Belajar Perkalian dengan Gerakan Tangan

caturr

Pada 6 Februari 2014 saya mendapat tugas baru sebagai kepala SDN 014 Gunung Belah, Tarakan (Kalimantan Utara) menggantikan Ibu Hj. Zubaidah Winaryati, S.Pd.

Sebenarnya tiga tahun yang lalu saya juga bertugas di SDN 014 ini, tapi kemudian mendapat amanah di tempat lain selama sekitar tiga tahun. Jadi, saat pendampingan dari Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, praktis saya mengikuti fase awal dan akhirnya saja. Karena itu lah, masih banyak yang harus saya pelajari mengenai perkembangan SDN 014 selama pendampingan.

Dari hasil yang saya amati langsung, memang banyak sekali inovasi dan kreativitas dari teman-teman guru selama saya tinggalkan. Saya sangat bangga kepada teman-teman guru. Mereka sudah sebagian besar mau dengan tulus mengubah diri menjadi guru yang diharapkan oleh dunia pendidikan saat ini.

Sebagai kepala sekolah saya juga tak luput atau ingin bebas dari mengajar. Saya mendapat tugas mengajar Matematika di kelas 6.

Setelah masuk kelas serta berinteraksi dengan siswa dan cara mereka belajar Matematika, ada fakta menarik sekaligus mengejutkan saya. Ternyata masih ada dua siswa yang kurang bersemangat dan bahkan takut menghadapi Matematika. Rupanya sampai kelas 6 ini mereka masih mengalami kesulitan dengan perkalian 6 sampai 9. Padahal, hanya sedikit waktu yang tersisa di akhir pembelajaran kelas 6 ini. Sebentar lagi mereka mengadapi Ujian Semester kemudian Ujian Nasional menuju ke jenjang pendidikan berikutnya.

Dengan mengupayakan proses pembelajaran menarik, efektif dan menye-nangkan, saya mengajarkan perkalian sambil bertepuk tangan. Caranya seperti mereka hendak pemanasan olahraga. Saya mengarahkan siswa untuk menyatukan jari-jari tangannya, mulai dari jari kelingking sampai jari jempolnya. Mereka nantinya menghitung dengan jari-jari ini dengan hitungan: jari kelingking 6, jari manis 7, jari tengah 8, jari telunjuk 9, dan jari jempol 10.

Untuk memulai permainan, saya memberi contoh perkalian 7 x 7. Jari manis dan jari kelingking dilipat; jari yang lain tetap berdiri. Jari yang dilipat dihitung se-bagai puluhan. Karena ada 4 jari (masing-masing 2 di tangan) berarti 40. Berikutnya, jari yang berdiri atau tersisa dikalikan. Karena masing-masing tangan ada tiga, ber-arti 3 x 3 = 9. Hasil perkaliannya adalah 40 + 9 = 49.

Begitulah latihan perkalian ini secara acak mulai diperkenalkan. Dari perkalian 6 sampai 9 secara bergantian sampai peserta didik senang. Bagi siswa yang memang sudah cerdas dan kreatif, mereka tambah bersemangat. Pelajaran Matematika sebeneranya dapat dikerjakan sambil melakukan permainan.

Adapun bagi dua siswa yang awalnya masih malu-malu untuk bergerak, mereka tetap mendapat bimbingan secara khusus di luar jam pelajaran. Dengan antusias mereka melakukan latihan selama dua minggu secara rutin dan penuh kesabaran. Alhasil, ternyata keduanya sudah mulai memahami dan tidak canggung lagi, bahkan mau berinteraksi dengan teman-temannya dalam pelajaran saya.

Suwati

Guru Sekolah Cerdas Literasi dan Kepala SDN 014 Gunung Belah, Tarakan (Kalimantan Utara)

Komentar

komentar