Kenalan Sama Kurma Dulu Makmalian

Setiap Ramadan kehadiran kurma selalu ditunggu-tunggu. Buah legit yang berasal dari pohon palem ini selalu menjadi panganan khas Ramadan. Bahkan Nabi Muhammad saw. menyarankan menyantapnya ketika berbuka puasa,  sebab rasanya yang manis mampu membangkitkan tenaga setelah seharian berpuasa.

Meskipun rasanya manis ternyata kurma bermanfaat melancarkan pencernaan lho. Dengan serat sebanyak tujuh gram dalam porsi 3,5 ons (0,99 kg), kita bisa memasukkan kurma ke dalam diet harian. Serat dalam kurma dapat mencegah konstipasi dan mampu membuat gerakan usus besar lebih teratur, khususnya dalam membentuk feses.

Nah kita juga harus tahu kalau ada beberapa jenis kurma yang paling banyak dicari saat Ramadan, yuk kenalan!

1. Kurma Deglet Noor

Kurma yang dikenal sebagai ‘kurma bercahaya’ ini berwarna keemasan saat berada di bawah pancaran sinar matahari. Tekstur daging buah kurma deglet noor sangat lembut, rasa manisnya pun seperti madu. Kurma deglet noor banyak tumbuh di Tunisia, Aljazair, hingga Amerika Serikat.

2. Kurma Halawi

Pencinta makanan manis pasti suka dengan kurma halawi. Meskipun ukurannya kecil, tetapi  daging buahnya sangat lembut.

3. Kurma Zaghloul

Kurma ini dikenal sebagai kurma merah. Bentuknya panjang dan agak lonjong, rasanya sangat manis dan dihargai sangat mahal.

4. Kurma Thoory

Kurma thuri disebut sebagai ‘kurma roti’ karena teksturnya keras dan seperti kue. Kurma ini sangat populer di Aljazair. Warnanya cokelat kemerahan dan kulitnya cenderung keriput.

5. Kurma Khadrawi

Kurma Khadrawi berasal dari Irak. Walaupun ukurannya kecil, kurma ini memiliki kadar air tinggi. Rasanya yang tidak terlalu legit cocok untuk mereka yang kurang suka makanan manis. Warnanya merah gelap dan kulitnya kering bersisik seperti kertas.

6. Kurma Ajwah

Alias kurma nabi menjadi kurma favorit karena dipercaya menjadi kesukaan Nabi Muhammad saw. Bentuknya kecil, berwarna coklat tua cenderung hitam, dan teksturnya halus serta lembut ketika dilumat. Kurma ini bisa kita temui di Madinah.

 

Boleh Tarawih di Masjid, Asal….

Pada Senin (05/04) lalu Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), mengatakan bahwa salat Tarawih dan salat Ied diperbolehkan dengan sejumlah syarat. Melansir dari Kompas.com, menurutnya protokol harus dilaksanakan dengan ketat dan terbatas pada komunitas, di mana para jamaahnya sudah dikenali satu sama lain dan jamaah dari luar tidak diizinkan mengikuti salat.

Sebuah kabar yang sangat menggembirakan. Meskipun jika melihat kondisi saat ini, di mana pandemi masih membayangi kita semua, ada baiknya kita bijak dalam menyikapinya ya. Jika memilih salat di masjid, maka kami sarankan tetap mematuhi protokol kesehatan ketat, tetap jaga kebersihan, dan tetap terapkan 3M (Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, dan menjaga jarak).

Kita juga perlu tahu meski Menko PMK telah memberikan “lampu hijau” namun ada baiknya tetap melihat himbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 14 Tahun 2020 dengan  ketentuan hukum berikut.

  1. Bagi orang yang telah terpapar virus Corona, wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain. Baginya tak diizinkan melakukan aktivitas ibadah sunah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah salat lima waktu, salat Tarawih, dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya.
  2. Bagi orang yang sehat dan belum diketahui atau diyakini tidak terpapar COVID-19, harus memperhatikan beberapa hal yakni apabila ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia boleh meninggalkan salat di masjid, termasuk salat Tarawih.

Sekali lagi, kita perlu bijak menyikapi kebijakan ini karena kita masih dalam masa pandemi. Jaga diri dan orang kesayangan. Semoga penyebaran Covid-19 segera menurun drastis sehingga kita bisa beribadah dengan tenang kembali. Aamiin.

