Wakil Rektor IPB: Lupakan Ijazah

Pendapat yang menarik disampaikan oleh Wakil Rektor I Institut Pertanian Bogor (IPB) Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Drajat Martianto, terkait dengan tantangan pendidikan di era Revolusi Industri 4.0 saat ini.

Drajat menyatakan, agar dapat bersaing di tahun-tahun disrupsi ini, seorang sarjana harus bisa keluar dari “jebakan-jebakan” semasa belajar di Perguruan Tinggi. “Lupakan (dulu) ijazah-ijazah. (Sarjana) Harus berpikir kreatif, independent thinking, sesuai koridor-koridor yang baik. Itulah yang harus diajarkan oleh Perguruan Tinggi,” lanjutnya. Pernyataan ini Drajat sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara NGOPI (Ngobrol Pendidikan Indonesia) yang dihelat oleh Dompet Dhuafa Pendidikan, Jum’at (19/10) lalu.

Pada acara yang bertempat di Warunkomando Tebet Jakarta Selatan ini, Drajat juga menyoroti ironi yang terjadi pada era Revolusi Industri 4.0 ini. Menurutnya pada era ini di tengah masyarakat kita terlalu banyak mengalami disrupsi, namun sayangnya tidak diikuti dengan penguatan pola pikir.

Doktor yang memiliki kepakaran dalam ilmu Gizi Masyarakat dan Ketahanan Keluarga ini juga menyatakan, salah satu kesalahan yang terjadi pada masa transisi saat ini adalah pendidikan tidak cepat beradaptasi dengan teknologi.
Kemajuan teknologi pada era transisi ini, menurut Drajat, akhirnya memunculkan tuntutan agar masyarakat mampu memahami dimensi literasi baru. “Dulu literasi dasar, ke depan (muncul) literasi teknologi bahkan manusia,” ungkapnya.

Drajat juga menyadari timbulnya kesan individualis dengan adanya gadget. “Bisnis sekarang modalnya adalah jaringan. Jadi perlu (memahami) literasi manusia agar bisa berkembang. Inilah hal yang paling sulit diajarkan oleh Perguruan Tinggi, yaitu membuat orang lincah,” kata Drajat.

Ia juga menyampaikan, salah satu prinsip kampus yang dipimpinnya adalah bagaimana melahirkan bukan hanya sekedar lulusan, namun pembelajar yang tangguh. Definisi dari kata tangguh tersebut, menurut Drajat adalah siap menerima perubahan dan lincah. Karena penentu kesuksesan bukanlah dari IPK, apalagi PTN, tapi integritas dan kedisiplinan, pesan Drajat.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044