Bangkitkan Spirit Berliterasi Lewat OLN

priangan

Tak hanya cukup dengan instruksi pembiasaan baca sebelum kegiatan belajar. Dalam membentuk iklim literasi pun, spirit siswa harus terus dibangkitkan. Seperti yang baru saja selesai dilakukan di MI Cibengang sebagai model Sekolah Literasi Indonesia, melalui kegiatan Olimpiade Literasi Nasional.

Guru Konsultan dari Dompet Dhufa, yang memprakarsai program di sekolah ini, Syaeful Bahri menjelaskan olimpiade secara keseluruhan diikuti oleh 19 sekolah pendamping dan 11 inisiasi Makmal Pendidikan di seluruh Indonesia. “MI Cibengang ini bagian dari jumlah tersebut, dan bisa dikatakan perdana untuk di wilayah Tasikmalaya,” ujarnya, Minggu (16/10/2016) di sela penutupan kegiatan ini.

Syaeful menyambung, ada tiga mata lomba yang dikompetisikan di ajang yang digelar sejak 23 September  – 16 Oktober ini, yakni minat membaca, membaca cepat, dan pemahaman membaca. Misalnya, untuk lomba membaca cepat dan pemahaman membaca yang hanya bisa diikuti siswa mulai dari kelas empat ini, prosesnya dibagi menjadi dua tahap. Yakni, tahap pertama, prapelatihan membaca, dan kedua paskapelatihan membaca.

“Secara konsep lomba, ketiganya memang sengaja didesain berbeda-beda. Karena adanya Olimpiade ini demi kami bisa memetakan kondisi minat baca dan kemampuan baca anak di Indonesia,” imbuh dia.

Lomba minat baca diikuti seluruh siswa MI Cibengan, penilaiannya pun dari seberapa sering siswa berkunjung ke perpustakaan untuk membaca dan mengisi daftar ceruk ilmu. Lain lagi untuk kategori membaca cepat, dimana siswa diberi bacaan cerita islami yang berjudul Kisah Uwais Al Qarni, Sang Penghuni Langit. “Peserta kami beri waktu selama dua menit untuk membaca cerita tersebut, hingga waktu berakhir mereka diminta menandai bagian yang bisa diselesaikannya. Ini untuk mengukur kemampuan, selanjutnya mereka diperbolehkan menyelesaikan bacaan lagi,” tambah Syaeful.

Sebab, di lomba yang masih berkaitan yakni pemahaman membaca, siswa diminta untuk menciptakan beberapa pertanyaan dari buku bacaan tersebut. “Sejauh ini kami melihat respon mereka begitu antusias selama mengikuti kegiatan ini, di setiap waktu luang baik istirahat atau pulang sekolah mereka selalu menyempatkan untuk ke perpustakaan. Artinya minat baca juga kami lihat ini makin tumbuh,” tambahnya. Olimpiade yang pengumuman pemenangnya akan dibuka tanggal 31 Oktober tersebut juga diharapkan berujung mengakselerasi kemampuan baca anak Indonesia. Nantinya siswa perwakilan dari sekolah yang berlokasi di kp. Cibengang Desa Malatisuka Kab. Tasikmalaya akan diboyong ke tingkat nasional, bulan November esok.

Selain kegiatan olimpiade yang juga mendukung program pemerintah GLS, di MI Cibengang sebelumnya telah menggiatkan berbagai upaya peningkatan literasi. Sebut saja, pembiasaan menulis karangan terkait aktivitas sehari-hari, pembiasaan membaca minimal dua buku dalam satu minggu, pembentukan pustakawan cilik, hingga Saung Ceria yang memfasilitasi hingga masyarakat untuk mengenyam bacaan. (Astri Puspitasari)***

Sumber: http://kabarpriangan.co.id/?p=13150

Komentar

komentar