Disiplin Tonggak Kemajuan Sekolah (2)

Oleh: Karim. 

Sekolah merupakan suatu wadah di mana tempat gudangnya ilmu pengetahuan, karena kita sebagai manusia wajib menuntut ilmu pengetahuan yang diberikan Allah swt. kepada alam semesta ini. Sekolah yang maju tentunya terdiri dari siswa dan guru-guru yang disiplin, sebab dengan kedisiplinan akan menciptakan sekolah yang akan maju dalam bidang pendidikan.

Sebagai seorang guru, kita harus mencerminkan jati diri seorang guru yaitu disiplin, disiplin waktu, disiplin ilmu dan disiplin bekerja. Semua itu harus dimiliki oleh setiap guru. Bagaimana kalau seorang guru tidak disiplin? Tentunya akan membuat pendidikan di sekolah tidak akan berkualitas. Sebab seorang guru yang disiplin akan memberikan contoh yang baik kepada anak didik di sekolah.

Sekolah yang menegakkan disiplin akan menjadi sekolah yang berkualitas, baik dari segi apapun juga, benarkah itu? Ini adalah bahasan sekilas dari satu sisi namun justru sangat primer (proses belajar-mengajar saja), tapi ini banyak terjadi di beberapa sekolah.

Konon, bagaimanapun atau apapun model dan kualitas inputnya semua akan menjadi berkualitas, semua bisa dilakukan lewat disiplin. Mungkin ada benarnya. Setidaknya membuat lingkungan sekolah berdisiplin, terutama disiplin dalam belajar dan proses mengajar. Yah, setidaknya pengkondisian dalam soal disiplin akan membuat image tersendiri di lingkungan sekitar tentang kondisi sekolah.

Disiplin diartikan ketaatan pada peraturan. Dari sini semuanya bermula, sebelum disiplin diterapkan perlu dibuat peraturan atau tata tertib yang benar-benar realistis.

Lalu, mengapa banyak sekolah yang mutunya rendah baik ditinjau dari nilai-nilai siswa ataupun kinerja personal sekolah? Hal itu mungkin disebabkan karena masih belum jelasnya peraturan sehingga tidak mudah diaplikasikan atau buruknya pengawasan pada penerapan peraturan itu. Dalam hal ini, kurang konsistennya semua pihak. Bahkan terkadang gurupun tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam kelas, sehingga ia hanya mengajar apa adanya dan terkesan menghabiskan waktu mengajar saja.

Banyak hal yang harus ditangani dalam ranah pendidikan di sekolah, tapi jika itu terlalu berat mungkin bisa saja sedikit dikurangi hanya untuk hal belajar dan mengajar saja. Selama ini yang terjadi di beberapa sekolah adalah seringnya kelas kosong saat jam belajar. Ini dikarenakan guru tidak masuk kelas dan tanpa ada tugas yang harus dikerjakan siswa. Tidak hadirnya guru itu bisa saja karena kepentingan dinas atau yang lain.

Ketidaktepatan guru masuk kelas saat jeda pergantian jam kadang dimanfaatkan siswa untuk melakukan tindakan indisipliner. Dalam manajemen sekolah, biasanya pengawasan banyak yang tidak bisa berjalan dengan baik, lebih-lebih jika komitmen guru dan siswa rendah maka sekolahpun akhirnya sulit untuk maju.

Komentar

komentar