilakukan di bangku sekolah atau bangku kuliah saja. Banyak sumber belajar yang bisa dijadikan pelajaran dalam menjalani kehidupan ini. Setiap rangkaian kehidupan ini mengandung pelajaran yang bisa menambah pengetahuan yang baik bagi kita.

 

Realita yang kita hadapai saat ini bahwa setelah lulus sekolah atau lulus kuliah kemudian bekerja dan ada juga yang belum bekerja. Mereka mengatakan telah selesai belajar dan cukup belajar sampai disitu saja sehingga mereka berada pada titik nyaman. Titik di mana mereka tidak mau bergeser atau berpindah ke titk lain walaupun titik saat ini titik yang nyaman baginya adalah titik yang merugikan banyak orang. Katakanlah seorang pendidik. Ketika telah menjadi guru, mengajar dan menghasilakn sesuatu untuk hidup dan keluarganya, maka posisi itu dianggap sudah ideal baginya, walaupun cara mengajarnya belum sesuai dengan yang seharusnya. Padahal, guru adalah pembelajar. Ketika guru memutuskan untuk berhenti belajar berarti ia memutuskan untuk berhenti mengajar.

 

Bagaimana agar semangat belajar terus menggelora pada diri kita.  Agar setiap tarikan nafas kita dijadikan pelajaran dan bagaimana agar setiap langkah kita menjadi catatan pahala bagi kita. Sehingga jalan kita menuju syurga dipermudah dengan menjadi pembelajar sepanjang hayat. Tentu ada kiat-kiat untuk mewujudkan semua itu, berikut tips agar menjadi pembelajar sepanjang hayat:

  1. Seiring berjalannya waktu ilmu terus mengalami perkembangan, jika kita berhenti belajar maka kita akan tertinggal.
  2. Manusia akan mudah pikun jika sel saraf tidak digunakan secara optimal karena makin banyak informasi yang kita dapatkan maka sel saraf kita akan terus bersatu menyatukan diri yang memperkuat daya ingat, begitupun sebaliknya sel saraf otak akan putus memisahkan diri yang memicu percepatan pikun pada seseorang.
  3. Dapat menjadikan seseorang bahagia dunia dan akhirat. Orang yang senantiasa belajar maka ia akan terus mendapatkan ilmu maka seseorang itu telah memenuhi syarat untuk bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.
  4. Belajar merupakan kewajiban bagi setiap insan, maka ketika seseorang itu belajar berarti ia telah mnjalankan kewajibannya sehingga ia juga mendapat kemudahan untuk mneuju syurga.
  5. Agar diterimanya amal kita karena syarat diterimanya amal adalah jika dilakukan denagn ilmu. Sedangkan untuk mendapatkan ilmu melalui belajar.
  6. Menjadi sebaik-baik manusia. Karena orang yang belajar dan mengajarkan sesuatu atau orang yang bermanfaat  bagi manusia lain adalah sebaik-baik manusia.

 

 

Komentar

komentar