Teatrikal Orasi Ala Guru Agung

“Hey, daerah…ini otonomi..tentukan kebijakan pendidikan kalian sendiri,” ujarnya sambil memperagakan smash layaknya bulutangkis. Kemudian dia berlari ke sisi yang lain, “Tidak Pak, kami belum siap!” katanya sambil melakukan smash lebih keras. Ya, demikian gaya khas Agung Pardini saat memberikan Orasi Pendidikan di Simposium Pendidikan Nasional, Rabu (30/10) lalu.

Lain daripada yang lain, Manager Peningkatan Kualitas Pendidikan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa ini, memadukan orasi dengan seni peran. Pertandingan bulu tangkis di atas, adalah peragaannya untuk menggambarkan fenomena otonomi daerah terutama berkaitan dengan kebijakan pendidikan, lebih khususnya lagi penerapan Kurikulum 2013. Bagi Agung, ketika pemerintah pusat tidak bisa memahami kapasitas daerah dalam

Pria yang lebih senang menyebut dirinya Guru Agung ini, pernah mengajar Sejarah di sebuah sekolah menengah di Bogor. Pada teatrikal orasinya, ia juga peragakan bagaimana interaksi siswa dan guru di kelas. Menutup teatrikal orasinya, Guru Agung mengatakan bahwa ada tiga proses mendasar dalam pendidikan, yaitu peneladanan, pembiasaan, dan pembelajaran.

Agung juga menceritakan tentang kiprah Makmal dalam pembenahan pendidikan Indonesia. Keterlibatan Makmal menunjukkan bahwa pembenahan pendidikan Indonesia membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Agung pun mengakhiri orasi dengan mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah turut andil dalam perbaikan pendidikan Indonesia.[siska]

{loadposition related}

{fcomment}

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044