Ajang Peningkatan Minat Baca Pada Siswa

literasi

Seperti halnya kalimat “membaca adalah membuka jendela dunia” kalimat tersebut tidaklah asing di telinga kita. Hal tersebut memang benar adanya, bahwasannya bilamana kita rajin membaca dan memahami apa yang telah kita baca sehingga menjadi sebuah ilmu pengetahuan tidak hanya sebagi informasi. Maka, kita seolah-olah sedang membuka jendela dunia. Zaman ini, kegiatan membaca  merupakan sebuah kebutuhan ilmu yang harus kita penuhi, layaknya kebutuhan primer manusia. Oleh karena itu, marilah tingkatkan keterampilan membaca dan menulis kita semua. Seperti halnya dalam Al Quran Surat Al Alaq ayat 1–5, memberikan petunjuk kepada kaum muslim bahwa sesungguhnya “menulis dan membaca adalah kunci dari ilmu pengetahuan”.

MI Cibengang dengan programnya, yaitu Sekolah Literasi Indonesia yang diinisiasi oleh Makmal Pendidikan-Dompet Dhuafa, perdana di Kab/Kota Tasikmalaya. Mengadakan Olimpiade Literasi Indonesia Nasional yang diikuti oleh 19 sekolah pendampingan dan 11 inisiasi Makmal Pendidikan-Dompet Dhafa di seluruh Indonesia. Olimpiade ini dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia, diantaranya di Serang (Banten), Musi Rawas Utara (Sumsel), Riau, Manggarai Barat (NTT), Poliwalimandar, dll. Dilaksanakan pada tanggal 23 September 2016 sampai 16 Oktober 2016 dan Pengumuman pemenang pada 31 Oktober 2016.  Dalam olimpiade ini terdapat tiga lomba diantaranya, yaitu lomba minat membaca, membaca cepat, dan pemahaman membaca. Untuk lomba membaca cepat diikuti oleh siswa dari kelas satu sampai kelas enam (MI Cibengang). Dan untuk lomba membaca cepat dan pemahaman membaca dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama adalah tahap prapelatihan membaca, dan tahap kedua pasca pelatihan membaca, dan hanya diikuti oleh siswa dari kelas empat sampai kelas enam.

Konsep perlombaannya dari ketiga lomba tersebut berbeda-beda, seperti lomba minat membaca yang diikuti oleh seluruh siswa MI Cibengang. Lomba minat baca dinilai dari seberapa sering siswa berkunjug ke perpustakaan untuk membaca dan mengisi daftar ceruk ilmu atau buku daftar berkunjug ke perpustakaan. Membaca cepat, konsep lomba ini adalah peserta lomba (siswa) diberi bacaan cerita islami yang berjudul Kisah Uwais Al Qarni, Sang Penghuni Langit. Peserta diberi waktu selama dua menit untuk membaca cerita tersebut, setelah waktu selesai (2 menit). Peserta dianjurkan untuk berhenti membaca, dan memberikan tanda garis miring (/) sampai di mana peserta lomba selesai membaca dalam waktu dua menit. setelah itu, peserta diperbolehkan untuk menyelesaikan bacaan tersebut. lomba yang ketiga adalah, pemahaman membaca sistem penilaian dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan tertulis menganai bacaan Kisah Uwais Al Qarni, Sang Penghuni Langit. Pertanyaan tertulis tersebut dimaksudkan untuk mengetahui seberapa pemahaman terhadapa bacaan (Kisah Uwais Al Qarni, Sang Penghuni Langit) yang telah dibaca oleh para peserta (siswa).

Adapun Olimpiade Literasi Nasional ini bertujuan untuk memetakan tentang kondisi minat baca anak di Indonesia, memetakan kemampuan baca anak Indonesia, menumbuhkan budaya literasi di seluruh Sekolah yang ada di Indonesia, dan meng-akselerasi peningkatan kemampuan membaca anak-anak Indonesia.

Komentar

komentar