KAWAN SLI: Ini Rahasia Sinergi SDN Karangwuni lho Makmalian

KAWAN SLI: Ini Rahasia Bagusnya Sinergi SDN Karangwuni lho Makmalian

 

SDN Karangwuni menggelar program parenting guna memperkuat sinergi antara sekolah, pemerintah, orang tua, serta tokoh masyarakat. Gelaran ini merupakan tindak lanjut hasil diskusi strategik sekolah (school strategic discussion) yang sebelumnya telah dilaksanakan pihak sekolah bersama berbagai pemangku kebijakan terkait yang didampingi oleh Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Karangwuni tersebut diikuti oleh guru, orang tua, siswa, perangkat desa, babinsa, dan pengurus komite  yang berjumlah 220 orang. Dalam sambutan kelas parenting  ini, Aryanti, S.Pd., kepala sekolah menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia kelas parenting atas terlaksananya program. Kepala sekolah juga memaparkan bahwa kegiatan dibagi menjadi dua sesi; sesi pertama yaitu Polisi Sahabat Anak (PSA) yang diisi dari Satuan Unit Diyaksa Polres Kulon Progo (Bripka Rachmat Rismiyanto), sesi kedua kelas parenting yang diisi oleh KAWAN Wahyu dan KAWAN Irfa dari SLI.

 

Kegiatan kelas parenting perlu dilakukan sebagai wadah komunikasi antara orang tua dan keluarga lain untuk memperoleh berbagai macam informasi mengenai pengasuhan dan perkembangan anak, selain itu orang tua juga harus ikut andil dalam program yang diadakan sekolah. Tujuan kegiatan PSA untuk memberikan proses pembelajaran terhadap keberadaan Kepolisian Republik Indonesia sebagai sahabat anak. Anak dikenalkan dengan berbagai tata tertib dan rambu-rambu berlalu lintas. Bripka Rachmat Rismanto juga menayangkan video pembelajaran tertib berlalu lintas.

 

Di akhir kegiatan PSA,  Alantina Neivanaya , siswa kelas IV menceritakan kembali tentang video yang ditampilkan. ”Menceritakan kembali merupakan upaya agar siswa berani berkomunikasi dan mampu memahami materi yang telah disampaikan,”ujar Bripka Rachmat Rismiyanto. Di akhir kegiatan PSA para siswa membuat komitmen untuk tidak mengendarai sepeda motor sebelum berumur tujuh belas tahun.

 

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan PSA,  sekolah, perangkat desa, babinsa, dan tim kepolisian mengadakan diskusi di ruang kelas 5 SD Karangwuni. Hasil diskusi kita berkomitmen akan selalu memberikan sosialisasi tentang  tertib berlalu lintas kepada siswa, orang tua, dan masyarakat pada umumnya.

Ada satu hal menarik pada rangkaian kegiatan ini yaitu setiap orang tua membawa 2 paket bekal makanan. Mereka membungkusnya menjadi kado-kado cantik yang pada pertengahan acara kado-kado tersebut dibagikan secara tertukar. Menurut kepala sekolah SDN Karangwuni, inisiasi ini berasal dari para orang tua. Selain itu, untuk menyukseskan program parenting, SDN Karangwuni juga memiliki kegiatan lainnya antara lain pengajian, kebudayaan, serta market day bersama orang tua.

Komentar

komentar