Balada Konferensi Menghadirkan Aksi hingga Cinta

Oleh: Febri Reviani. 

Mentari sudah tepat berada diatasku. Suara klason dilampu merah semakin membawa aura hangat, asap knalpot yang terkadang menusuk hidung dan keramaian pasar yang selalu menemani kemacetan di siang ini. Begitulah ku lalui hari-hariku di Kota Medan.

Suara bip terdengar menandakan sebuah pesan via whatshap masuk “Asalamu’alaikum, mbak dari empat hari pelatihan, kayaknya banyak bangat yang harus kita perbaiki disekolah. #miris” begitulah chat yang datang dari Pak Amal Lubis sebagai Kepala Sekolah MIS Peduli Umat dan Koordinator Sekolah Bintang Rabbani yang saat itu sedang mengikuti Konferensi Nasional Sekolah Literasi Indonesia (KN-SLI) yang diadakan oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa untuk para Kepala Sekolah.

“Wa’alaikumsalam. Iya betul sekali Pak. Silahkan dinikmati hari-harinya disitu. Setelah Bapak Kembali beraktivitas disekolah kita akan membahas langkah apa yang harus kita lakukan” jawabku.

Keesokkan harinya, adalagi Kepala Sekolah yang mulai mengeluarkan unek-unek tentang sekolahnya serta membuka diri untuk menerima masukkan dari KAWAN (Konsultan Relawan) SLI. Aura keyakinan dan harapan penuh terhadap hadirnya program SLI semakin terpancar dari para enam Kepala Sekolah yang didampingi.

Seminggu berlalu dengan cepat, Rabu 12 April 2017 para Kepsek sudah kembali kesekolah mereka masing-masing. KAWAN SLIpun mulai mendatangi sekolah-sekolah untuk berdiskusi dengan para Kepala Sekolah. Semangat menggebu-gebu begitu nampak dari antusias mereka bercerita tentang aktivitas selama mengikuti KN-SLI dan hal apa saja yang akan mereka lakukan kedepanya hingga akhirnya para Kepala Sekolah menjadwalkan pelaksanaan Sosialisasi hasil KN-SLI kepada seluruh guru.

Disaat pelaksanaan sosialisasi muncullah pembaharuan Visi & Misi dari sekolah hingga nilai-nilai yang akan dianut. MIS peduli Umat hadir dengan nama *AKSI* (Akhlakul Karimah, cerdaS dan Intelektual).

MTs Swasta Bintang, sesuai dengan nama sekolah mereka nilai yang dianut adalah *STAR* (Smart, Terampil, Akhlakul Karimah dan Ramah Lingkingan). Kemudian yang modern lagi adalah *DIGITAL*(Disiplin, berIman, GIat dan cinTA Lingkungan) yang dianut oleh MIS Al-Hidayah.

Kepala Sekolah SDS Surya Bahagiapun tidak mau kalah ketika dia melihat postingan teman-temanya di GA SLI Medan (Group Whatshap). Dengan gaya yang ngentrik jempol dan telunjuk dibuka dan diletakkan tepat di depan dagu sambil mengeluarkan senyuman yang menawan beliau mengatakan *SMILE* nilai yang dianut oleh sekolahanya yang mengandung arti Sopan Santun, Memiliki Keyakinan, Inovasi, disipLin dan kEteladanan.

Setelah muncul Aksi, Star, Digital dan Smile. Hadirlah sebagai pelengkap dari semua itu adalah *CINTA* yang di anut oleh MIS Al-Ihsan yang bermakna Cerdas, disiplIN, Tanggung Jawab dan Agamais.

Ibarat biji kecambah yang sudah ditanam didalam tanah, setelah beberapa minggu kemudian muncullah tunas-tunasnya. Itulah yang aku rasakan dari lahirnya nilai-nilai yang dianut oleh sekolah serta singkatan yang menjadi pemupuk semangat.

Untuk menjadi sekolah unggul memang diperlukan waktu yang lama namun semangat dan keyakinan yang kuat akan menjadikan waktu itu semakin singkat.

 

Komentar

komentar