Category Archives: Artikel

MENGANTAR KE GERBANG SEKOLAH UNGGUL

Oleh: Agung Pardini
(Manager Pengembangan Sekolah dan Pembelajaran Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa)

Di beberapa kali kesempatan mengisi pelatihan untuk para guru daerah, iseng-iseng saya mencoba untuk melakukan survey sederhana kepada peserta. Tujuannya tidak lain adalah untuk menakar seberapa tinggi kualitas guru-guru tersebut dalam urusan mengajar.

Selanjutnya

Tak Sekedar Memperbaiki

Oleh: Rina Fatimah
(Direktur Makmal Pendidikan)

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat tahun ini ada 153.036 unit ruang kelas yang mengalami kerusakan. Untuk memperbaiki kerusakan yang dialami tiap unit ruang kelas tersebut, pemerintah sudah menganggarkan dana sebesar Rp 20,4 Triliun. Pemerintah menargetkan akhir tahun 2013 semua kerusakan sudah rampung diselesaikan.

Selanjutnya

SEKOLAHnya ORANG DESA

Perhatian pemerintah yang sangat berlebihan terhadap pembangunan di wilayah perkotaan, mengakibatkan arus urbanisasi penduduk pedesaan ke kota-kota besar terus meningkat tajam setiap tahunnya. Ketidakmampuan desa untuk berhadapan dengan pesatnya kemajuan kota salah satunya diakibatkan oleh kelemahan sistem pendidikan yang ada di desa itu sendiri. Seringkali pengembangan pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah desa banyak yang tidak disesuaikan terlebih dahulu dengan kebutuhan yang ada di dalam masyarakat.

Selanjutnya

CATATAN dari Sebuah Sekolah di ACEH

Tidak pernah sebelumnya saya membayangkan bisa menginjakkan kaki ke bumi Nanggroe Aceh Darussalam. Jangankan berharap bisa datang ke Aceh, pergi selangkah menyeberangi pulau Jawa juga belum pernah. Di bulan Oktober 2008, dengan menaiki pesawat milik salah satu maskapai swasta nasional, akhirnya saya pun tiba di kota Medan lalu diteruskan lagi dengan perjalanan darat menuju Aceh Utara. Menuju Aceh Utara atau Lhokseumawe memang lebih dekat bila ditempuh dari Kota Medan ketimbang dari Kota Banda Aceh.

Selanjutnya

Jangan Pisahkan Sekolah Dengan Rumah

Sudah menjadi pengetahuan massal masyarakat Indonesia, tawuran yang memakan korban antara SMA 6 dan SMA 70 Jakarta, September lalu. Korban bernama Alawy, siswa SMA 6, dan tersangka pembunuhnya berinisial FR alias Doyok siswa SMA 70, yang sebelumnya menjadi buronan polisi hingga akhirnya tertangkap di Jogjakarta. Melalui wawancara eksklusif di salah satu stasiun televisi swasta, FR mengakui kesalahannya dan menyatakan penyesalan terdalamnya, serta meminta maaf kepada keluarga korban. Tapi sayang, permintaan maaf itu tidak bisa mengembalikan nyawa korban.

Selanjutnya