Si MoBa Rambah Sukabumi, Literasi Mumpuni Bukan Mimpi

Si MoBa Rambah Sukabumi, Literasi Mumpuni Bukan Mimpi

 

 

Sukabumi – Terpuruk tak berarti tak bisa bangkit kembali, meskipun sempat tertatih dengan menempati ranking 60 dari 61 negara dalam hal literasi dan membaca, namun pada 2018 kegemaran membaca masyarakat Indonesia meningkat signifikan dengan menempati posisi ke-17 dari 30 (berdasarkan hasil survei World Culture Index Score 2018). Hal ini menandakan bahwa masyarakat  mulai menyadari pentingnya berliterasi, karena sejatinya kontribusi aktif dalam menumbuhkan semangat berliterasi tak hanya menjadi tanggung jawab segelintir pihak, melainkan semua lapisan masyarakat.

 

 

 

Si Mobil Baca (Si MoBa) bentukan Jaringan Sekolah Indonesia (JSI) Dompet Dhuafa Pendidikan merupakan salah satu cara mengatasi rendahnya kemampuan literasi masyarakat Indonesia dengan menjangkau 22 titik di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan menyasar sekolah dan masyarakat daerah marginal.

 

 

Pada Kamis (09/01), berkolaborasi dengan sebelas siswa SMART Ekselensia Indonesia dan Ekselensia Tahfiz School dalam Magang Desa yang dilaksanakan di Sukabumi, Jawa Barat, Si MoBa bertandang ke DTA Nurul Huda untuk memperkenalkan diri sekaligus mengajak seratus siswa mengenal literasi lebih dekat dengan cara menyenangkan.

 

 

“Anak-anak diibaratkan tisu yang dapat menyerap informasi dengan cepat, maka pengenalan literasi sudah seharusnya dilakukan sejak dini. Hanya saja tak semua anak memiliki akses untuk mendapatkan buku berkualitas,” tutur Iqbal Muhammad, Koordinator Si MoBa.

 

 

 

Menurut Iqbal kehadiran Si MoBa mampu membuka gerbang akses buku lebih luas untuk masyarakat, sehingga masyarakat -khususnya anak-anak- dapat mendapatkan akses membaca buku yang lebih beragam dan berkualitas. “Tak hanya menyediakan ragam buku dan kegiatan berkualitas, Si MoBa juga dapat digunakan sebagai wahana edukasi serta rekreasi berbasis literasi,” ujar Iqbal.

 

 

Kehadiran Si MoBa kali ini sedikit berbeda karena ada banyak kegiatan seru bersama sebelas peserta Magang Desa dari SMART dan Ekselensia Tahfiz School diantaranya ranking satu, mewarnai sambil bercerita, mengulas buku, dan permainan literasi lainnya.

 

 

 

“Kehadiran peserta Magang Desa membuat Si MoBa lebih berwarna, ragam aktivitas yang mereka helat membuat anak-anak riang,” kata Iqbal, “Si MoBa sangat terbuka dengan kesempatan berkolaborasi dengan berbagai pihak, tujuannya agar  dapat memberikan dampak berkesinambungan (multiplier effect),” tambahnya.

 

 

Kehadiran Si MoBa di tengah-tengah masyarakat diyakini mampu menjadi sarana pendidikan menyenangkan serta edukasi dan rekreasi berbasis literasi, bersama si MoBa optimasi fungsi perpustakaan dan taman baca masyarakat dapat lebih maksimal dan menyenangkan sehingga kebiasaan membaca dan berliterasi di masyarakat bukan wacana semata. (AR)

 

 

 

 

Komentar

komentar