Duta Gemari Baca di Era Teknologi “Tak Terbendung”

Duta Gemari Baca di Era Teknologi “Tak Terbendung”

Perkembangan teknologi hari ini layaknya tornado, dimana sulit terbendung karena tuntutan dan kebutuhan. Menurut data dari APIJI (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) tahun 2017, pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta. Artinya, lebih dari 50% masyarakat Indonesia mengakses internet. Ditambah pertumbuhan ponsel pun yang melesat melebihi jumlah penduduk Indonesia, yaitu 371,4 juta atau 142% dari jumlah penduduk Indonesia.

Teknologi ibarat pisau yang memiliki 2 sisi yang sama tajamnya, baik nilai positif maupun negatif. Berbagai keperluan keseharian yang dimudahkan adanya teknologi, tetapi tidak sedikit pula yang terjerumus karena teknologi. Bahkan, hampir seluruh aktivitas dan pekerjaan tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Tengok saja, siapa yang tidak kenal “Whatsapp”, pola komunikasi hari ini tidak bisa dilepaskan dari aplikasi yang satu ini. Inovasi yang dibangun WA akhirnya perlahan menenggelamkan Y’Messenger yang mulai naik daun.

Fenomena di atas mendorong Duta Gemari Baca harus siap menghadapi tantangan perkembangan jaman dan melakukan inovasi, terutama bidang literasi. “Dalam membuat inovasi, langkah pertama adalah jangan pernah mencibir apapun bentuk inovasi yang diusulkan karena bisa jadi itu awal penemuan hal baru yang lebih besar”, kata Dindin Komarudin, aktivis digital marketing. Pelatihan inovasi digital mengajak Duta untuk memikirkan inovasi dari benda-benda yang ada di sekitar dan mudah ditemukan.

“Lebih baik menjadi orang yang gagal dalam berinovasi, daripada tidak sama sekali. Maka pikirkan hal-hal baru yang bisa dikembangkan untuk memudahkan pemenuhan kebutuhan, mulai dari sesuatu yang dekat dengan kita”, tambah Dindin. “Sekolah. Saya teringat salah satu mahasiswa ITB yang masih berusia 14 tahun, di mana dia tidak pernah sekolah formal dan hanya menyukai matematika. Orang tuanya akhirnya fokus dorong kesukaannya dan mata pelajaran lain hanya dasarnya saja. Saya ingin membangun sekolah yang fokus pada pengembangan keminatan dan bakatnya, termasuk bidang teknologi,” ungkap Fika, Duta Gemari Baca 4.

Kontribusi Duta dalam bidang literasi harus mampu menjawab tantangan masa kini. Kesadaran masyarakat terhadap budaya literasi yang baik memerlukan pengetahuan, di sini peran Duta sangat penting guna mendorong terdistribusinya pengetahuan literasi di lingkungan masyarakat. Di waktu yang akan datang, teknologi tidak lagi menjerumuskan masyarakat dalam hal negatif, tetapi benar-benar memberikan kemanfaatan yang optimal.

Teknologi dan inovasi untuk literasi? Siapa takut! (Eko)

 

Komentar

komentar