Desa Bantarwangi Rayakan Kemerdekaan Indonesia yang Ke-71

20160817_090053

 

Oleh: Siti Sahauni.
Penulis adalah Guru Konsultan Sekolah Literasi Indonesia Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa
Penempatan Bantarwaru Kec. Cinangka Kab. Serang-Banten

Merayakan kemerdekaan adalah hak setiap warga negara Indonesia. Tanpa terkecuali. Banyak cara dilakukan untuk memeriahkan acara tersebut, pengibaran Sang Saka Merah Putih misalnya, kegiatan sakral yang biasanya hanya dilakukan oleh kalangan tertentu saja. Namun hal ini tidak berlaku untuk masyarakat di Desa Bantarwangi.

Pada Rabu (17/8), peserta gerak jalan santai yang diiringi alunan musik tiba di lapangan sepak bola Kampung Dahu.  Desa Bantarwangi kembali mencatat sejarah, setelah kurang lebih 5 tahun vakum masyarakatnya tidak mengadakan kegiatan perayaan Hari Kemerdekaan kini seluruh masyarakat Desa Bantarwangi, Kecamatan Cinangka menggelorakan nasionalismenya dengan berbondong-bondong untuk ambil bagian menjadi peserta upacara.

Semua masyarakat dari berbagai lapisan terlibat di dalamnya. Antusiasme masyarakat tampak jelas pada saat terutama saat terjadi insiden di mana panitia kekurangan personel pengibar bendera dan paduan suara. Tanpa diminta SMA Plus Baiturrahman Cipanas dan tiga tim kasidah turun tangan mengatasi masalah tersebut, mereka bahu membahu agar perayaan kemerdekaan yang hanya dilakukan setahun sekali ini terlaksana dengan baik.

Kemeriahan tampak jelas kal, bahkan seorang tokoh masyarakat,  H. Sulaeman, yang pernah mengalami masa-masa itu mengungkapkan kekagumannya. Menurutnya masyarakat sekarang sudah memahami makna dari kemerdekaan Indonesia, terlebih mengenai kebebasan seseorang dalam mengenyam pendidikan dan kemakmuran. “Tidak ada pendidikan, subur dan makmur seperti sekarang ini tanpa adanya kemerdekaan. Sehingga dengan acara seperti ini masyarakat bertambah kecintaanya terhadap rasa nasionalisme,” ungkapnya usai pelaksanaan upacara bendera.

Upacara sendiri berlangsung selama kurang lebih satu jam dan berjalan dengan sangatc khidmat meski terik matahari pelan-pelan meninggi di atas kepala. Kehadiran perwakilan dari Kelurahan Bantarwangi, guru dan siswa SDN Bantarwaru, Guru  Konsultan Sekolah Literasi Indonesia Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, PAUD Al-Ihlas, KKM Kesehatan Masyarakat UMJ, Ketua Komite Sekolah SDN Bantarwaru dan tokoh masyarakat menambah semarak perayaan Hari Kemerdekaan. Untuk menambah kemeriahan Hari Kemerdekaan Indonesia. Jaeni, ketua pelaksana, menarik perhatian masyarakat dengan mengadakan beraneka macam perlombaan yang melibatkan segala usia seperti lomba balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, panjat pinang, joget balon, bakiak, balap sendok dengan kelereng, memasukan paku ke botol, dan yang paling dinanti-nantikan yakni perlombaan sepak bola mengenakan daster. Di mana pemainnya adalah laki-laki.

Rosid, pembina upacara dan perwakilan dari kelurahan Bantarwangi, begitu gembira menyaksikan Hari Kemerdekaan tahun ini, ia berharap kegiatan ini membudaya karena masyarakatnya saling bantu, maju dan mandiri.

“Adanya acara semacam ini masyarakat akan menjadi lebih maju, mandiri dan bermartabat sosial tinggi,” harapnya.

Puncak perayaan 17 Agustus dilaksanakan malam hari. Ada pertunjukan seni, nonton film bêrtemakan kemerdekaan bersama-sama, dan masih banyak lagi. Diharapkan kegiatan 17-an ini akan mengingatkan kembali bagaimana Indonesia mendapatkan kemerdekaan dari penjajahan Belanda dan Jepang.

 

DSC_0271

Komentar

komentar