Baca Al-Qur’an pun Ada Adabnya

Al-Qur’an adalah kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam. Membacanya merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat disarankan oleh Rasulullah. Namun perlu diingat jika saat membaca kitabullah ada adab yang perlu dilakukan. Kenapa? Supaya keberkahan dari bacaan Al-Qur’an bisa kita dapatkan.

 

Berikut ini adalah serangkaian adab dalam membaca Al-Qur’an yang kami sarikan dari berbagai sumber:

  1. Saat membaca Al-Qur’an hendaklah dalam keadaan suci dan mulut yang bersih

Sebagaimana disebutkan di atas, Al-Qur’an adalah kitab suci sehingga ketika membacanya pun diharapkan dalam keadaan suci pula. Karenanya, berwudu sebelum membaca Qur’an adalah lebih utama. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Waaqi’ah ayat 77-79.  “Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan,” demikian terjemah dari tiga ayat tersebut.

Selain berwudu, membersihkan mulut sebelum membaca Al-Qur’an juga sangat dianjurkan. Apalagi jika habis mengonsumsi makanan dengan bau menyengat dan mengganggu penciuman ketika berbuka. Sebelum tilawah ada baiknya menggosok gigi, bersiwak, atau berkumur dengan cairan pembersih mulut terlebih dahulu.

 

  1. Meluruskan niat hanya karena Allah

Sebelum membaca Al-Qur’an, sebaiknya kita menguatkan dan meluruskan niat bahwa bacaan kita bertujuan untuk ibadah kepada Allah semata. Dengan demikian tiada sebab lain dari aktivitas mendaras kitabullah yang akan kita lakukan, kecuali Allah. Hal ini menjadi penting, karena rentan sekali hati kita tergoda untuk mengindah-indahkan bacaan untuk memesona orang lain.

Rasulullah bersabda, “Segala amal perbuatan bergantung pada niat dan setiap orang akan memperoleh pahala sesuai dengan niatnya. Barang siapa berhijrah dengan niat mencari keuntungan duniawi atau untuk mengawini seorang perempuan, maka (pahala) hijrahnya sesuai dengan niatnya itu” (HR Bukhari). Hadis ini mempertegas urgensi niat dalam setiap amalan kita, termasuk membaca Al-Qur’an.

 

  1. Berada pada tempat yang bersih dan menghadap kiblat

Seperti telah disebutkan di atas bahwa membaca Al-Qur’an termasuk salah satu bentuk ibadah. Kegiatan ibadah akan lebih baik jika dilakukan di tempat yang bersih dan memakai pakaian yang bersih pula.

Karena itulah, membaca Qur’an di tempat yang bersih, seperti masjid, lebih utama. Apalagi jika ditambah dengan posisi duduk menghadap kiblat, akan lebih banyak kebaikan kita dapatkan. Dengan duduk menghadap ke baitullah, kita bisa menghadirkan kesan sedang menghadap Allah sambil membaca kalam-Nya.

 

  1. Memulai bacaan dengan Taawuz dan Basmalah

Hal ini seperti tersebut dalam firman Allah pada QS. An-Nahl ayat 98, “Maka apabila kamu membaca Al-Qur’an, berlindunglah kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”. Karenanya, kita dianjurkan untuk membaca taawuz yang berarti doa meminta perlindungan dari godaan setan. Kemudian dilanjutkan dengan Basmalah maka lebih sempurna perlindungan Allah untuk kita.

 

  1. Dianjurkan meresapi dan menadaburkan bacaan

Karena bersumber langsung dari Allah, ada banyak sekali hikmah dan pedoman kehidupan dalam Al-Qur’an. Kita diharapkan dapat meresapi setiap kata dan kalimat sarat hikmah tersebut. Meresapi sambil membayangkan Allah mengatakannya langsung kepada kita, akan menambah kekhusyukan mendaras firman-Nya.

Untuk dapat mengerti apa hikmah dan petunjuk yang diberikan Allah pada setiap surat dalam Al-Qur’an, kita perlu merenungkannya. Caranya dengan membaca terjemahan Al-Qur’an, juga tafsirnya jika mampu.

 

  1. Dianjurkan membaca dengan tartil dan memahami tajwid

Membaca secara tartil artinya membaca dengan pelan, tidak tergesa-gesa. Sementara tajwid berarti cara membaca Al-Qur’an dengan lafal atau ucapan yang benar. Keduanya perlu kita terapkan saat mendaras kitab suci ini. Meski tidak wajib hukumnya, namun mengupayakan kedua hal tersebut menjadi sebuah keutamaan.

 

  1. Menutup bacaan dengan doa

Saat kecil dulu kita pasti sudah pernah diajarkan doa senandung Al-Qur’an setelah mengaji di TPA atau TPQ. Jika terlupa, Sila bisa berselancar di dunia maya untuk mencari bacaan doa tersebut secara lengkap. Jika susah untuk menghafalnya, minimal kita bisa membaca shadaqallahul ‘adziim sebagai penutup tilawah. Kalimat tersebut berarti, “Maha benar Allah dengan segala firman-Nya”. Membacanya dapat meneguhkan keimanan kita terhadap kebenaran Al-Qur’an sebagai firman Allah.

 

Yuk mulai membiasakan diri menerapkan adab-adab di atas. Semoga keberkahan menaungi kita semua. Aamiin.

Komentar

komentar