Pos

sedekah-jumat berbagi

Kerennya Jumat Berbagi di MI Darul Huda

Jumat berbagi adalah kegiatan yang digagas dan dipelopori oleh Ketua Yayasan Darul Huda, yakni Bapak Ali Al Bustom. Sesuai dengan namanya kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, yang mana bagi umat Islam merupakan hari yang baik. Konsep awal kegiatan ini adalah warung atau kantin yang dikelola oleh yayasan akan memberikan jajanan senilai Rp 1.000,00 untuk setiap siswa MI Darul Huda. Setiap siswa cukup membayar dengan membaca Al Fatihah dan doa untuk kemajuan yayasan dan sekolah, serta doa agar banyak donatur yang sholeh hatinya untuk menyumbang pada yayasan. Dalam rencana yang dirancang oleh Bapak Ali, Jumat berbagi ini dilaksanakan hanya dua kali dalam satu bulan.

Permulaan Jumat Berbagi

            Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan pada Jumat, 05 Oktober  2018. Siswa-siwa menyambut antusias kegiatan Jumat Berbagi ini, walaupun awalnya tampak beberapa siswa yang kebingungan dan bertanya-tanya, namun kegiatan ini meninggalkan kesan yang sangat baik bagi para siswa. Jumat berikutnya Bapak Ali kembali mencoba melaksanakan kegiatan Jumat berbagi ini, namun kali ini nominalnya naik menjadi Rp 2.000,00. Menariknya adalah ketika selesai shalat dhuha, Kepala Sekolah yaitu Ibu Titin Suwartini memimpin doa bersama para siswa dan guru-guru yang ditujukan agar semakin banyak donatur yang bersedia menyumbang pada yayasan. Saat kembali ke kantor, Bapak Ali mengabarkan bahwa ada donatur yang menyumbang untuk yayasan dan donatur tersebut ingin agar sumbangannya dibagikan dalam bentuk jajanan seharga Rp 5.000,00 per siswa. Saya, Kepala Sekolah, dan semua guru langsung takjup dan kami langsung mengatakan bahwa ini adalah sebenar-benarnya kekuatan doa.

            Sejak saat itu, kegiatan Jumat Berbagi dapat dilaksanakan secara rutin dengan nominal yang terus meningkat. Penyebaran informasi dilakukan melalui whatsapp dan juga media sosial seperti facebook dan instagram. Setiap hari Kamis, Bapak Ali dan guru-guru secara rutin membagikan info tentang kegiatan Jumat Berbagi ini.  Di Jumat keempat pelaksanaan kegiatan ini, tak hanya jajanan yang dibagikan kepada siswa, namun juga uang tunai yang diperuntukkan bagi siswa yang yatim, piatu, dan dhuafa. Bapak Ali secara rutin membuat video ucapan terima kasih dari seluruh siswa yang ditujukan kepada para donatur.

Target Jumat Berbagi

            Bapak Ali selaku penggagas kegiatan ini berharap agar kegiatan ini dapat terus terlaksana dengan baik dan mengalami peningkatan setiap waktu pelaksanaannya. Kedepannya beliau berharap agar nantinya saat sumbangan dari donatur telah mencukupi, yayasan dan sekolah mampu berbagi pada orang-orang yang membutuhkan yang berada di sekitar wilayah sekolah.

Pelatihan-Guru-DD

Model Pembelajaran di SDN 08 Indralaya Utara

“Dulu, ada guru model keren di sini. Namanya Pak Tris. Namun, sekarang beliau mutasi, diganti guru baru.” Begitu ujar Kak Forta, Kawan SLI penempatan Ogan Ilir angkatan pertama ketika kami sedang silaturahim di SDN 08 Indralaya Utara.

Sebenarnya saya penasaran dengan sosok Pak Tris yang disebut-sebut, yang kata guru sini juga ngajarnya bagus, selalu semangat dalam setiap program, dan aktif. Saya hanya bisa melihat jejak-jejaknya saja di kelas III B berupa beberapa display kelas. Dalam hati saya berdoa, semoga kelas modelnya diwariskan kepada guru model otomatis yang keren, bahkan semoga lebih keren dari Pak Tris.

Sesuai aturan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, setiap tahun guru model dari sekolah dampingan bertambah dua, satu kelas tinggi dan satu kelas rendah. Begitupun fisik kelasnya menyesuaikan. Artinya, kelas model tahun sebelumnya tetap menjadi kelas model dengan diisi oleh guru model. Jadi, guru baru yang mengisi kelas model otomatis menjadi guru model.

Kelas Pak Tris diwariskan kepada Bu Nopa. Beliau orang Sumatra Barat yang mendapat tugas di Ogan Ilir. Pertama kali bertemu Bu Nopa, saya dan rekan saya menilai bahwa beliau guru yang ramah. Beliau satu daerah dengan Kawan Ravika sehingga sangat asyik bertukar cerita tentang Lintau Buo. Hingga, pada suatu hari tibalah saatnya saya dan rekan saya mengobservasi dan supervisi pembelajaran Bu Nopa. Beliau mengampu 14 siswa.

Beliau telah memiliki dasar pengetahuan yang baik dalam mengelola kelas dan melaksanakan pembelajaran K13. Saat berkesempatan diskusi dengan beliau, beliau menyampaikan, “Saya baru mengajar memakai K13, mengandalkan baca-baca dan cari informasi sendiri saja.”

Meski beliau secara otodidak belajar K13 dan menerapkannya, cara mengajar beliau sudah sangat bagus, bahkan hasil supervisi model pembelajaran beliau terkategori sangat baik. Bagaimana tidak? Ketika mengajar beliau telah melibatkan benda-benda kongkret, dan itulah yang anak sekolah dasar butuhkan.

Selama hampir tiga bulan berada di sini dan berinteraksi setidaknya seminggu sekali dengan beliau, aku benar-benar menemukan pribadi pembelajar dan berkarakter dari sosok Bu Nopa. Seorang perempuan Minang ini memiliki motto hidup, “Iman jangan dikurang, dosa jangan ditambah, cinta jangan dibagi, karena hidup hanya sekali.” Beliau pengganti Pak Tris yang kece! Aku tidak bisa membandingkan keduanya karena aku yakin keduanya memiliki keunikan tersendiri.

Tetap semangat menjadi guru pembelajar, Bu Nopa! Teruslah mengajar dari hati, karena apa-apa yang tulus dari hati akan diterima oleh hati. Tetaplah menjadi kebanggaan murid-murid kelas III B dan seluruh civitas SDN 08 Indralaya Utara.

Kotributor : Nida Fadlilah (Kawan Sekolah Literasi Indonesia)