Makmalian Manfaat Berpuasa Luar Biasa lho

Berdasarkan penelitian, secara psikis puasa dapat mengurangi emosi berlebih, stress, dan depresi untuk beberapa orang lho. Hal tersebut terjadi karena ketika berpuasa kita belajar mengendalikan diri. Selain itu, setelah beberapa hari berpuasa tubuh akan mengalami peningkatan endorfin dalam darah yang memberikan perasaan sehat secara mental.

Selain uraian di atas masih banyak manfaat puasa untuk kesehatan fisik seperti berikut ini:

 

  • Membantu memperbaiki kondisi medis

Berpuasa diiringi pola makan sehat sebelum dan sesudahnya dapat membantu memperbaiki kondisi radang sendi, radang usus besar, dan penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis.

 

  • Menyehatkan jantung

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung, dibandingkan mereka yang tidak menjalani puasa. Selain itu, ada juga beberapa penelitian yang menyatakan bahwa berpuasa dapat mengurangi resistensi insulin yang memicu diabetes.

 

  • Mengurangi risiko kanker.

Selama berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring faktor pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan. Meski masih perlu diteliti lebih lanjut membuktikan bahwa hal ini mampu mengurangi risiko kanker. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah kondisi tersebut berlaku pada manusia.

 

  • Menjaga berat badan

Pembakaran lemak menjadi energi membantu mengurangi berat badan dan tingkat kolesterol. Penurunan berat badan akan berdampak baik untuk mengendalikan diabetes dan tekanan  darah. Di sisi lain, berat badan memang akan turun jika tidak makan dan tidak mendapat asupan kalori selama berpuasa. Namun, bisa kembali naik begitu berbuka puasa. Hal ini karena ketika berpuasa kehilangan cairan, bukan berat badan substansial. Terlebih, ketika berbuka puasa justru melampiaskan nafsu makan.

 

Oleh karena itu, penting tetap mengendalikan makan pada saat tidak berpuasa. Kita harus mengonsumsi makanan yang mengandung cukup energi seperti serat, protein, karbohidrat dan lemak dalam jumlah seimbang. Pola makan sehat dan seimbang, serta asupan cairan yang cukup akan membantu menjaga berat badan.

 

  • Puasa Memperbaiki Sensitivitas Insulin

 

Puasa telah terbukti memiliki efek positif pada sensitivitas insulin yang memungkinkan tubuh mentoleransi karbohidrat (gula) lebih baik daripada jika tidak berpuasa. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa setelah berpuasa, insulin menjadi lebih efektif dalam memberitahu sel untuk mengolah glukosa dalam darah.

 

  • Puasa Mempercepat Metabolisme

 

Puasa memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan. Hal ini berguna bagi metabolisme dalam tubuh membakar kalori secara efisien. Jika pencernaan buruk, akan mempengaruhi kemampuan tubuh memetabolisme makanan dan membakar lemak. Puasa dapat mengatur proses pencernaan dan meningkatkan fungsi usus secara lebih baik. Hal ini akan meningkatkan fungsi metabolisme dalam tubuh.

 

  • Puasa Memperbaiki Fungsi Otak

 

Puasa telah terbukti bisa meningkatkan fungsi otak. Hal ini terjadi karena puasa meningkatkan produksi protein yang disebut Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF).

BDNF akan mengaktifkan sel induk otak untuk diubah menjadi neuron baru dan memicu produksi senyawa kimia lain yang bisa meningkatkan kesehatan saraf. Protein ini juga melindungi sel-sel otak dari gangguan dari penyakit Alzheimer dan Parkinson.

 

  • Puasa Memperbaiki Pola Makan

 

Puasa menjadi sarana latihan bermanfaat bagi penderita gangguan makan berlebihan dan bagi mereka yang kesulitan menetapkan pola makan benar karena terhalang kesibukan.

 

  • Puasa Membantu Membersihkan Kulit dan Mencegah Jerawat

 

Puasa dapat membantu membersihkan kulit. Hal ini terjadi karena tubuh sedang bebas tugas memproses makanan di pencernaan. Dengan cara ini, tubuh dapat lebih memfokuskan energi melakukan proses regeneratif pada sistem lain.

Berpuasa dari fajar hingga petang telah terbukti membantu tubuh membersihkan racun dan mengatur fungsi organ tubuh lainnya seperti hati, ginjal dan bagian lainnya.

