Bahagianya Bisa Bersekolah dan Memiliki Perpustakaan Bagus

Sewaktu saya kelas 1 SD, kelas saya tidak begitu bagus. Meja dan kursi saya terbuat dari kayu, dan kelas saya belum terlalu indah, tetapi saya tidak terlalu menghiraukan keadaan kelas saya. Begitu pula saat saya kelas 2, kelas 3, dan kelas 4.

Saat kelas 4, ada bantuan dari Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Sejak itu sekolah saya berubah. Saya pun senang. Kursi dan meja sekolah tempat saya bersekolah diganti menjadi bagus dan bersih.

Tidak lupa lapangan sekolah saya banyak tanaman yang hijau.

Perpustakaan sekolah juga jadi banyak buku yang bisa saya baca setiap hari buku yang menarik, misanya buku yang berjudul Kokok yang Sombong. Buku itu menceritakan Kokok si ayam yang sangat sombong. Dari buku itulah saya tahu kalau kita sombong akan merugikan orang lain dan diri kita sendiri.

Waktu itu guru pendamping sekolah saya adalah Pak Agung. Pak Agung orangnya baik, selalu melakukan pengayaan dengan semangat. Saya senang karena Pak Agung tidak bosan mengajar saya dan teman-teman. Hasilnya, nilai saya bagus karena saya selalu giat mengikuti pengayaan bersama Pak Agung.

Saya naik ke kelas 5, saya tetap mendapat bantuan beasiswa, yaitu bantuan untuk anak yang berprestasi tetapi tidak mampu dari Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Saya senang, tetapi di balik kesenangan saya, Pak Agung tidak ada lagi di sekolah dan digantikan oleh Bu Yunita Mandasari, yang biasa dipanggil Bu Nita. Senangnya, Bu Nita mengajari pula pengayaan di waktu les dengan senang hati.

Saya berterima kasih kepada Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, juga guru pendamping. Sekolah saya berubah bagus, nilai saya juga bagus.

Dini Adhe Lestari
Siswa Kelas 5 Sekolah Cerdas Literasi SD 014 Gunung Belah, Kota Tarakan, Kalimantan Timur

Komentar

komentar