Beraksi di Pesantren Literasi

Oleh: Farhan Muhammad Ersal

Duta Gemari Baca Batch 2

 

Sabtu, 17 Juni 2017 menjadi hari ketiga para peserta Duta Gemari Baca Batch 2 mengikuti acara Pesantren Literasi yang diadakan Dompet Dhuafa Pendidikan di Bumi Pengembangan Insani, Parung, Bogor. Setelah dua hari sebelumnya peserta dibekali dengan pengetahuan tentang kondisi literasi masyarakat Indonesia, membangun inovasi & komunitas, pentingnya mengembangkan literasi, karakter pemuda dan bagaimana menyusun community value serta merancang program literasi berkelanjutan, pada hari ini peserta Duta Gemari Baca Batch 2 disuguhkan dengan materi ‘Islam dan Sistem Pendidikan’ yang disampaikan oleh Pak Abdul Khalim yang merupakan General Manager Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Beliau menuturkan bahwa hubungan antara adab, ilmu dan amal sangat berpengaruh terhadap diri kita, beliau juga bercerita bagaimana orang-orang islam zaman dahulu sangat menghormati guru mereka dan menekankan pentingnya mencatat dalam menuntut ilmu seperti yang dilakukan salah satu ‘ulama empat madzhab yaitu Imam Syafi’i.

Setelah tiga hari bergerilya dengan kajian dan diskusi, di hari ketiga ini para peserta melakukan outbond yang dipandu fasilitator guna memperkaya khasanah pengetahuan literasi dan menguatkan kesolidan sebuah tim. Berbagai games yang disediakan memaksa peserta mengeluarkan potensi literasi  dan kerjasama mereka, mulai dari menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan literasi di Indonesia dan dunia, menyusun puzzle, mencari gambar tokoh-tokoh literasi sampai mengambil bola dengan mata tertutup menjadi sajian di dalam outbond tersebut. Meski sambil berpuasa, peserta tetap menikmati outbond yang dirancang dengan sangat baik oleh panitia dengan semangat.

Selain melakukan aktivitas yang membuat mereka melakukan output yaitu outbond, peserta kembali diberi pembekalan terkait mendongeng dan media pembelajaran yang dibawakan oleh kak Dian Sumantri (Creative Librarian, Pendongeng Ulung) dan Kak Nurul Aeni (Pakar Media Pembelajaran). Terik matahari dan keringat yang mengucur tidak membuat semangat peserta turun dalam menikmati pembekalan tersebut. Terbukti dari saat mereka melakukan praktik mendongeng dan membuat media pembelajaran, yaitu semua peserta terlihat berbakat dalam mendongeng dan mendesain media pembelajaran. Dua hal tersebut menjadi salah satu syarat yang harus dikuasai para peserta karena menjadi salah satu metode yang diterapkan untuk membangun literasi di masyarakat.

Komentar

komentar