Dompet Duafa Launching Program Sekolah Literasi Indonesia di MI Tapal Batas Darul Furqon

NUNUKAN (Inmas) : — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan H.M.Shaberah didampingi Kepala Sekssi Pendidikan Agama Islam Hj.Noorlaela, JFU Pengelola Kepegawaian Lisa Ariyanti, Kamis, (11/2) Pagi tadi menghadiri acara Launching Program Sekolah Literasi Indonesia di MI Tapal Batas Darul Furqon yang dilaksanakan oleh Makmal Yayasan Pendidikan Dompet Duafa Jakarta.

Tampak hadir dalam acara launching yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Tapal Batas Darul Furqon di Lodres Desa Sungai Limao Kecamatan Sebatik Tengah, Camat Sebatik Tengah Harman, Kapolsek Sebatik Tengah Mujianto, Perwakilan Dompet Duafa Jakarta Odi, Staf Desa Sungai Limao, Ketua Yayasan Ar-Rasyid Hj. Suraidah, Ketua Komite MI Al-Furqon Rompi.

Program Sekolah Literasi Indonesia merupakan salah satu startegi pengembangan pendidikan yang dilakukan oleh Dompet Duafa yang tersebar di 60 titik se Indonesia diantaranya salah satunya di diprogramkan di Tapal Batas NKRI di Kecamatan Sebatik Tengah” ucap Odi perwakilan Dompet Duafa saat menyampaikan presentasinya diacara laucing tersbut.

Odi juga menyampaikan pada tahun 2016 ini, Yayasan Pendidikan Dompet Duafa menugaskan dua orang tenaga guru pendamping atau Konsultan yang bertugas membantu mengembangkan startegi pendidikan yang berkualitas.  Sekolah Literasi Indonesia yang diprogramkan tersebut merupakan model sekolah berbasis masyarakat yang terkonsentrasi pada peningkatan kualitas sistem intruksional (pembelajaran) dan pengembangan kultur sekolah dengan kekhasan literasi“ tuturnnya.

MI Darul Furqon merupakan salah satu dari 4 sasaran Sekolah literasi Indonesia, dan masuk dalam Sasaran Sekolah Beranda yang merupakan sekolah alternatif bagi masyarakat diwilayah perbatasan negara, pulau-pulau terluar dan pelosok pedalaman” jelasnya.

Sementara, Camat Sebatik Tengah Harman, dengan Launching Program Sekolah Literasi Indonesia di MI Tapal Batas Darul Furqon ia berharap “startegi pengembangan pendidikan di tapal batas dapat meningkat, program ini dapat berjalan dan dapat membantu mengembangkan dan memajukan dunia pendidikan yang ada di perbatasan, meski diperbatasan dengan sarana yang tebatas, tetapi pendidikan juga jangan terbatas, untuk itu mari kita dukung program ini” ucapnya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Nunukan H.M.Shaberah dengan Program ini sangat menyambut baik dan mengucapkan terima kasih dengan Yayasan Dompet Duafa atas perhatiannya terhadap dunia pendidikan Khususnya di MI Tapal Batas darul Furqon, semoga kerjasama yang telah terjalin selama ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi.

Selain itu orang nomor satu di Kemenag Nunukan tersebut berpesan dengan adanya bantuan dua tenaga pendamping yang ditempatkan di Marasah ini, dapat memberikan kontribusi yang baik untuk meningkatkan kualiatas pendidikan kita di Madrasah, sehingga anak-anak yang ada diperbatasan, khususnya anak-anak TKI kita yang bekerja di Negara tentangga Malaysia dapat mengenyam pendidikan yang kualitas pendidikannya sangat baik meski tinggal ditapal batas.

Sebagai bentuk perhatian kepada Madrasah Tapal Batas Darul Furqon Kemenag Nunukan menyampaikan kabar gembira, sebagai tahap awal Tahun 2016 ini akan memberikan bantuan dana untuk pembangunan gedung Madrasah sebesar Rp.200 Juta dan bantuan untuk meubeler sebesar Rp. 26 juta. “dana ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk keperluan pembangunan Madrasah Tapal Batas dan sarana penunjang belajar mengajar lainnya untuk dikelola dengan baik secara swakelola, sambil menunggu bantuan di tahun berikutnya yang akan kita kembangkan lebih baik lagi Madrasah di Tapal Batas ini”

“Semoga keberadaan Madrasah ini kedepan dapat dipertahankan sampai kapanpun” pungkasnya.

Selanjutnya diakhir acara, dilakukan penanda tangannan MoU Program Pendampingan Sekolah oleh Yayasan Dompet Duafa, Yayasan Ar-Rasyid selaku Yayasan yang menaungi MI Tapal Batas Darul Furqon, Kepala Kantor Kemenag Nunukan dan Camat Sebatik Barat. Dimana dalam MoU tersebut Yayasan Pendidikan Dompet Duafa Jakarat menempatkan Dua orang tenaga Pendamping sekaligus sebagai Guru yang telah mendapatkan pendidikan dan Pelatihan dari Dompet Duafa di Bogor atas nama Shalipp Sandri dan Achmad Salido dari Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara ditugaskan selama 1 tahun bertugas di MI Tapal Batas Darul Furqon. (syd)

Sumber: http://kaltim.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=331288

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.