 

  • Puasa Bikin Awet Muda

 

Salah satu penyebab utama penuaan dini adalah metabolisme yang lebih lambat karena terlalu banyak makan. Jadi, semakin sedikit makan, semakin sedikit proses yang dibutuhkan pada sistem pencernaan sehingga metabolisme tubuh berjalan lebih cepat dan efisien.

 

  • Puasa Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Puasa meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena bisa mengurangi radikal bebas, mengatur kondisi peradangan dalam tubuh, dan mencegah

 

Makmalian Pilih Makanan Sehat Untuk Berbuka yuk

Saat Ramadan tubuh kita melakukan penyesuaian luar biasa, sebab itulah saat berbuka puasa tubuh memerlukan makanan dan minuman bergizi untuk menggantikan cairan dan nutrisi yang hilang. Namun saat berbuka kebanyakan dari kita seringnya mengonsusmi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi, kadar lemak tinggi, dan garam berlebih. Padahal makanan tersebut tinggi kalori dan berpotensi menambah berat badan.

Supaya berat badan tak melambung ketika berpuasa, berikut jenis makanan rendah kalori sebagai menu berbuka puasa yang kami lansir dari berbagai sumber.

  1. Beras Merah

Beras merah bisa dikonsumsi untuk menjaga atau menurunkan berat badan. Sebab beras merah mengandung karbohidrat kompleks yang lambat dicerna tubuh dan mampu membuat kenyang lebih lama.

  1. Buah

Pilih buah yang mengandung banyak vitamin dan mineral seperti pisang, apel, pepaya, melon, anggur, dan mangga. Selain itu sila mengonsumsi buah beri seperti stroberi, bluberi, rasberi, dan blackberry  karena mengandung antioksidan tinggi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan serat beri-berian tergolong tinggi sehingga bisa melancarkan pencernaan. Sebaliknya, hindari buah durian saat berpuasa karena mengandung banyak gas yang berpotensi menyebabkan buang angin dan mual.

  1. Sayuran

Kandungan serat, vitamin, dan mineral dalam sayuran berguna menjaga kesehatan tubuh dan melindungi tubuh dari serangan berbagai penyakit. Kita bisa memilih sayuran rendah kalori seperti bayam, selada, dan sawi. Kandungan zat besi pada sayuran hijau dapat meningkatkan sel darah merah sehingga mampu menjaga tubuh agar tidak lesu saat berpuasa.

  1. Ikan

Ikan banyak mengandung protein dan kandungan omega 3 untuk meningkatkan kecerdasan otak dan menyehatkan jantung. Agar manfaat baik ikan tetap terjaga, sebaiknya olah ikan dengan cara dikukus. Pilihlah ikan tanpa lemak seperti ikan kod, tuna, salmon, sarden, atau makarel..

  1. Telur

Selain tinggi protein, telur juga tergolong rendah kalori. Masaklah telur dengan cara dikukus, sebab jika digoreng kadar kalorinya yang tinggi berpotensi menambah berat badan.

  1. Sup

Pilih sup berbasis kaldu seperti sup ayam, sup kacang merah, atau sup sayur bening sebagai menu berbuka puasa. Selain perut hangat, juga lebih sehat.

Perut Terasa Mual Saat Berpuasa

Kebanyakan dari kita pasti pernah merasakan perut mual saat berpuasa. Kondisi ini sebenarnya merupakan respons alamiah dari jaringan perut yang sedang beradaptasi dengan pola makan yang berubah. Penyebab mual dan dampak yang timbulkan  pun berbeda-beda pada setiap individu.

Melansir dari Halodoc, di bawah ini merupakan yuk alasan perut terasa mual saat berpuasa. Yuk simak baik-baik.

1. Naiknya Asam Lambung

Naiknya asam lambung adalah penyebab paling umum dari datangnya rasa mual pada saat puasa. Hal ini dapat dipicu oleh beberapa kebiasaan seperti langsung tidur setelah sahur, atau makan malam yang terlalu dekat dengan waktu tidur. Kebiasaan ini cenderung sulit dihindari, mengingat begitu singkatnya waktu makan yang diperbolehkan saat bulan puasa, yaitu pada malam hari saja.

Namun, tidur dalam kondisi perut yang sangat kenyang dapat menyebabkan kinerja sistem pencernaan menjadi berat. Akibatnya, lambung akan tetap bekerja ketika terbangun dari tidur. Kondisi ini menyebabkan tekanan pada dinding lambung dan menimbulkan rasa mual, bahkan keinginan untuk muntah.

