Duta Gemari Baca antara Komunitas, Program dan Membaca

Duta Gemari Baca antara Komunitas, Program dan Membaca

 

Bogor – “Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Jika ingin berjalan jauh, maka berjalanlah bersama”, jawaban Zaky, Duta Gemari Baca 4. Pernyataan di atas merupakan salah satu hasil diskusi kelompok tentang komunitas. Membangun komunitas menjadi salah satu upaya menguatkan peran dan memberikan dampak yang lebih besar bagi penggerak komunitas maupun masyarakat.

Pelatihan pengembangan komunitas dan program ini diadakan di PSB Dompet Dhuafa guna mendorong para Duta mampu menjaga aktivitas literasi secara berkelanjutan. Metode pelatihan yang dilakukan sangat interaktif, melalui diskusi dua arah dan simulasi. Nampak antusiasme Duta selama pelatihan yang masih tetap aktif walaupun waktu mulai menginjak pukul 21.30 WIB. Kombinasi simulasi, teori dan diskusi menuntut Duta untuk tetap fokus pada materi yang disampaikan.

Hasil simulasi pengembangan komunitas, dari kelompok Duta tercatat ada 16 nilai yang bisa diperoleh dari permainan tersebut. Sinergi antar pihak tidak sekedar berhubungan dengan pihak ektersnal, melainkan nilai-nilai pengembangan internal pun bisa mereka lihat. Salah satu nilai yang sangat kuat adalah kolaborasi dan memahami perbedaan, dimana dalam berinteraksi terjadi distribusi pengetahuan antara pribadi maupun komunitas. Dengan demikian, ide-ide inovasi program sangat mungkin muncul dari proses tersebut.

Gagasan baru pun bisa tumbuh dari kebiasaan membaca. Komunitas pun bisa turut menjaga semangat literasi di lingkungan masyarakat. Tantangan hari ini bukan sekedar bisa membaca, tetapi memahami bacaan. Padahal, tahapan membaca setidaknya memiliki 5 tahap, yaitu mengeja, ketrampilan membaca, memahami bacaan, kebiasaan membaca dan menikmati bacaan. Sebagai penggerak literasi di lingkungan, Duta diajak untuk memahami tahapan membaca tersebut supaya tidak sekedar memiliki semangat, tetapi memiliki kapasitas yang mumpuni pula.

Kebiasaan membaca yang terbangun dalam komunitas harus memiliki mimpi jangka panjang. Guna mendorong pemahaman Duta, maka pelatihan penyusunan program pun diberikan. Penyusunan program menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC). Tahap pertama ini, Duta diajak menyusun program yang sifatnya rutin guna menjaga masyarakat sasaran tetap terlibat. Dengan kata lain, output pelatihan adalah konsistensi aktivitas yang mereka lakukan. Untuk pelatihan selanjutnya akan didorong pada penyusunan program yang berkelanjutan.

Duta menyatukan baca dan program dalam sebuah komunitas (Eko).

Komentar

komentar