10 Prinsip Inovasi Kreatif ‘Keep Your Light On BIA’

Komunitas Media Pembelajaran (KOMED) setiap pekan mengadakan kegiatan mengulas buku daring. Pekan lalu Nurul Aeni, Creative Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan, didapuk menjadi pengulas. Nurul, sapaan akrabnya, mengulas buku ‘Keep Your Light On BIA’ karya Yoris Sebastian.

Kata inovasi pasti sudah sering kita dengar, bahkan sering kita gunakan dalam berbagai kesempatan. Namun, maknanya kadang sering tertukar dengan kata kreatif. Untuk membedakan makna Inovasi dengan kreatif, di dalam buku ‘Keep Your Light On BIA’ dijabarkan 10 prinsip inovasi yang akan memberikan garis demarkasi dengan makna kreatif. Menurut Yoris inovasi x inofatif itu:

 

  1. Original

Karya inovatif adalah original, unik, berbeda dengan yang lain. Original bukan berarti harus selalu baru, namun ia harus tidak sama dengan yang telah ada sebelumnya. Contohnya helm dan jas hujan bukan sesuatu yang baru, namun jika jas hujan dan helm dimodifikasi dengan menggabungkan kedua benda tersebut menjadi satu desain sehingga lebih fungsional dan lebih efektif maka produk tersebut bisa dikatakan inovatif. Tentunya dengan syarat produk helm plus jas hujan tersebut belum ada yang membuat sebelumnya.

 

  1. Relevan Dengan Kebutuhan

Pada contoh HelJa (helm dan jas hujan) dibuat untuk memenuhi kebutuhan pengendara motor yang membutuhkan jas efektif. Ketika dalam perjalanan tiba-tiba hujan, ia tidak perlu turun untuk memakai jas hujan, cukup memencet tombol yang ada di helm, jas hujan akan terpasang dengan sendirinya di badan.

 

  1. Marketable (Layak Jual)

Produk yang baik adalah yang bisa diproduksi dalam jumlah banyak kemudian laku dijual.

 

  1. User Friendly alias Praktis

Menggunakan HelJa orang bisa menghemat waktu, tidak perlu turun cukup dengan memencet tombol, jas hujan bisa dikenakan.

 

  1. Efisien

Misal harga helm standar Rp 150.000, sedangkan jas hujan Rp 100.000. Maka untuk membeli dua benda tersebut, kita mengeluarkan uang Rp 250.000. Namun jika ada HelJa mungkin kita bisa mendapatkan harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama.

 

  1. Kompetitif

Produk tersebut mampu bersaing dengan produk lainnya, dalam artian nilai jualnya tidak kalah dengan helm dan jas hujan dengan merk ternama.

 

  1. Up to Date

Produk harus sesuai dengan perkembangan zaman. Misal jika sekarang alat komunikasi sudah beralih ke smartphone, maka hindari menginovasi telepon rumah (misal telepon rumah dijadikan layar sentuh, namun tetap terhubung dengan kabel telepon).

 

  1. Available

Produk saat ini harus menggunakan dan mengoptimalkan bahan yang ada disekitar.

 

  1. Sustainable (Jangka Panjang)

Produk inovatif tidak hanya akan sekali pakai. Produk juga berguna selama satu tahun atau lebih bahkan masih bisa dipergunakan di masa mendatang.

 

  1. Ramah Lingkungan

Produk tidak berbahaya baik untuk pemakai, orang lain maupun lingkungan.

 

Demikian 10 prinsip ideal inovatif dari buku ‘Keep Your Light On BIA’ oleh Yoris Sebastian. yang dipaparkan Nurul Aeni. “Prinsip Yoris tersebut jika dihubungkan dalam membuat media pembelajaran hasilnya pasti akan maksimal dan akan mudah untuk diimplementasikan di sekolah-sekolah,” tutup Nurul Aeni.

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.