2. Makan Malam Berlebihan

Masih soal makan, salah satu penyebab mual yang juga cukup umum adalah kebiasaan makan berlebihan pada malam hari, termasuk pada saat sahur dan berbuka. Kita tentu pernah dengar hadis yang menganjurkan makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang, bukan? Ternyata benar dari segi medis, lho.

Lambung membutuhkan jeda waktu mencerna dengan lancar. Ditambah, ketika bulan puasa, kita hanya dibolehkan makan pada malam hari. Dengan waktu yang cukup singkat itu, makan berlebihan saat sahur ataupun berbuka dapat menyebabkan munculnya rasa mual.

3. Kurang Minum Air Putih

Saat sahur, kita disarankan memperbanyak minum air putih agar tubuh senantiasa bugar dan terhindar dari dehidrasi saat siang hari. Namun, tak hanya dehidrasi, ketika tubuh kekurangan cairan saat puasa, area perut bagian bawah akan mengalami tekanan berulang hingga menimbulkan rasa mual.

4. Terlalu Banyak Konsumsi Kafein

Kafein, baik dalam bentuk makanan maupun minuman, dapat membuat tubuh kehilangan cairan, mudah lelah, dan meningkatkan kadar asam lambung yang dapat berujung pada mual. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari makanan dan minuman berkafein sebagai menu sahur ataupun berbuka.

5. Makanan Bercita Rasa Kuat

Salah satu penyebab mual saat puasa yang paling sering terjadi dan tidak disadari banyak orang adalah pemilihan makanan yang salah saat sahur dan berbuka puasa. Kebanyakan makanan yang dipilih adalah makanan yang memiliki cita rasa terlalu asam, terlalu pedas, bahkan terlalu asin. Jika makanan tersebut disantap terlalu banyak, perut akan menjadi mual karena pencernaan perlu menyesuaikan diri pada makanan tersebut, sedangkan lambung dalam kondisi kosong.

6. Stres

Stres ringan dan berat saat sedang berpuasa dapat menyebabkan sistem pencernaan mendapatkan tekanan berulang, yang akhirnya menyebabkan munculnya rasa mual dan tidak enak pada ulu hati. Stres dapat mempersempit pembuluh darah diseluruh tubuh termasuk pada pencernaan yang sangat berhubungan dengan kondisi lambung. Stres terus-menerus saat sedang berpuasa menyebabkan perut yang kosong terasa lebih lapar, muncul rasa dahaga lebih cepat, dan lambung terasa nyeri.

Mulai sekarang pahami tubuh kita dengan baik agar puasa Ramadan  tak banyak kendala.

.

 

 

Ketika Berpuasa Jangan Sepelekan 3 Hal Ini Makmalian

Bulan puasa merupakan bulan berkah di mana setiap perbuatan baik kita akan diganjar pahala  berlipat ganda, namun ternyata ada hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa kita. Puasanya sih secara hukum tetap sah, tetapi tidak bernilai; sehingga keutamaan Ramadan pun tak bisa diraih.

Lalu, apa saja yang bisa menghilangkan pahala puasa?

 

Berbohong

Bohong atau dusta adalah hal yang dilarang Allah baik dalam kondisi puasa atau tidak. Jika dilakukan saat puasa, maka bohong atau dusta bisa menghilangkan pahala puasa.

 

Gibah

Gibah, meskipun yang disampaikan apa adanya (tidak bohong), juga termasuk ke dalam perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa. Gibah termasuk dalam kategori al jahl alias kebodohan atau tindakan bodoh.

 

Rafats

Rafats ialah bentuk kata-kata atau tulisan yang mengarah pada pornografi, hal ini berpotensi menghilangkan pahala puasa karena termasuk bentuk kemaksiatan. Membayangkan hal-hal yang bersifat rafats dan membangkitkan syahwat juga bisa menghilangkan pahala puasa.

 

Nah gak ingin kan puasa kita sia-sia hanya karena tiga hal di atas, yuk pelan-pelan kita tinggalkan ketiganya supaya Ramadan kita berkah.

 

Jangan Asal Mengumpat Saat Puasa Makmalian

Di era serba canggih di mana warganet bisa mengakses informasi dengan mudan dan media sosial menjadi makanan sehari-hari, rasanya tak heran jika semakin banyak keyboard warrior di ranah daring. Keyboard warrior mudah sekali ditemui di media sosial terutama bagian kolom komentar, rata-rata menggunakan bahasa kasar hingga umpatan. Nah pertanyaannya, apakah mengumpat di media sosial dapat membatalkan puasa?

