Catatan Pendamping Sekolah Pembelajaran Literasi dan Display

Oleh: Dessy Angraini Putri, S.Pd.

Membaca adalah perkara yang wajib bagi semua insan tanpa terkecuali. Bahkan dalam Ajaran suci umat Muslim membaca adalah sebuah kewajiban. Senada dengan perintah yang diturunkan melalui wahyu pertama, surat Al-Alaq ayat 1-5, “Bacalah dengan nama Tuhan Mu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhan Mu yang Maha Pemura, yang mengajar dengan perantara kalam, dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui.”.

Dan sejarah pun mencatat bahwa mereka yang membacalah yang menguasai dunia. Sebut saja tokoh-tokoh yang tersohor didunia, dan lihatlah data kuantutitatif berapa buku yang telah dibaca sepanjang hidupnya. Bahkan, untuk mengatakan membaca adalah hobbi(Kebiasaan) pun masih sangat dangkal, karena sejatinya membaca adalah kebutuhan bagi setiap individu. Dalam membangun kesadaran pentingnya untuk membaca terutama lingkungan sekolah adalah harus dilakukan upaya-upaya kreatif guru dan pihat terkait secara berkala dan terus menerus.

Dalam hal ini makmal pendidikan Dompet Dhuafa melakukan upaya program pendampingan sekolah dalam hal meningkatkankan kualitas dan manajemen sekolah termasuk didalam meningkatkan kesadaran budaya membaca atau lebih kompleks dikenal dengan budaya literasi.

Program pendampingan yang dilakukan makmal di SDN 14 Labuah, Kecamatan Tanjung Raya, Maninjau yang dilakukan selama sebulan ini difokuskan dalam dua hal yaitu meningkatkan kesadaran pentingnya baca Guru dan siswa dalam program “Ceruk Ilmu” dan “Display Kelas” dalam menciptakan lingkungan yang menarik dan nyaman serta mendukung proses pembelajaran siswa.

Diawali dengan pelatihan pertama yang dilakukan selama dua hari mengenai sekolah berbasis litarasi ini diikuti oleh guru-guru SDN selingkungan Gugus I Kecamatan Tanjung Raya ditargetkan mampu menbangun kesadaran guru akan pentingnya meningkatkan budaya membaca dan terwujudnya kelas literasi.

Kemampuan literasi yang dimaksud adalah pengembangan keterampilan membaca, menulis, menyimak dan berkomunikasi. Pelatihan yang diisi langsung Trainer makmal pendidikan DD, memberikan motivasi dalam meningkatkan kesadaran guru tentang penting nya membaca. Sehingga mampu memciptakan kelas cerdas literasi yang selaras dengan amanat undang-undang yang tertuang dalam PP No 19 Tahun 2005, bahwa fokus utama sebuah sekolah dasar adalah pengembangan kemampuan membaca, berhitung dan berkomunikasi.

Melalui program Ceruk Ilmu (Pojok Baca) yang ada dalam masing-masing kelas akan meningkatkan minat siswa dalam membaca. Karena di dalam kelas tersedia buku yang akan dibaca, hal ini dapat dilakukan sebelum memulai pelajaran, waktu istirahat dan jam senggang mereka yang selama ini diisi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Hal ini terlihat jelas, ketika setelah dilakukan monitoring oleh pendamping sekolah sebagai kelanjutan pengimplemantasian ilmu pasca pelatihan, sebahagian besar siswa antusias membuka dan mulai membaca buku yang ada di rak lemari ceruk ilmu. Tentu hal yang teramat menyenangkan ketika melihat bahasa tubuh yang bersemangat, mata yang berminar untuk melihat dunia dari buku.

Buku yang disediakan dalam ceruk ilmu, menarik dengan warna dan gambar yang tidak membosankan dibaca untuk tingkatan sekolah dasar. Walaupun pada awalnya mereka hanya membalikkan halaman sekedar melihat gambar, atau mengeja bacaan tanpa paham apa yang dibaca tetapi ini adalah awal yang baik untuk membangunkan kesadaran mereka membaca.

Bimbingan intensif terhadap guru maupun siswa, dengan menanyakan apa yang dibaca menuntut siswa untuk menceritakan kembali apa yang mereka baca. Perlahan mereka paham bahwa membaca tidak hanya sekadar membaca yang tertulis tapi juga memahami yang tertulis dan menceritakan kembali apa yang telah mereka baca.

Hal ini terlihat dari kegiatan Book Sharing yang dilakukan siswa kepada teman kelasnya setelah membaca. Di samping itu, meningkatkan kesadaran budaya membaca tidak hanya ditargetkan pada siswa tetapi yang terpenting adalah pada para guru. Tidak mungkin guru yang tidak suka membaca, akan dapat membangunkan kesadaran pada siswa untuk gemar membaca. Sehingga guru pun dituntut untuk membaca dan membagi kembali bacaan, Book Sharing.

Alhamdulillah, meskipun belum maksimal tapi antusias membaca dan kesadaran lingkungan sekolah terlihat meningkat setelah program ceruk ilmu. Sebahagian siswa memilih membaca di dalam kelas sebelum guru datang, mengisi waktu senggang untuk membaca dan mereka mulai memberanikan untuk bercerita di dalam kelas tentang buku yang dibaca.

Adanya book sharing yang dilakukan akhir pekan dengan guru-guru juga menuntut guru harus membaca minimal satu buku seminggu dan diceritakan kembali.

Sementara itu, pelatihan kedua diberikan langsung Manager Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, Rina Fatimah, membekali guru tentang pengenalan, rencana pembuatan, cara membuat dan praktek membuat display.

Display merupakan tempat yang digunakan untuk menyajikan informasi penting yang menunjang pembelajaran dalam kelas. Informasi tersebut seperti konsep atau materi yang sedang dipelajari. Dalam display juga memuat hasil karya siswa yang nantinya sebagai bentuk penghargaan kepada siswa sekaligus sebagai evaluasi.

Pendampingan Sekolah oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa mampu membantu membangun kesadaran budaya membaca dan meningkatkan kreativitas guru dalam merancang lingkungan yang kondusif untuk proses pembelajaran. Semoga hal positif ini bisa dipertahankan dan dilakukan secara mandiri oleh guru dan siswa pasca program pendampingan sekolah. (*)

Editor : Syafril Adriyansyah

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.