KAWAN SLI

Aksi Kolaborasi Jaringan Sekolah Indonesia Bumikan Literasi di Hari Aksara Internasional 2020

Dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional, Tim Jaringan Sekolah Indonesia melakukan Aksi Kolaborasi dengan menyelenggarakan rangkaian Kegiatan Literasi pada 1-9 September 2020 dengan tema AKSARA (Aksi Literasi Nusantara). Ragam kegiatan pada kegiatan AKSARA tersebut yakni : Penyelenggaraan lomba puisi siswa, mendongeng guru, menulis bagi kepala sekolah dan menulis untuk relawan Literasi. Perayaan hari Aksara  juga dimeriahkan oleh kuis menyusun kalimat yang dilakukan di sosial media instagram. Ragam kegiatan tersebut disambut meriah oleh beragam kalangan, ratusan orang turut menyemarakan dengan memasangan Twitbon dan mengucapkan Hari Aksara Internasional tersebut.

 

Puncak kegiatan Hari Aksara, Jaringan Sekolah Indonesia menyelenggarakan Webminar AKSARA pada 09 September 2020. Mengangkat tema “Aksi Kolaborasi Bumikan Literasi”, Jaringan Sekolah Indonesia ingin mensosialisasikan pada khalayak bahwa persoalan Literasi di Indonesia adalah PR yang harus dikerjakan bersama oleh seluruh kalangan, terutama oleh Keluarga, Sekolah dan oleh Masyarakat. Tes PISA 2019 memaparkan bahwa Indonesia menduduki rangking ke-6 terbawah dalam hal Literasi, hasil tersebut menjadi cambuk bersama agar berbagai pemangku kepentingan melakukan gerakan Literasi lebih gencar lagi. Webminar AKSARA hanyalah salah satu media untuk menyampaikan pada masyarakat beberapa upaya kolaborasi yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

 

Webminar tersebut diselenggarakan via zoom dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari guru dan para pegiat Literasi. Webminar dibagi menjadi 5 sesi yakni : Keynote Speech, Pemaparan Praktik Baik Literasi di Sekolah, Pemaparan Praktik Baik Literasi di Keluarga, Pemaparan Praktik Baik Literasi di Masyarakat dan Materi Literasi, Aksi dan Kolaborasi.

 

Pada sesi Keynote Speach yang disampaikan oleh M.Syafi’ie El Bantanie selaku Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, poin Why menjadi penekanan yang harus diperhatikan para pegiat Literasi. Bapak Syafi’’e menyampaikan bahwa setiap orang harus tahu alasan dasar mengapa ia harus melakukan ini, mengapa ia harus melakukan itu. Begitupun dalam berliterasi. Para pegiat Literasi harus tahu betul alasan mengapa dirinya menjadi penggerak dan mengapa ia memiliki kewajiban untuk membumikan Literasi di masyarakat.

 

Pada sesi satu, Bu Sri Ningsih Pardosi (Kepala MIS Al-Hidayah Medan) menyampaikan praktik baik Literasi di Masyarakat. Kolaborasi antar siswa, guru, kepala sekolah dan orangtua menjadi kunci penting untuk kesusksesan penyelenggaraan aksi Literasi di sekolah. Beberapa program yang dicanangkan bu Ningsih antara lain :Literasi siswa meliputi; kegiatan Pojok Baca, Ceruk Ilmu, Siswa Berkisah, Literasi Quran, Penulis Cilik dan Pekan Karya. Literasi Guru meliputi; One Day One Month, Hikayat Jum’at, Guru Penulis, dll. Literasi Orang tua meliputi; Paguyuban, Kajian Orangtua dan Parenting. Beberapa praktik baik yang dilakukan bu Ningsih membuahkan hasil yang menghantarkan Sekolah tersebut menjadi juara 1 Lomba Mendongeng Siswa Tingkat Provinsi. Praktik baik disampaikan oleh bu Ningsih dengan harapan dapat menambah semangat para peserta Webminar. Aksi Literasi akan berhasil jika dilakukan dengan sepenuh hati.

 

 

Pada sesi dua, Bunda Komalasari (Ketua Komunitas Orangtua Cinta Literasi [KOACI]) menyampaikan praktik baik Lietrasi di Keluarga. Menurutnya, pendidikan pertama bagi siswa adalah keluarga, karena itu orangtua harus ambil peran dalam pendidikan anak utamanya dalam menumbuhkan minat baca. Orangtua dapat berkolaborasi dengan sekolah dalam program peningkatan minat baca, sebagaimana dilakukan oleh SDN Waringin, tempat asal muasal KOACI ini dibentuk. Bunda Komalasari dan SDN Waringin menghidupkan KOACI  dengan ragam program, seperti : Membuat jadwal baca di rumah, membacakan cerita sebelum tidur, Bookshare dengan orang tua, Pelatihan bercerita/parenting, Gelar buku dan banyak program lainnya. Praktik baik di keluarga tersebut menjadi kebanggaan para orangtua, adanya KOACI membuat hubungan orangtua dan guru terjalin aktif dan positif, anak-anak juga menjadi lebih senang membaca karena adanya peran orangtua mereka.

 

Pada  sesi tiga, Praktik Baik Literasi di Masyarakat disampaikan oleh Heri Maja Kelana (Pegiat Rumah Baca Taman Sekar Bandung). Menurutnya, pandemi ini telah memperlihatkan wajah pendidikan yang sesungguhnya. Tanggungjawab mendidik anak tidak bisa terfokus hanya mengandalkan sekolah, namun masyarakat harus ambil peran menjalankan fungsi pendidikan di masyarakat. Fungsi  Taman TBM (taman Baca Masyarakat) bisa dimaksimalkan untuk hal tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Kang Heri melalui  Rumah Baca Taman Sekar, ia menyelenggarakan berbagai program seperti: Klub Baca, Kelas Kreatif, Festival Literasi dan berbagai kegiatan lainnya. Kegiatan tersebut merupakan sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjadi pribadi-pribadi pembelajar sepanjang hayat.

 

Webminar tersebut ditutup di sesi terakhir oleh Andi Ahmadi (Konsultan Sekolah Literasi Indonesia). Pada sesi ini, Bapak Andi menekankan agar adanya kolaborasi 3 ekosistem pendidikan, yakni: Keluarga, Sekolah dan Masyarakat sehingga muncul gerakan Literasi bersama. Kolaborasi tersebut harus dilakukan dengan aksi Literasi nyata yang terencana, terprogram dan dilakukan secara konsisten. Bapak Andi menjabarkan beberapa program Literasi yang telah dicanangkan oleh Dompet Dhuafa Pendidikan dalam upaya membumikan Literasi dalam 3 ekosistem tersebut. Pada Literasi sekolah terdapat program Sekolah Literasi Indonesia, Pendampingan Perpustakaan Sekolah dan KOMED. Pada Literasi Keluarga, Dompet Dhuafa telah melahirkan program KOACI dan Perpustakaan Mini di Rumah. Pada Literasi Masyarakat, Dompet Dhuafa mencanangkan program Pendampingan Taman Baca Masyarakat dan juga Duta Gemari Baca. Program-program tersebut tentunya bisa aberjalan karena adanya kolaborasi dengan berbagai pihak.

 

Dalam penutup Webminar, Bapak Andi menyampaikan harapannya agar webminar ini bisa menjadi inspirasi semua pihak, terutama bagi peserta webminar untuk  bisa melakukan kolaborasi lebih masif menggencarkan dan membumikan Literasi di Indonesia.

Komentar

komentar