 

Dilansir dari Kompas.com, menurut Musta’in Ahmad, Kepala Kantor Kementerian Agama Surakarta; ternyata mengumpat tidak membatalkan puasa, tetapi dapat mengurangi pahala puasa. Ia menambahkan jika mengumpat, berbohong, marah-marah, sumpah palsu, memandang dengan syahwat, bisa membatalkan pahala puasa (bukan batal puasanya tapi batal pahalanya).

 

Musta’in menjelaskan, hal tersebut merupakan perbuatan haram untuk dilakukan, terlebih ketika menjalani ibadah puasa. Rasulullah saw. dalam salah satu hadis bersabda: “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan tidak meninggalkan perbuatan yang diakibatkan ucapan dustanya, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya terhadap perbuatannya meninggalkan makan dan minum (puasa)” (HR. Bukhari).

 

Hadis di atas merupakan dalil bahwa orang yang menjalankan ibadah puasa sudah semestinya menahan diri dari perkataan kotor (seperti cacian maupun umpatan) dan perkataan dusta sebagaimana menahan diri dari makan dan minum. Konsekuensinya, jika seseorang yang menjalankan ibadah puasa tetapi tidak bisa menahan diri dari ucapan kotor dan dusta, maka nilai ibadah puasanya menjadi berkurang. Tindakan itu juga menyebabkan munculnya kebencian Allah Swt. bahkan bisa jadi puasa kita tidak diterima.

 

Yuk saatnya bijak dalam berkomentar di media sosial, jangan sampai malah menjadi senjata makan tuan.

Amalan Selama Ramadan yang Patut Diikuti

Ramadan akhirnya menyapa, hari ini kita semua resmi menjalankan puasa Ramadan hari pertama. Meski beberapa dari kita masih di rumah saja dan beberapa lainnya telah beraktivitas seperti biasa (dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan super ketat), penting diingat kita harus melaksanakan Ramadan sebaik-baiknya. Seperti yang kita ketahui jika Ramadan merupakan bulan di mana semua amal ibadah dilipatgandakan, pintu-pintu surga terbuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup, dan terdapat malam Lailatulkadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Hal itu sebagaimana sabda Rasulullah: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan penuh berkah, Allah telah mewajibkan kalian berpuasa pada bulan itu. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu. Pada bulan itu juga terdapat Lailatulkadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.” (HR Ahmad).

 

Sebab itulah ada baiknya memaksimalkan kualitas ibadah dengan mengamalkan amalan di bawah ini:

 

Pertama, berzikir. Zikir  adalah amalan ibadah yang paling mudah dilakukan, kapan pun dan di mana pun. Perintah zikir terdapat dalam beberapa surat, di antaranya Surat al-A’raf ayat 205 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya”.

 

Kedua, sedekah. Pada bulan Ramadan, sedekah lebih dianjurkan dari pada hari-hari biasanya. Sebab, sedekah di bulan Ramadan memiliki nilai spesial seperti sabda Rasulullah: “Dari Anis r.a., Sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?’ Rasul menjawab: ‘Sedekah di bulan Ramadan” (HR at-Tirmidzi). Terlebih, masa pandemi virus Korona di Indonesia membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan, sehingga mereka membutuhkan bantuan dari orang-orang yang lebih mampu.

 

Ketiga, membaca Al-Qur’an. Besarnya kemuliaan di bulan Ramadan sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Apalagi, bulan Ramadan merupakan bulan turunnya Al-Qur’an. Hadis tentang keutamaan membaca Al-Qur’an yang terkenal adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas’ud sebagai berikut: “Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda: ‘Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qura’n), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatkan menjadi sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Namun, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf’.” (HR. At-Tirmidzi).

 

Keempat, salat Malam. Salat Malam merupakan salat sunah yang dilakukan antara Isya dan Subuh, di antaranya adalah salat Tarawih, salat Witir, dan salat Tahajud. Bahkan, Rasulullah menyebut salat malam merupakan salat yang paling utama setelah salat lima waktu (maktubah), seperti dalam sabdanya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Muharram. Sebaik-baik salat setelah salat fardhu adalah salat malam.” (HR Muslim).

