Asistensi Komunitas Media Pembelajaran (KOMMED) Bersama Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa

Pada Kamis (09/10) sore, ruang Media Pembelajaran Pusat Sumber Belajar (PSB) didatangi oleh para guru dari berbagai sekolah dasar yang terdapat disekitar Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa untuk menghadiri pelatihan tahap 2 bertajuk Asistensi Komunitas Media Pembelajaran (KOMMED) sebagai lanjutan dari pelatihan yang diadakan pada 25 September lalu.  

“Asistensi Komunitas Media Pembelajaran merupakan salah satu cara kami untuk membantu para guru membuat dan mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan penugasan yang kami berikan pada pelatihan sebelumnya”, ujar Siska Distiana, Supervisor Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa.  

Kegiatan kali ini diikuti oleh 20 guru dari 10 sekolah dengan perwakilan masing-masing 2 orang guru dari tiap sekolah, namun karena satu dan lain hal tidak semua sekolah dapat mengirimkan wakil mereka untuk mengikuti kegiatan kali  ini. Meskipun tidak semua peserta dapat hadir, namun Asistensi KOMMED tetap berjalan dengan semarak.

“Kita harus bisa memanfaatkan berbagai benda bekas atau tidak terpakai disekitar kita untuk membuat media pembelajaran yang murah, kreatif, inovatif, dapat digunakan sebagai alat bantu guru dalam mengajar, dan murid mudah untuk mempraktikkan media pembelajaran tersebut”, ujar Iwan Sahrudin, Trainer Pendidikan. “Dalam membuat media pembelajaran kita juga dituntut untuk bisa menggambar, mewarnai, dan berkreasi sekreatif mungkin”, tambahnya.

Dengan mengikuti Asistensi KOMMED para peserta diharapkan memahami bagaimana membuat media pembelajaran yang efektif, efisien, dan murah serta memiliki nilai edukasi dan dapat membantu mereka selama mengajar di kelas. Selain itu para peserta juga diharapkan mampu membuat rencana pembelajaran sehingga media pembelajaran yang dibuat dapat digali dan dikembangkan lebih lanjut di sekolah masing-masing.

“Semoga kegiatan ini akan terus rutin terlaksana dan semoga nantinya para guru mampu membuat media pembelajaran baru yang kreatif, inovatif dan sesuai dengan kebutuhan para guru di sekolahnya masing-masing”, tutup Siska Distiana. [Akhie]

{fcomment}

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.