Makmalian Sudah Siap Tarawih? Harus dong

Alhamdulillah esok kita semua sudah mulai melaksanakan puasa Ramadan lho, itu tandanya malam ini kita akan melaksnakan salat Tarawih di masjid dengan tetap menjaga jarak serta menerapkan protokol kesehatan ketat atau salat di rumah saja. Tapi kita harus tahu, berdasarkan HR. Tirmidzi, “Sesungguhnya siapa saja yang salat bersama imam hingga imam itu selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan salat semalam suntuk”.

Kita perlu tahu kalau ternyata keutamaan salat Tarawih mengikuti tiga pembagian hari di bulan Ramadan. Pada sepuluh hari pertama Ramadan dikenal dengan rahmat, sebab Allah banyak menurunkan rahmat kepada siapa saja yang taat beribadah. Sedangkan pada sepuluh hari kedua disebut dengan magfirah atau ampunan dari Allah. Konon sesiapa yang banyak beribadah dan memohon ampunan di bulan Ramadan akan diampuni dosa-dosanya oleh Yang Maha Kuasa. “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” – HR. Bukhari dan Muslim. Sementara itu, sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan dikenal dengan penghindaran dari siksa api neraka. Umat Islam berkesempatan menyucikan diri dengan berdoa dan beribadah sebanyak-banyaknya pada malam-malam terakhir ini. Di malam-malam terakhir ini pula terdapat malam seribu bulan atau malam lailatul qadr.

 

Namun sayangnya, setiap tahun selalu saja ada kebingungan tersendiri terkait jumlah rakaat dalam salat Tarawih. Eits tapi tak perlu bingung karena kami akan membahas berapa jumlah maksimal rakaat dalam salat Tarawih.

 

Hampir semua ulama mengatakan, tidak ada batas maksimal untuk jumlah rakaat salat tarawih. Diantara dalil yang menunjukkan tidak ada batas untuk jumlah rakaat Salat Tarawih adalah hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. Ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi saw. mengenai tata cara salat malam. Kemudian beliau menjelaskan,

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

“Salat malam itu dua raka’at-dua rakaat. Jika kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu rakaat, untuk menjadi witir bagi salat-salat sebelumnya.” (HR. Bukhari 990 dan Muslim 749)

 

Lalu Pilih 11 atau 23?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Tatkala Umar mengumpulkan manusia dan Ubay bin Kaab sebagai imam, dia melakukan salat sebanyak dua puluh rakaat kemudian melaksanakan witir sebanyak tiga rakaat. Namun ketika itu bacaan setiap rakaat lebih ringan dengan diganti rakaat yang ditambahkan. Karena melakukan semacam ini lebih ringan bagi makmum daripada melakukan satu rakaat dengan bacaan yang begitu panjang”(Majmu’ al-Fatawa, 22/272).

Praktik di atas menunjukkan bahwa jumlah rakaat bukan acuan utama penilaian. Karena semua kembali kepada mana yang lebih berkualitas. Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Dialah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” (QS. al-Mulk: 2).

 

Salah satu di antara faktor yang menentukan kualitas adalah kekhusyukan. dan salah satu faktornya adalah kondisi makmum. Karena itu, Syaikhul Islam menyimpulkan, yang paling afdal adalah menyesuaikan kondisi makmum. Ia mengatakan:

“Yang paling afdal, berbeda-beda sesuai kondisi orang yang salat. Jika mereka bisa diajak berdiri lama, maka tarawih dengan sepuluh rakaat dan tiga rakaat setelahnya lebih bagus. Seperti yang dilakukan sendiri oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika di bulan Ramadan dan di luar Ramadan. Namun jika mereka tidak kuat berdiri lama, tarawih dua puluh rakaat lebih afdhal” (Majmu’ al-Fatawa, 22/272).

 

Sayangnya, banyak praktik yang kurang maksimal di sekitar kita nih. Sebagian masjid yang tarawih 23 rakaat, sangat tidak thumakninah. Bahkan ada yang selesainya kurang dari setengah jam. Sementara mereka yang salat sebelas rakaat, selesai selama setengah jam. Masalah jumlah, jangan sampai mengorbankan kualitas ya, karena thumakninah bagian dari rukun salat.

Makmalian Sila Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 1442 ya

Seluruh alam berzikir menyambut bulan penuh berkah. Kemuliaan bulan seribu bulan. Saat Allah memberikan ampunan. Marhaban ya Ramadan. Mohon maaf lahir dan batin ya Makmalian.

Selamat menunaikan ibadah puasa, jangan lupa mengunduh jadwal Imsakiyah Ramadan 1442 di sini ya